News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanggapi Kritik Ketua DPD, Yorrys Raweyai: La Nyalla Tak Paham Situasi di Papua

Rencana pertemuan Anggota DPD RI Terpilih Se-Tanah Papua yang diinisiasi oleh MPR for Papua, pada 24 Mei 2024 mendatang, menuai respons beragam dari berbagai pihak.
Senin, 13 Mei 2024 - 09:41 WIB
Yorrys Raweyai
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pertemuan Anggota DPD RI Terpilih Se-Tanah Papua yang diinisiasi oleh MPR for Papua, pada 24 Mei 2024 mendatang, menuai respons beragam dari berbagai pihak.

Selain respons positif dari para Anggota DPD Terpilih se-Tanah Papua, yang cenderung memandang pertemuan tersebut sebagai momen konsolidasi dan penyatuan visi dan misi tentang bagaimana merespons masa depan Papua di tengah kompleksitas persoalannya, juga respons sinis dari Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merujuk siaran pers yang dirilis oleh www.lanyallacenter.id, LaNyalla memandang pertemuan tersebut mengandung aroma kepentingan pribadi yang begitu kental. 

“Seharusnya forum itu bagus, tetapi aroma kepentingan pribadinya sangat tercium. Karena timing waktunya juga menjelang pemilihan pimpinan perlemen. Apalagi terkesan dipaksakan melalui surat undangan dengan memasang lambang Lembaga Negara MPR RI, tapi tertulis Forum Komunikasi MPR RI For Papua,” ungkap LaNyalla sebagaimana dikutip dari rilis tersebut.

Menanggapi pernyataan itu, Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai, menegaskan bahwa pertemuan itu diagendakan sejak lama, sebelum Pileg 2024 dilangsungkan. 

"Saya memandang pentingnya menyatukan visi dan misi tentang bagaimana menata percepatan pembangunan di Tanah Papua ke depan," ujar Yorrys (12/5/2024).

Ketua Komite 2 DPD RI itu menguraikan bahwa respons terhadap persoalan Papua saat ini telah memasuki babak baru dengan seluruh elemen kelembagaan dan para pemangku jabatan yang baru. 

"Kita menghadapi tantangan yang memerlukan sinergitas yang terukur dan maksimal. Pada tahun 2024 ini, seluruh elemen kelembagaan formal di Tanah Papua akan dihuni para pejabat baru. Tidak hanya Kepala Daerah, tapi juga Anggota DPR, DPD dan MRP yang baru. Belum lagi, tantangan daerah-daerah otonomi baru yang harus disikapi dengan baik. Karena itu, kita harus menyinergikan seluruh potensi kekuatan ini, untuk kepentingan Papua," lanjut Anggota DPD Terpilih dari Dapil Papua Tengah ini.

Tokoh Papua kelahiran Serui ini menambahkan, momentum pertemuan Anggota DPD RI Terpilih Se-Tanah Papua ini tidak lahir begitu saja. Melainkan melalui diskusi dan perbincangan panjang dengan berbagai pihak yang _concern_ dengan masalah Papua, termasuk kelembagaan MPR RI. 

"MPR RI adalah Rumah Kebangsaan yang menyatukan seluruh kepentingan anak bangsa di bawah naungan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. MPR RI, bahkan, telah mengeluar SK Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pembentukan Forum Komunikasi dan Aspirasi Anggota DPR-DPD Dapil Papua dan Papua Barat, yang secara singkat disebut 'MPR for Papua'," tutur Yorrys.

Berdasarkan argumen itulah, menurut salah satu pentolan Anggota Tim 100 Papua ini, pertemuan Anggota DPD RI Terpilih Se-Tanah Papua diinisiasi oleh MPR for Papua. Bukan atas nama pribadi, apalagi kepentingan tertentu, sebagaimana dimaksud oleh LaNyalla. 

Yorrys menyebut, seharusnya LaNyalla memahami dengan utuh situasi yang terjadi di Tanah Papua saat ini dengan berbagai tantangan yang dihadapinya, khususnya dalam rangka menyongsong generasi emas Papua.

