Empat Perumahan di Semarang Atas Dihajar Banjir Bandang Hingga Dua Meter
- Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno
Semarang, tvOnenews.com - Intensitas hujan yang sedang hingga tinggi di wilayah Kota Semarang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir pada Senin (16/2/2026) dini hari.
Selain curah hujan yang ekstrem, meluapnya Sungai Pengkol yang merupakan anak Sungai Babon, membaut tanggul jebol. Air bah kemudian menerjang perumahan.
Berdasarkan data terbaru dari Pusdalops BPBD Kota Semarang, tercatat ada empat titik lokasi utama yang terdampak cukup signifikan di wilayah Tembalang dan sekitarnya.
Wilayah terdampak meliputi Perumahan Dinar Mas Kelurahan Meteseh yang kembali mengalami luapan air akibat intensitas hujan tinggi, di mana petugas saat ini masih melakukan pendataan mendalam terkait jumlah Kepala Keluarga (KK).
Di Dinar Mas ini, banjir sempat menyentuh di ketinggian dua meter dari lantai rumah.
Kemudian di Perumahan Argo Residence Kelurahan Rowosari, genangan merendam wilayah RT 7 dan RT 8 di RW 7 dengan total 50 KK atau sekitar 160 jiwa terdampak.
Sementara itu, di Grand Batik Rowosari, sebanyak 13 KK dengan total 33 jiwa melaporkan adanya genangan yang masuk ke wilayah hunian mereka.
Lokasi yang cukup tinggi genangannya berada di Grand Permata Tembalang, mencakup RT 8 dan RT 9 di RW 3, dengan total 110 KK atau 313 jiwa yang merasakan dampak langsung luapan air.
Akibat ketinggian air, sebanyak 18 jiwa warga dari Grand Permata Tembalang yang terdiri dari 12 orang dewasa dan 6 balita terpaksa mengungsi ke Masjid Iktifal Al Barokah.
Sementara itu, warga di Dinar Mas mengungsi ke masjid yang berada di bagian atas.
Sejak dini hari, tim BPBD Kota Semarang telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah darurat.
"Upaya yang dilakukan meliputi asesmen untuk mendata kerugian dan kebutuhan warga, evakuasi warga yang terjebak, terutama kelompok rentan, serta monitoring rutin terhadap debit air di wilayah yang masih tergenang," jelas Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, Senin (16/2).
Ia memastikan, petugas masih terus bersiaga di lapangan, terutama di titik-titik rawan seperti Dinar Mas, untuk memastikan keselamatan warga dan memantau perkembangan cuaca secara real-time.
Load more