GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anies Baswedan Soal Demokrasi: Kebebasan Bicara Menurun, Oposisi Tidak Kuat

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan bicarakan perihal demokrasi yang dianggap mengalami kemunduran. Demokrasi itu harus gambarkan pemilihan yang adil dan jujur.
Rabu, 13 Maret 2024 - 17:30 WIB
Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan membicarakan perihal demokrasi yang dianggap mengalami kemunduran.

Menurut Anies, demokrasi itu harus menggambarkan pemilihan yang adil dan jujur, kemudian kebebasan berbicara, dan ruang bagi oposisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tentang kebebasan berbicara, teman-teman merasakan enggak ada perubahan kebebasan berbicara beberapa tahun ini? Ya, menurun. Kekhawatiran, pemeriksaan kepada orang-orang yang mengkritik, itu terjadi," ujar dia, saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2024).

Eks Gubernur DKI Jakarta ini bahkan menegaskan sikap oposisi di rezim saat ini pun tidak kokoh.

"Tentang oposisi, kita hampir tidak ada oposisi yang bisa hidup. Kenapa? Karena mendapatkan tekanan yang luar biasa untuk jadi oposisi itu akhirnya enggak kuat," tegasnya.

Lantaran tekanan membuat oposisi goyang dan berlabuh ke pemerintah. 

Oleh karena itu, menurut Anies, seharusnya beri ruang bagi oposisi agar menjadi penyeimbang.

"Tapi kalau oposisi ditekan-tekan itu enggak ada yang tahan tuh," sindirnya.

Aspek terakhir adalah pemilu yang berjalan dengan jujur dan adil. 

Namun menurut Anies, Pemilu 2024 kemarin masih dalam pertanyaan apakah sudah jujur dan adil.

"Masih jadi pertanyaan nih, dan itu mungkin yang dijatahkan teman-teman di sana, jadi saya melihat pada tiga kriteria itu. Demokrasi kita harus banyak koreksinya untuk bisa menjadi demokrasi yang baik," tandas dia. (agr/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pertemuan Prabowo di Washington D.C. Berbuah “Partnership”, Bukan Sekadar Penjajakan

Pertemuan Prabowo di Washington D.C. Berbuah “Partnership”, Bukan Sekadar Penjajakan

Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan 12 perusahaan investasi raksasa dunia di Amerika Serikat mulai menunjukkan hasil konkret.
Genap 1 Tahun Dilantik Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Santuni Anak Yatim dan Pengemudi Ojol

Genap 1 Tahun Dilantik Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Santuni Anak Yatim dan Pengemudi Ojol

Genap satu tahun kepemimpinan, Gubernur Khofifah bersama Wagub Emil santuni anak yatim dan pengemudi ojol.
PDIP: Kematian Siswa Madrasah di Tual, Jangan Ada Impunitas Oknum Brimob Pelaku Kekerasan

PDIP: Kematian Siswa Madrasah di Tual, Jangan Ada Impunitas Oknum Brimob Pelaku Kekerasan

Berdasarkan hasil koordinasi via telpon dengan ayah korban, kedua anak mereka yang berstatus pelajar di Kota Tual, Maluku menjadi korban penganiayaan oknum Brimob saat melintas di jalan raya usai sahur. 
Negosiasi Penentuan Nasib Pasar Modal RI Masuk Babak Akhir, BEI Kebit Finalisasi Aturan Kunci Demi Restu MSCI–FTSE

Negosiasi Penentuan Nasib Pasar Modal RI Masuk Babak Akhir, BEI Kebit Finalisasi Aturan Kunci Demi Restu MSCI–FTSE

BEI kebut finalisasi aturan transparansi, free float, dan struktur investor dalam negosiasi tahap akhir dengan MSCI dan FTSE Russell demi meningkatkan daya saing pasar modal RI.
Jelang Seri Pembuka MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu Cari Solusi Terakhir pada Tes Pramusim di Buriram

Jelang Seri Pembuka MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu Cari Solusi Terakhir pada Tes Pramusim di Buriram

Juara Dunia World Superbike, Toprak Razgatlioglu, berada dalam tekanan jelang seri pembuka MotoGP 2026. 
Borok Suami Dwi Sasetyaningtyas Dikuliti Netizen, Arya Irwantoro Diduga Langgar Aturan LPDP di Luar Negeri: Nasibnya di Ujung Tanduk

Borok Suami Dwi Sasetyaningtyas Dikuliti Netizen, Arya Irwantoro Diduga Langgar Aturan LPDP di Luar Negeri: Nasibnya di Ujung Tanduk

Arya menjadi perbincangan setelah muncul tudingan bahwa ia belum memenuhi kewajiban pengabdian sebagai penerima beasiswa negara dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Trending

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Baru sepekan menjadi Plh Kapolres Bima Kota. AKBP Catur Erwin Setiawan sudag diganti polri. Kini, digantikan oleh AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob Polda NTB.
Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Performa impresif Laurin Ulrich di kompetisi Jerman kembali memantik spekulasi soal peluangnya membela Timnas Indonesia. Thom Haye gigit jari soal posisinya?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT