GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Chat Vina dan Mega Tidak Dijadikan Bukti, Kenapa? Pengacara Saka Tatal Beberkan Skenario Polisi Ternyata...

Pengacara Saka Tatal yakni Edwin Partogi Pasaribu mengatakan penyidik tak menjadikan hasil ekstraksi HP Vina sebagai alat bukti kasus kematian Vina dan Eky.
Jumat, 16 Agustus 2024 - 06:02 WIB
Esktraksi handphone Vina menunjukkan Vina berkomunikasi dengan dua sahabatnya Mega dan Widi
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara Saka Tatal yakni Edwin Partogi Pasaribu mengatakan penyidik tak menjadikan hasil ekstraksi handphone Vina sebagai alat bukti kasus kematian Vina dan Eky pada 2016. 

Bahkan ahli yang melakukan ekstraksi handphone Vina juga tidak dijadikan saksi ahli dalam persidangan, kenapa? ada rahasia apa di dalam handphone Vina?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Edwin mengatakan ekstraksi handphone Vina tersebut ada dalam berkas dokumen yang dikirimkan oleh Polda Jabar kepada Kajati Jabar pada 26 November 2016.

"Di dalam berkas ini terdapat data ekstraksi telepon. Telepon ini ada 5 telepon yang disita oleh penyidik ketika itu. Empat handphone tersangka, dan 1 handphone Vina. Handphone Vina tertulis jelas tipenya," ungkap Edwin.

Esktraksi handphone Vina menunjukkan Vina berkomunikasi dengan dua sahabatnya Mega dan Widi. (tvOne)

Di dalamnya ada bukti chat antara Vina dengan kedua sahabatnya, yaitu Widi dan Mega pada 27 Agustus 2016, di mana Vina dan Eky meninggal dunia. 

"Tetapi kalau saya baca berkas ini tanpa ada keterangan Mega dan Widi saya juga tidak akan faham, konteksnya apa? karena Mega dan Widi tidak menjadi saksi di 2016," katanya.

Lalu, Edwin mengatakan, mengapa Widi dan Mega serta bukti ekstraksi handphone Vina tidak dijadikan bukti di pengadilan?

Lebih lanjut Edwin mengatakan kenapa data ekstraksi dari handphone tersebut tidak dijadikan bukti dalam kasus kematian Vina?.

Karena, menurutnya, fakta ini (ekstraksi HP Vina dan keterangan Widi dan Mega) tidak mendukung skenario adanya peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan Vina, seperti yang dituduhkan sejak awal.

Menurutnya, penyidik tidak memasukkan alat bukti ekstraksi handphone Vina sebagai alat bukti, termasuk ahli yang melakukan ekstraksi handphone tidak dihadirkan sebagai saksi ahli di dalam persidangan.

"Hasil ekstraksi ini, laporan ini tidak pernah dijadikan bukti surat, juga tidak pernah ada yang melakukan ekstraksi ini dimintai keterangan sebagai ahli. Jadi memang tidak pernah dimaksudkan sebagai alat bukti oleh pihak kepolisian," bebernya.

Menurut Edwin, hal itu berbeda dengan perlakuan ahli lain, seperti dokter yang melakukan visum maupun autopsi, laporan hasil visumnya ada, kemudian dokter yang bersangkutan dimintai keterangan sebagai ahli dan dihadirkan di persidangan.

"Ekstraksi ini tidak pernah dijadikan bukti surat (alat bukti) yang melakukan ekstraksi juga tidak pernah dijadikan saksi sebagai ahli di persidangan," pungkasnya.

Dua Sahabat Vina Bongkar Fakta Baru

Sebelumnya, dua teman Vina, Widi dan Mega bongkar sebuah fakta baru kasus kematian Vina dan Eky yang terjadi 2016 silam.

Salah satu fakta baru yang diungkap Widi dan Mega, yaitu keduanya masih berkomunikasi dengan Vina tepat sebelum Vina dan Eky dinyatakan meninggal dunia.

Hal itu dibuktikan dengan hasil ekstraksi data handphone Vina. Di dalamnya terdapat bukti chat atau percakapan antara Vina dengan kedua sahabatnya.

Namun, ada perbedaan yang sangat mencolok antara Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kematian Vina dan Eky dengan pernyataan kedua sahabat Vina.

Berdasarkan keterangan kuasa hukum Iptu Rudiana, yakni Pitra Romadoni di dalam BAP terdapat keterangan saksi yang menyebut Vina dan Eky dikejar-kejar dan mengalami pemukulan sekitar pukul 21.30 WIB pada 27 Agustus 2016 silam.

Sementara berdasarkan keterangan Widi dan Mega, mereka masih berkomunikasi dengan Vina pada pukul 22.00 WIB malam itu.

Dalam ekstraksi data tersebut terdapat bukti chat antara Vina dengan kedua sahabatnya. Malam itu Vina masih mengirim pesan kepada Widi untuk mengajak bermain.

"Jadi tanggal 27 (2016) itu sempat telepon dulu, bukan aku yang telepon si Vina, tapi Vina telepon ke aku, hanya sekedar mengajak keluar untuk mengajak main," kata Widi dalam program Dua Sisi tvOne, Kamis (15/8/2024) malam.

"Kalau tawaran yang pertama kurang lebih jam 10 malam. Habis si Vina nelepon, dia SMS juga. SMS-nya hanya ngajak main saja kurang lebih jam 10 lewat," tambah Widi.

Lebih lanjut Widi dan Mega membeberkan chat Vina dengan mereka di malam sebelum kematian Vina dan Eky.

"'Mau enggak nanti dijemput' sama si Vina. Terus aku jawab, 'Enggak kamu aja, nanti aku dimarahi sama Gajol'" tambahnya.

Keterangan Widi dan Mega ini berbanding terbalik dengan keterangan saksi yang terdapat dalam BAP kasus kematian Vina dan Eky.

Dimana dalam BAP disebutkan Vina dan Eky mengalami penganiayaan pada pukul 21.30 WIB.

Sementara berdasarkan keterangan Widi dan Mega, Vina masih berkomunikasi dengan baik pada pukul 22.00 WIB. Dibuktikan dengan hasil ekstraksi data HP Vina.

Namun, Widi dan Mega ini tidak dijadikan saksi dalam kasus kematian Vina. Termasuk hasil ekstraksi HP Vina juga tidak dijadikan bukti dalam persidangan kasus ini pada 2016.(muu)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mabes Polri Memohon Maaf Atas Tewasnya Pelajar di Maluku Akibat Dianiaya Anggota Brimob

Mabes Polri Memohon Maaf Atas Tewasnya Pelajar di Maluku Akibat Dianiaya Anggota Brimob

Mabes Polri angkat bicara soal oknum Brimob, Bripka Masias Siahaya yang melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar berisial AT di Maluku.
Blak-blakan di Media Belanda! Patrick Kluivert Akui Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Tapi

Blak-blakan di Media Belanda! Patrick Kluivert Akui Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Tapi

Di depan media Belanda, Patrick Kluivert berbicara jujur tentang kegagalannya membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. Meski mengakui hasil akhirnya tak sesua
Usai Jadi Tersangka, Anggota Brimob yang Aniaya Pelajar Hingga Tewas Jalani Pemeriksaan Etik

Usai Jadi Tersangka, Anggota Brimob yang Aniaya Pelajar Hingga Tewas Jalani Pemeriksaan Etik

Masias terbukti telah menganiaya dua pelajar yakni AT (14) dan NK (15). Salah satu diantaranya meninggal dunia dengan pendarahan dibagian kepala.
Tolak Gaji Besar dari Yamaha, Francesco Bagnaia Dikabarkan Mendekat ke Aprilia karena Lebih Kompetitif

Tolak Gaji Besar dari Yamaha, Francesco Bagnaia Dikabarkan Mendekat ke Aprilia karena Lebih Kompetitif

Francesco Bagnaia dikabarkan lebih memilih gabung Aprilia meski ada tawaran besar dari Yamaha.
Cerita Unik Owner Persik Arthur Irawan Soal Karakter Rohit Chand: Tolak Fasilitas Mobil, Pilih Pakai Motor dari Kediri ke Surabaya

Cerita Unik Owner Persik Arthur Irawan Soal Karakter Rohit Chand: Tolak Fasilitas Mobil, Pilih Pakai Motor dari Kediri ke Surabaya

Pemilik Persik Kediri Arthur Irawan membagikan cerita unik soal pemainnya sekaligus rekan setim di Persija Jakarta Rohit Chand sebagai sosok yang sederhana.
Jay Idzes Bersinar di Serie A! Sassuolo Sikat Verona 3-0, Apa Isi Obrolan Rahasia dengan John Herdman Dua Minggu yang Lalu?

Jay Idzes Bersinar di Serie A! Sassuolo Sikat Verona 3-0, Apa Isi Obrolan Rahasia dengan John Herdman Dua Minggu yang Lalu?

Tak lama setelah pertemuan dengan John Herdman, Jay Idzes membuktikan kualitasnya di lapangan. Dalam laga kontra Hellas Verona, ia turun dan tampil konsisten sepanjang 90 menit.

Trending

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Langkah BEM UGM yang menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan meminta MBG dihentikan menuai respons keras dari Menteri HAM
Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo

Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo

Media Italia dibuat takjub dengan penampilan Jay Idzes saat Sassuolo menang 3-0 atas Hellas Verona. Kapten Timnas Indonesia itu tampil nyaris sempurna dan jadi kunci clean sheet Neroverdi.
Top 3 Timnas Indonesia: Taisei Marukawa Bela Skuad Garuda, 3 Pemain Jalani Naturalisasi, hingga Pemain Tolak Dinaturaliasi Kini Jadi Pembelian Terbaik Klub Inggris

Top 3 Timnas Indonesia: Taisei Marukawa Bela Skuad Garuda, 3 Pemain Jalani Naturalisasi, hingga Pemain Tolak Dinaturaliasi Kini Jadi Pembelian Terbaik Klub Inggris

Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia disibukkan dengan perburuan talenta melalui jalur naturalisasi. Simak rangkuman tiga berita terpopuler berikut ini.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT