News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gegara Calon Saksi TPS, 12 DPAC Tandatangani Mosi Tidak Percaya Terhadap DPC Demokrat Medan

Sebanyak 12 ketua dewan pengurus anak cabang (DPAC) se-Kota Medan menandatangani mosi tak percaya terhadap Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Medan. 
Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:31 WIB
Gegara Calon Saksi TPS, 12 DPAC Tandatangani Mosi Tak Percaya Terhadap DPC Demokrat Medan
Sumber :
  • istimewa

Medan, tvOnenews.com - Sebanyak 12 ketua dewan pengurus anak cabang (DPAC) se-Kota Medan menandatangani mosi tak percaya terhadap Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Medan. 

Hal ini dilakukan karena kacaunya pengelolaan saksi pada pemungutan suara 14 Februari lalu. Mosi tertulis mereka layangkan langsung ke DPP Partai Demokrat di Jakarta pada Kamis, (22/2/2024). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka berharap DPP Partai Demokrat segera mengambil tindakan, sekaligus menginvestigasi persoalan-persoalan lainnya yang terjadi di Demokrat Kota Medan.

Sesuai dokumen yang beredar di media sosial, mosi tertulis itu diterima staf Sekretariat DPP Partai Demokrat bernama Abdul Gani. 

Salinan mosi juga beredar, demikian pula halnya sejumlah foto maupun video saat ke-12 ketua PAC Demokrat se-Kota Medan berkompromi dan sepakat menandatangani.

Dari salinan mosi tersebut, terlihat jelas siapa-siapa saja yang bertindak. Mereka adalah Ketua DPAC Demokrat Medan Tuntungan, Hamdan Ginting; Ketua Medan Helvetia, Sandirin Sergen; Ketua Medan Belawan, Ary Wahyudi Nasution; Ketua Medan Timur, Syawaluddin Nasution; dan Ketua Medan Labuhan, Salman.

Lalu Ketua Medan Marelan, Muslih; Ketua Medan Petisah, Irman Y Sidik; Ketua Medan Denai, Widoseno Puji P; Ketua Medan Perjuangan, M Fauzi; Ketua Medan Area, Dicky Kurniawan; Ketua Medan Kota, Arlin Saputra dan Ketua Medan Amplas, Ibrahim.

Dalam mosi mereka menyebutkan, "DPC Demokrat Kota Medan tidak transparan kepada PAC di jajarannya dalam pengelolaan dana pemilu."

"Calon saksi di tempat pemungutan suara (TPS) yang sebelumnya sudah mereka rekrut, akhirnya tidak diberdayakan."

Kekacauan internal yang mereka keluhkan, agaknya mengonfirmasi musabab tidak adanya saksi dari Partai Demokrat di sebagian besar TPS di Kota Medan. 

Informasi mengenai ini pun menyebar di sejumlah platform media sosial.

Dari pemantauan Jumat, 23 Februari 2024, di media sosial jug beredar video testimoni sejumlah perempuan yang mengaku menjadi saksi TPS Partai Demokrat di Kelurahan Sei Sekambing C 2 (SSC2), Kecamatan Medan Helvetia. 

Mereka mengaku semula dijanjikan upah Rp250 ribu, namun belakangan disampaikan kalau upah tersebut akan dipotong Rp25 ribu untuk biaya bimbingan teknis (bimtek).

Alih-alih menerima Rp225 ribu sesuai bertugas, hingga video tersebut diunggah, wanita-wanita tersebut mengaku belum menerima upah sepeserpun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karenanya, mereka berharap ada sikap dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Untuk diketahui, sampai berita ini diterbitkan, pihak tvOnenews terus lakukan konfirmasi soal insiden tersebut kepada Ketum Demokrat, AHY dan jajaran yang mengurusin ihwal permasalahan di tubuh internal Demokrat sendiri. Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada yang menjawab soal kejadian tersebut. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina dukung bank sampah Desa Kuta, pengelolaan sampah kawasan wisata Mandalika lebih optimal.
Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Kodam II Sriwijaya kembali menggelar Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam di Venue Dayung, kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (10/10/2026).
Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Persib akan berlaga pada 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. Pihak kepolisian mengingatkan agar Bobotoh menjaga perilaku selama pertandingan.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama untuk memburu posisi lebih tinggi saat tampil di hadapan ribuan pendukung Tanah Air.
5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki soal karier pekan depan, 12-18 Oktober 2026: Ada peluang baru menanti. Zodiakmu termasuk?

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral