GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ada Jenderal Purnawirawan Polri yang Menyesatkan Publik Soal Kasus Vina Diungkap Edi Hasibuan, Siapa Dia?

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan mengungkap ada pernyataan dari jenderal purnawirawan Polri yang menyesatkan masyarakat soal kasus Vina dan Eky Cirebon.
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 18:40 WIB
Eks terpidana kasus Vina, Saka Tatal.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan mengungkap ada pernyataan dari jenderal purnawirawan Polri yang menyesatkan masyarakat terkait kasus Vina dan Eky.

Kendati demikian, Edi tidak mengungkap siapa sosok jenderal purnawirawan Polri itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Edi pun meminta semua pihak termasuk beberapa jenderal purnawirawan Polri untuk menahan diri dan tidak membuat pernyataan menyesatkan terkait kasus Vina di Cirebon. 

"Kita tunggu putusan PK (Peninjauan Kembali) seperti apa nanti. Apakah PK-nya diterima atau justru ditolak," kata Edi di Jakarta, Sabtu (10/8).

Edi menjelaskan, pihaknya turut prihatin melihat pemikiran beberapa jenderal purnawirawan Polri yang tidak punya hati nurani dan menyebut bahwa ada rekayasa dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

"Pemikiran jenderal purnawirawan Polri cukup membingungkan. Kita minta jangan membuat pernyataan yang menyesatkan masyarakat. Kasihan keluarga korban Vina dan Eky. Sudah anaknya dibunuh, malah dituduh melakukan rekayasa," ujarnya.

tvonenews

Edi pun menyambut baik pembentukan tim khusus Polri yang menangani kasus kematian Vina dan Eki yang kabarnya sudah memasuki tahap penyidikan.

Dia berharap hasil kerja tim khusus Polri bisa membuat kasus tersebut menjadi terang benderang.

"Kita harapkan hasil kerja tim khusus ini akan memperjelas semuanya. Kita yakin tim ini akan transparan dan memeriksa semua pihak yang terkait baik itu dalam kasus pembunuhan maupun penyidik yang menangani sejak awal," ujarnya.

Edi menambahkan, tim khusus itu merupakan bentuk transparansi Polri atas pembukaan kembali kasus ini. 

Jika memang ada penyimpangan dalam penanganan sejak awal, Edi minta penyimpangan itu juga diproses secara hukum.

Diketahui, kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi 27 Agustus 2016 di Cirebon, Jawa Barat, telah menyeret tujuh terpidana seumur hidup. Satu terpidana 8 tahun sudah bebas, yakni Saka Tatal. Kini, Saka sedang mengajukan PK.

Satu tersangka, yakni Pegi Setiawan yang ditangkap Polda Jawa Barat pada 21 Mei 2024, kini dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung melalui gugatan praperadilan.

Eks Wakapolri Sebut Kasus Vina Sudah Direkayasa Sejak 2016

Eks Wakapolri, Oegroseno mengatakan bahwa ada rekayasa yang jelas yang terlihat dari laporan polisi saat kasus Vina tersebut terjadi.

"Sejak awal sudah jelas peristiwa ini rekayasanya kasat mata. Mulai dari laporan polisi peristiwa tanggal 27 Agustus diubah menjadi tanggal 31," ujar Oegroseno mengutip kanal YouTube Nusantara TV, Rabu (7/8).

Oegroseno juga menyebut nama ayah Eky, Iptu Rudiana yang telah membuat laporan peristiwa tersebut.

Menurut Oegorseno, Iptu Rudiana seharusnya tak melaporkan tentang kronologi runtut kasus Vina dan Eky di Cirebon itu.

Oegroseno pun heran bagaimana bisa Iptu Rudiana mengetahui kronologi lengkap kasus Vina yang ditulis dalam laporannya.

"Tanggal 31 juga laporannya seolah ada 8 orang, padahal Iptu Rudiana pada saat itu dia tidak tahu peristiwa. Dia tahu peristiwa dari mana? Dengar dari orang disebutkan satu persatu? Kan kita bingung di sini membaca laporan polisinya," ungkapnya.

"Seharusnya Iptu Rudiana juga melaporkan anaknya hilang, mohon dicari oleh polisi, itu sudah cukup. Jangan diceritakan pergi ber 8 ramai-ramai, dilempari batu pakai bambu dan sebagainya, ini cerita dari mana?," tambah Oegroseno.

Saksi Kunci Aep Muncul ke Publik

Saksi kunci kasus Vina, Aep beberapa waktu lalu akhirnya muncul ke publik.

Berdasarkan video yang diterima tvOnenews.com, Aep tampak bersama kuasa hukum Iptu Rudiana, Pitra Romadoni Nasution.

Dalam video itu, Aep tampak ditanya sejumlah pertanyaan oleh Pitra.  

"Kebetulan kemarin itu saya melihat berita bapak muncul yang katanya ingin memberikan bantuan hukum kepada saya. Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak yang berkenan ingin mendampingi saya," kata Aep kepada Pitra..

Dalam video itu, Aep pun membantah semua pernyataan saksi kunci lainnya, Dede.

Aep mengungkapkan bahwa pernyataan Dede soal Iptu Rudiana meminta Dede jadi saksi dan memberikan keterangan sesuai arahan Iptu Rudiana itu tidaklah benar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu semua tidak benar," tegas Aep.

Aep juga membantah tudingan Dede terhadap dirinya bahwa Aep mengarahkan Dede ketika hendak memberikan kesaksian. (ant/dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hari Ini Eks Wamenaker Noel Ebenezer Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan Sertifikat K3

Hari Ini Eks Wamenaker Noel Ebenezer Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan Sertifikat K3

Noel Ebenezer mengaku menyesal telah menerima gratifikasi senilai Rp3,36 miliar dan motor Ducati terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3...
Momen Prabowo Mandikan Air Kembang Pesawat Tempur saat Peresmian Alutsista 6 Rafale hingga Airbus A400M

Momen Prabowo Mandikan Air Kembang Pesawat Tempur saat Peresmian Alutsista 6 Rafale hingga Airbus A400M

Presiden RI Prabowo Subianto resmi menyerahkan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) modern kepada TNI dalam seremoni besar di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).
Jadwal Siaran Langsung Malaysia Masters 2026: Leo/Daniel Siap Kerja Rodi

Jadwal Siaran Langsung Malaysia Masters 2026: Leo/Daniel Siap Kerja Rodi

Jadwal siaran langsung Malaysia Masters 2026, di mana ada sejumlah wakil Indonesia yang akan unjuk gigi termasuk Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Prabowo Tambah Kekuatan Tempur, Rafale hingga Rudal Meteor untuk Perkuat Pertahanan Indonesia

Prabowo Tambah Kekuatan Tempur, Rafale hingga Rudal Meteor untuk Perkuat Pertahanan Indonesia

Presiden RI Prabowo Subianto resmi menyerahkan sederet alat peralatan pertahanan dan keamanan modern kepada TNI dalam seremoni di Lanud Halim Perdanakusuma.
Nasib Nathan Tjoe-A-On Segera Ditentukan Jelang Bela Timnas Indonesia, Ini Jadwal Playoff Liga Belanda

Nasib Nathan Tjoe-A-On Segera Ditentukan Jelang Bela Timnas Indonesia, Ini Jadwal Playoff Liga Belanda

Nathan Tjoe-A-On akan menentukan nasibnya bersama klubnya sebelum membela Timnas Indonesia. Willem II Tilburg akan mengikuti laga playoff promosi-degradasi melawan FC Volendam.
Volimania Heboh, Farhan Halim Punya Julukan Baru dari FIVB Usai Tampil Gemilang di Final AVC Champions League 2026

Volimania Heboh, Farhan Halim Punya Julukan Baru dari FIVB Usai Tampil Gemilang di Final AVC Champions League 2026

Pemain Jakarta Bhayangkara Presisi, Farhan Halim memiliki julukan baru dari Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) usai tampil gemilang di AVC Champions League 2026.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Gubernur Sherly Tjoanda ungkap alasan selalu tampil cantik di hadapan publik, bahkan katanya almarhum suaminya suka menanyakan soal itu.
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

Publik masih memberi perhatian pada polemik Lomba Cerdas Cermat diselenggarakan oleh MPR RI. Amarah publik meluap saat Dewan Juri tidak memberi permohonan maaf
Selengkapnya

Viral