GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Insiden Eksekusi Rumah, Putra Eks Menteri Soeharto Rasich Hanif Meninggal Dunia

Rasich Hanif, putra dari mantan Menteri Pekerjaan Umum era Presiden Soeharto, Radinal Mochtar, tutup usia setelah terlibat insiden dengan petugas
Senin, 16 September 2024 - 04:52 WIB
Rasich Hanif Putra Eks Menteri Soeharto, Meninggal Dunia Usai Insiden Eksekusi Rumah di Jakarta
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Rasich Hanif, putra dari mantan Menteri Pekerjaan Umum era Presiden Soeharto, Radinal Mochtar, tutup usia setelah terlibat insiden dengan petugas saat eksekusi rumahnya di Jalan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. 

Kejadian tragis ini terjadi saat Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjalankan eksekusi sesuai putusan pengadilan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut keterangan Djuyamto, Humas PN Jakarta Selatan, Hanif sempat adu argumen dengan petugas juru sita selama proses eksekusi. 

Tak lama setelahnya, Hanif mendadak tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada, namun sayangnya nyawanya tak tertolong.

"Ketika kondisinya memburuk, almarhum langsung dibawa ke RS Mayapada. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil," jelas Djuyamto dalam pernyataannya pada Minggu, (15/9/2024).

Djuyamto juga menegaskan bahwa Hanif meninggal bukan karena kekerasan fisik yang dilakukan petugas. 

"Tidak ada bentrokan fisik selama eksekusi berlangsung," ujarnya sambil menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Hanif.

Namun, kuasa hukum Hanif, Tubagus Noorvan, membantah klaim tersebut. Menurutnya, Hanif sempat mendapat pukulan di bagian dada selama terjadi keributan. 

Tubagus mengklaim memiliki rekaman yang menunjukkan adanya kekerasan tersebut.

"Saya melihat dalam rekaman, Hanif dipukul di dada, yang menyebabkan dia kehilangan kesadaran," tegas Tubagus, sambil menambahkan bahwa kliennya tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Tubagus juga mengungkapkan bahwa sengketa tanah yang melibatkan Hanif sudah berlangsung sejak tahun 1990-an. 

Hanif sempat memenangkan gugatan pada 1995, namun tetangganya kembali mengajukan gugatan pada 2011 dengan menggunakan dokumen yang diduga palsu.

"Tetangganya mengajukan gugatan dengan dokumen yang sudah terbukti palsu secara hukum. Seharusnya PN Jakarta Selatan menolak gugatan tersebut karena ada putusan inkrah dari tahun 1995," kritik Tubagus, yang berencana beraudiensi dengan Komisi III DPR RI untuk menindaklanjuti kasus ini.

Sementara itu, pihak Polres Metro Jakarta Selatan melalui Kasi Humas, AKP Nurma Dewi, menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kasus ini dari pihak keluarga Hanif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Belum ada laporan yang masuk," ungkap Nurma Dewi.

Kasus ini masih menunggu tindak lanjut dari berbagai pihak, dan publik menanti kebenaran di balik peristiwa yang memakan korban ini. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bikin John Herdman Senyum, Siapa Nama 5 Pemain Diaspora Baru yang Dipanggil ke Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2027?

Bikin John Herdman Senyum, Siapa Nama 5 Pemain Diaspora Baru yang Dipanggil ke Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2027?

Kabar gembira datang dari Timnas Indonesia, dimana John Herdman dikabarkan telah mengajukan lima pemain tambahan jelang Piala Asia 2027. Siapa nama-namanya?
Trending Topic: Dedi Mulyadi Bawa Kabar Gembira, Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat, hingga Omongan Khabib Nurmagomedov Terbukti

Trending Topic: Dedi Mulyadi Bawa Kabar Gembira, Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat, hingga Omongan Khabib Nurmagomedov Terbukti

Berikut rangkuman tiga berita terpopuler yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari kebiajakan baru Dedi Mulyadi hingga omongan Khabib Nurmagomedov.
Hasil Thailand Open 2026: Susah Payah Kalahkan Wakil Prancis, Amri/Nita Ikuti Jejak Jafar/Felisha ke Babak Kedua

Hasil Thailand Open 2026: Susah Payah Kalahkan Wakil Prancis, Amri/Nita Ikuti Jejak Jafar/Felisha ke Babak Kedua

Hasil Thailand Open 2026 sektor ganda campuran yang pertemukan pasangan Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo.
Nature Lifestyle Makin Booming, Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Tanaman dan Pasar Internasional

Nature Lifestyle Makin Booming, Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Tanaman dan Pasar Internasional

Tren nature lifestyle kini juga semakin dekat dengan generasi muda. Jika sebelumnya tanaman identik dengan aktivitas orang tua atau penghobi tertentu, kini tanaman menjadi
KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah

KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah

Pemuda Katolik akan melaksanakan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I Tahun 2026 bertema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan”.
Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Penanganan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki babak baru. 

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral