News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Politik Sorot Tajam Proses Seleksi Deputi BPIP, Komisi II DPR dan Presiden Jokowi Diminta Awasi Hal Tak Terduga

Pengamat politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menyoroti persoalan seleksi calon pimpinan atau Deputi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Rabu, 3 Juli 2024 - 00:46 WIB
Pengamat politik Fernando EMaS
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menyoroti persoalan seleksi calon pimpinan atau Deputi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurutnya, panitia seleksi calon pimpinan tinggi madya dan tinggi pratama BPIP mesti transparan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pansel calon pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama BPIP harus transparan dan terbuka dalam menentukan siapa yang dilanjutkan pada tahapan akhir untuk kemudian diangkat menjadi deputi," kata Fernando dalam keterangannya, Selasa (2/7/2024).

Dia mengatakan pada pelaksanaan tersebut seharusnya tidak ada praktik titipan untuk diloloskan oleh Pansel dan pihak-pihak tertentu.

"Semua pihak harus memberikan perhatian terhadap seleksi yang dilakukan oleh Pansel untuk menghasilkan pemimpin yang memang memiliki kemampuan dan keahlian bidang yang dipimpin," jelasnya.

Oleh karena itu, dia meminta Komisi II DPR sebagai mitra BPIP bisa memberikan perhatian dan pengawasan terkait proses seleksi Pansel.

"Apalagi BPIP merupakan salah satu lembaga yang sangat vital dalam menjaga Ideologi Negara sehingga dibutuhkan sosok yang memang benar-benar sangat memahami mengenai Pancasila," tambahnya.

"Jangan sampai Pansel meloloskan sosok yang tidak memahami secara baik mengenai Pancasila dari berbagai aspek sehingga tidak akan bisa kerja yang maksimal dan harus diperhatikan track record calon pimpinan. Jangan berdasarkan kedekatan dengan pimpinan atau kelompok,,,,,,,,,,,,,," ucap dia.

Sementara itu, Fernando turut menyoroti persoalan bangsa yang membutuhkan idelogi bangsa.

"Apalagi saat ini sangat dibutuhkan membumikan Pancasila secara baik terhadap berbagai pihak dan kalangan agar dapat diaplikasikan secara baik dalam berbagai bangsa dan bernegara," ujar Fernando.

Menurutnya, sekarang ini banyak persoalan dalam berbangsa dan bernegara seperti dalam pluralisme beragama yang dibeberapa tempat terjadi penutupan rumah ibadah, karena tidak memahami secara baik nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kembali saya berharap Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama melakukan seleksi secara jujur, transparan dan terbuka berdasarkan pada penilaian terkait dengan apa yang ingin di nilai oleh Pansel," tambahnya.

Selain itu, dia turut meminta Presiden Jokowi bisa mengawasi proses seleksi posisi Deputi BPIP ke depan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral