News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Keluarga Vina Tak Percaya Hukum di Indonesia, Namun Tetap Berharap Keadilan Berpihak Padanya

kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina pada 2016 silam di Cirebon kembali ramai di media sosial setelah diangkat ke layar lebar berjudul Vina: Sebelum 7 Hari
Rabu, 15 Mei 2024 - 10:54 WIB
Kakak Vina, Korban Pembunuhan di Cirebon 2016 lalu
Sumber :
  • Tim tvOne/Azizi Erfan

Jakarta, tvOnenews.com - kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina 2016 silam di Cirebon, Jawa Barat kembali mencuat dan ramai di media sosial setelah diangkat ke layar lebar berjudul Vina: Sebelum 7 Hari.

Dari total 11 tersangka, 8 tersangka sudah ditangkap hingga vonis dan ditahan. Sementara itu masih ada 3 tersangka lainnya yang hingga saat ini masih berstatus buron.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi rumah Vina Cirebon

Keluarga Vina berharap akan keadilan berpihak kepada mereka. Pasalnya mereka mengaku sedikit tak percaya akan hukum yang ada di indonesia.

Keluarga dari Vina merasa ada hal yang janggal atas apa yang dialami oleh mereka dari kasus Vina yang hingga kini belum juga rampung menangkap tersangka lain.

Setelah difilmkan, Marliyana mengaku tak menyangka kisah Vina akan seviral sekarang dan mendapatkan dukungan dari banyak orang.

Meskipun demikian, ia mengaku bersyukur berkat film tersebut viral membuat kasus Vina kembali diusut.

Kondisi Makam Vina

"Polda bergerak, dulukan hanya keluarga yang tanya, sendiri," katanya ke tim tvOnenews pada Rabu (15/5/2024).

Di tengah viralnya film Vina, pihak keluarga mengaku mengalami kejadian yang tak terduga.

"Dulu engga ada ancaman, kemarin pas suting ada orang datang peringatan. 'Kenapa dibikin film, gpp kan keluarga saya punya hak'. Gpp saya terima risikonya kan keluarga setuju," ungkap Marliyana.

Kondisi Rumah Vina

Marliyana juga meyinggung soal pelaku utama pembunuhan dan pemerkosaan Vina yang belum ditangkap.

"Engga ada info muka pelaku kaya gimana, cuma nama dan umur. Engga tau kemana. Saya tanya gimana perkembangan, belum ada, sabar. Kalo curiga ada, cuma saya percaya sama hukum walaupun ngejanggal," jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga berharap Polda Jawa barat dapat segera menangkap tiga pelaku utama yang membunuh Vina.

"Penjahat kelas kakap aja ada beritanya, ini sih enggak ada. Harapannya cepet ketangkap. Saya minta kepada polisi jangan sampai film, nanti film redup engga lagi. Masih percaya hukum? Sedikit. Ada keraguan. Cukup panjang perjuangan keadilan," jelasnya.

Diketahui, saat meninggal Vina masik duduk di kelas 2 SMK. Vina ditemukan tewas bersama kekasihnya, Eky

Vina dan Eky awalnya dilaporkan kecelakaan tunggal, namun setelah penyelidikan lebih lanjut ternyata korban pembunuhan oleh geng motor. Kasus ini pun kemudian dilimpahkan Polda Jawa Barat dari Polres Cirebon Kota. 

Sosok Egi, Diduga Pelaku Utama

Nama korban pembunuhan oleh genk motor pada 2016 lalu, Vina kembali menjadi sorotan setelah rilisnya Film Vina: Sebelum 7 Hari.

Jadwal nonton film Vina: Sebelum 7 Hari

Dalam film tersebut terungkap beberapa fakta yang mencengangkan, salah satunya adalah soal 3 pelaku yang masih berkeliaran.

Netizen pun penasaran dengan sosok utama pelaku pembunahan Vina yang diketahui bernama Egi. Egi dan 2 temannya melarikan diri dan diduga mengganti identitasnya.

Namun belakangan ini viral netizen TikTok dan X yang mengunggah akun Facebook yang diduga milik Egi, salah satuny akun TikTok @jejak_backpacker_misteri.

Dalam akun TikTok tersebut, ia mengungkap bahwa akun Facebook Apunk Erpe diduga merupakan milik pelaku Egi.

Hal tersebut lantaran status Facebook milik Apunk Erpe. Apalagi status tersebut ditulis pada 2016 lalu yang bertepatan dengan meninggalnya Vina

"Gausah liat kronologinya sgala ya tadi tuh Hahaha isun ya isun," tulis akun Apunk Erpe pada 2016 lalu.

Tak hanya itu dalam unggahan yang lain juga diduga ditujukan kepada Vina.