"Sebagai Ketua DPD RI, sejatinya LaNyalla merespons dengan bijak berbagai kreativitas daerah yang diinisiasi oleh Anggota DPD RI Terpilih. Sebab mereka lah yang paling mengetahui dan memahami situasi dan kebutuhan kedaerahannya," saran Yorrys. 

"LaNyalla cukup memosisikan diri sebagai Juru Bicara (Speaker) Anggota DPD RI. Bukan "men-jurubicarai" kepentingannya sendiri. Apalagi, saya mendengar kabar bahwa LaNyalla berkeinginan untuk kembali menduduki jabatan sebagai Ketua DPD RI periode 2024-2029," papar Yorrys.

Yorrys pun tidak ambil pusing atas komentar-komentar miring pihak luar yang tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat Papua yang direpresentasikan oleh Anggota DPD RI Terpilih. 

"Saya tidak ambil pusing. Tidak ada yang lebih jujur memandang Papua selain orang Papua itu sendiri," pungkas Yorrys. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, agenda pertemuan Anggota DPD RI Se-Tanah Papua turut mengundang para penjabat (Pj.) Gubernu Se-Tanah Papua. Mereka akan memaparkan situasi, kondisi dan agenda percepatan pembangunan. Pertemuan itu juga akan mendengar secara langsung sambutan dari Ketua MPR RI tentang bagaimana menata Papua sebagai bagian dari rumah kebangsaan. (ebs)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gawat! Mauricio Souza Pastikan Satu Pemain Persija Berlabel Timnas Indonesia Absen saat Hadapi Persebaya

Gawat! Mauricio Souza Pastikan Satu Pemain Persija Berlabel Timnas Indonesia Absen saat Hadapi Persebaya

Persija Jakarta dihantam kabar buruk jelang duel pekan ke-27 Super League kontra Persebaya Surabaya. Satu pemain berlabel Timnas Indonesia dipastikan absen.
Prabowo Soroti Dana Korupsi Dipakai untuk Membiayai Gerakan Melawan Pemerintah

Prabowo Soroti Dana Korupsi Dipakai untuk Membiayai Gerakan Melawan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap pelaku korupsi di sektor perkebunan sawit dan pertambangan ilegal yang ada di kawasan hutan.
Wacana ‘War Tiket’ Haji Menuai Kritik, Atalia: Kemunduran bagi Reformasi Tata Kelola Haji

Wacana ‘War Tiket’ Haji Menuai Kritik, Atalia: Kemunduran bagi Reformasi Tata Kelola Haji

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menilai wacana war tiket haji usulan Kementerian Haji dan Umrah itu berpotensi merusak sistem yang sudah berjalan.
Prabowo Ungkap Aset Negara Rp370 Triliun Diselamatkan, Setara 10 Persen APBN

Prabowo Ungkap Aset Negara Rp370 Triliun Diselamatkan, Setara 10 Persen APBN

Prabowo sebut penyelamatan aset Rp370 triliun setara 10 persen APBN. Satgas PKH dinilai berperan besar amankan kawasan hutan negara.
Dari ‘War Tiket’ ke Antrean 26 Tahun, Begini Sejarah Haji Indonesia dan Awal Mula Waiting List Panjang

Dari ‘War Tiket’ ke Antrean 26 Tahun, Begini Sejarah Haji Indonesia dan Awal Mula Waiting List Panjang

Sejarah haji Indonesia dari era tanpa antrean hingga waiting list 26 tahun. Wacana war tiket kembali mencuat di tengah panjangnya antrean haji.
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Rachel/Febi Dihentikan Unggulan Kelima di Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026: Rachel/Febi Dihentikan Unggulan Kelima di Perempat Final

Rachel/Febi dihadang unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dua game langsung 11-21 dan 16-21 di perempat final Kejuaraan Asia 2026

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Selengkapnya

Viral