"Apunk rella kok korban perasaan demi ngilat km bahagia. Asal km bahagia apunk juga ikut bahagia kok," tulis akun tersebut.

Diunggahan yang lain juga akun Facebook Apink Erpe tampak menuliskan status layaknya ditolak oleh wanita.

Sosok Vina Asli dan Poster Film Vina: Sebelum 7 Hari

"Udah tau lg sama isun tapi malah bahas cwo nya Haha kirain bakal seneng ktmu isun lg tuh Eh malah biasa bae. Haha ngenes ya isun kuh," tulis akun Apun Erpe diunggahan lain.

Akun tersebut pun sontak menjadi sorotan dan mendapatkan hujatan dari netizen.

"Kok singkron ya, jangan jangan eli," tulis netizen.

"Kejadiannya pas 2016 SMA jga dgb sttusnya ni org ya ampun kyknya dia deh," tulis lainnya.

"Kronologi? waduh kronologi apa yahh," tulis netizen.

Diberitakan sebelumnya, Film Vina: Sebelum 7 Hari sudah tayang di bioskop sejak 8 Mei 2024. Film ini menceritakan sosok Vina. Vina merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh geng motor pada tahun 2016 silam.  

Film yang diangkat dari kisah nyata itu sekitar 85 persennya terdapat kesamaan dengan apa yang terjadi sesungguhnya.  

Vina dan kekasihnya Muhammad Rizky Rudiana atau Eky—menjadi korban kesadisan geng motor yang terjadi di Kabupaten Cirebon tahun 2016 silam.

Kasus yang dialami mereka Vina dan Eky awalnya dikira tewas karena kecelakaan lalu lintas. 

Namun, ternyata mereka tewas akibat dianiaya dan dikeroyok segerombolan remaja atau geng motor di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

 Polresta Cirebon pun melakukan penyelidikan dan korban dinyatakan sebagai korban pembunuhan. Kasus yang dialami Vina dan Eky ini pun kini diangkat menjadi film bergenre horor yang tayang bioskop. 

Marliayana (33), kakak kandung Vina, mengatakan dengan adanya Film Vina: Sebelum 7 Hari pihak keluarga berharap kasus tersebut kembali dibuka dan tiga orang yang masih buron tertangkap.

"Ya kami (keluarga) berharap dapat menggugah pihak kepolisian untuk membuka kembali kasus yang dialami adik saya ini,” ungkapnya, Selasa (14/5/2024). 

Marliayana menyebutkan isi cerita film tersebut 85 persen sesuai dengan peristiwa yang dialami Vina dan Eky.

“Dari sebelum ada film ini keluarga juga mempertanyakan soal ketiga pelaku yang masih buron. Dan kami juga berharap Egy (pelaku utama) dan dua pelaku lainnya ditangkap,” harapnya.

"Yang saya ingat pelakunya cuma si Egy. Kalau dua orang lainnya itu saya lupa namanya. Jadi Eky ini pacarnya Vina dan Egy suka sama Vina. Kemungkinan Egy cemburu lalu merencanakan membunuh Vina dan Eky. Ya si Egy dalam semua kejadian itu," sebutnya. 

Marliayana mengaku keluarganya didatangi seorang pria yang meminta agar tidak membuka kembali kasus tersebut.

"Sebelum ada film ini situasinya biasa saja. Tapi begitu kisah tragis adik saya ini difilmkan, ada seorang pria mendatangi keluarga kami minta agar kasusnya jangan kembali dibuka," akunya. 

Ditambahkan dia, Vina merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan dari Sukaesih dan Wasnadi Otong.

"Sebenarnya nama aslinya sih Vina. Tapi adik saya minta namanya ditambahin jadi Vina Dewi Arsita. Saat peristiwa terjadi ibu Vina bekerja di Malaysia," ucapnya.

Perlu diketahui, Polresta Cirebon menangkap 8 orang pelaku kasus pemerkosaan sekaligus kasus penganiayaan dan pembunuhan karena teman-teman korban yang merupakan mantan kelompok XTC melaporkan kepada pihak kepolisian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi pun bergerak untuk mengusut kasus tersebut. Setelah dilakukan pengembangan berdasarkan dari bukti dan saksi teman-teman korban, kecurigaan polisi pun terbukti.

Kedua korban tewas akibat dibunuh oleh sekelompok geng motor Moonraker. Para tersangka tertangkap di Jalan Perjuangan (Majasem), Kampung Situgangga, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. (esn/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PBNU Akhirnya Tetapkan Waktu dan Lokasi Muktamar ke-35

PBNU Akhirnya Tetapkan Waktu dan Lokasi Muktamar ke-35

Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur,  dipilih sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU yang bakal digelar dipada 27-31 Agustus 2026
Daftar 8 Tim Peserta Babak Perempat Final: Tak Ada Kejutan, Hanya Tuan Rumah Seluruhnya Tersingkir

Daftar 8 Tim Peserta Babak Perempat Final: Tak Ada Kejutan, Hanya Tuan Rumah Seluruhnya Tersingkir

Dari delapan tim peserta yang dipastikan tampil di babak perempat final Piala Dunia 2026, tak ada lagi tuan rumah yang bertahan. 
Hasil Piala Dunia 2026: Swiss Jadi Tim Terakhir yang Lolos Perempat Final Usai Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti

Hasil Piala Dunia 2026: Swiss Jadi Tim Terakhir yang Lolos Perempat Final Usai Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti

Skor akhir 0-0 atas kemenangan siapa di babak adu penalti terjadi Rabu (8/7/2026). Hingga akhirnya drama adu penalti berakhir atas kemenangan swiss 4-3 dari Kolombia.
Boroujerdi  Sebut Teheran Tunggu Waktu Tepat Konfirmasi Kunjungan Delegasi RI

Boroujerdi Sebut Teheran Tunggu Waktu Tepat Konfirmasi Kunjungan Delegasi RI

Pemerintah Iran tengah menunggu waktu yang tepat mengonfirmasi kunjungan delegasi Indonesia ke Iran untuk memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei.
KPK Geledah Kantor DPRD, Diduga Pihak yang Kumpulkan Uang di Kasus Bupati Kuansing

KPK Geledah Kantor DPRD, Diduga Pihak yang Kumpulkan Uang di Kasus Bupati Kuansing

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kantor Dewab Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Respons Elegan Pelatih Baru Persib Usai 11 Nama Gabung Skuad Provisional Timnas Indonesia di Tengah Persiapan 5 Kompetisi yang Diikuti Maung Bandung

Respons Elegan Pelatih Baru Persib Usai 11 Nama Gabung Skuad Provisional Timnas Indonesia di Tengah Persiapan 5 Kompetisi yang Diikuti Maung Bandung

Dari kiper hingga striker, pemain muda hingga naturalisasi dari Persib Bandung mewarnai skuad yang tengah menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali, 5-11 Juli 2026 ini. 

Trending

Kejutan di Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Sempat Tertinggal, Argentina Menang Remontada dari Mesir

Kejutan di Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Sempat Tertinggal, Argentina Menang Remontada dari Mesir

Juara bertahan Argentina hampir pulang hingga akhirnya mencatatkan remontada dari Maroko. Skor akhir 3-2 atas kemenangan Argentina tercatat di Stadion Atlanta, Selasa (7/7/2026).
Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan, Pelatih Mesir Murka pada Wasit dan FIFA

Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan, Pelatih Mesir Murka pada Wasit dan FIFA

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tuduhan keras kepada FIFA usai timnya kalah 2-3 dari sang juara bertahan dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta.
Erling Haaland Terancam Gagal Bawa Norwegia ke Semifinal Piala Dunia 2026? Tim Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kelelahan Ekstrem 

Erling Haaland Terancam Gagal Bawa Norwegia ke Semifinal Piala Dunia 2026? Tim Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kelelahan Ekstrem 

Padatnya jadwal pertandingan dan jarak perjalanan antar venue ternyata berpengaruh pada kesehatan Norwegia. Erling Haaland cs mengalami sakit akibat kelelahan ekstrem yang dialami sejak mengikuti Piala Dunia 2026. 
Wacana Pergantian Nama Provinsi Sunda, PAN Jabar Beberkan Silsilah Sejarah

Wacana Pergantian Nama Provinsi Sunda, PAN Jabar Beberkan Silsilah Sejarah

Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Provinsi Sunda terus berkumandang dan menjadi perhatian seksama.
Ahmad Muzani Beberkan Isi Obrolan dengan Puan dan Gibran, Termasuk Alasan Tetiba Tarik Tangan Wapres

Ahmad Muzani Beberkan Isi Obrolan dengan Puan dan Gibran, Termasuk Alasan Tetiba Tarik Tangan Wapres

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan isi perbincangan antara dirinya bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Geger! Pria Ditemukan Tewas Usai Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas, Polisi Ungkap Kronologinya

Geger! Pria Ditemukan Tewas Usai Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas, Polisi Ungkap Kronologinya

Seorang pria berinisial IYPS (41) meninggal dunia usai terjepit lift barang saat tengah bekerja di sebuah kantor yang terletak di Blok D5/25 Ruko Roxy Mas, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Tes Urine Dadakan, Kanit Reskrim Polsek di Bali Positif Narkoba

Tes Urine Dadakan, Kanit Reskrim Polsek di Bali Positif Narkoba

Seorang perwira polisi yang menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Kuta, berinisial Iptu MDP, kini harus berurusan dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali. 
Selengkapnya

Viral