GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Calon Ketua MA Bicara Digitalisasi Lembaga Peradilan Indonesia di Masa Depan

Hakim Agung Kamar Perdata Mahkamah Agung, Prof. Dr. Haswandi berbicara terang-terangan terkait dengan digitalisasi lembaga Peradilan Indonesia di masa depan.
Selasa, 8 Oktober 2024 - 00:26 WIB
Hakim Agung Kamar Perdata Mahkamah Agung, Prof. Dr. Haswandi, S.H., S.E., M.Hum., M.M.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Digitalisasi telah menjadi kata kunci di hampir semua sektor kehidupan, termasuk di lembaga peradilan.

Di Indonesia, digitalisasi sistem peradilan bukan hanya sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memperbaiki efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas dalam administrasi hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, seperti halnya perubahan besar lainnya, digitalisasi juga menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius.

Sementara, salah satu manfaat utama digitalisasi adalah peningkatan efisiensi dalam pengelolaan perkara.

"Dengan beralih dari sistem analog ke sistem digital, kita dapat mempercepat proses administrasi dan dokumentasi," ujar Hakim Agung Kamar Perdata Mahkamah Agung, Prof. Dr. Haswandi, S.H., S.E., M.Hum., M.M., dalam keterangannya, Senin (7/10/2024). 

tvonenews

Sistem informasi manajemen peradilan yang terintegrasi membantu mengurangi beban kerja administratif dan meminimalkan risiko kesalahan manusia.

Hal ini pada gilirannya mempercepat pengolahan perkara dan mengurangi waktu tunggu untuk keputusan.

Lebih jauh lagi, digitalisasi meningkatkan transparansi dan aksesibilitas proses peradilan.

Sistem e-court yang memfasilitasi pengajuan dokumen secara online, pemantauan perkembangan kasus, dan akses terhadap salinan putusan secara elektronik, memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah terlibat dalam proses hukum.

Ini bukan hanya mempermudah akses bagi publik tetapi juga meningkatkan akuntabilitas lembaga peradilan.

Akan tetapi, di balik manfaat besar tersebut, terdapat tantangan signifikan yang harus dihadapi.

Salah satu tantangan utama adalah ketidakmerataan infrastruktur teknologi di seluruh Indonesia.

Banyak daerah, terutama di pelosok dan daerah terpencil, masih menghadapi keterbatasan dalam hal akses teknologi informasi dan komunikasi.

Ketimpangan ini dapat menciptakan kesenjangan dalam akses ke sistem peradilan digital, yang pada akhirnya mempengaruhi keadilan dan kesetaraan di seluruh negeri.

Selain itu, masalah keamanan siber menjadi perhatian utama. Berdasarkan laporan Government Accountability Office (GAO) Tahun 2024, berjudul "High Risk Series: Urgent Action Needed to Address Critical Cybersecurity Challenges Facing the Nation," ancaman terhadap infrastruktur kritikal, termasuk sistem peradilan, semakin meningkat.

Penyerang siber yang semakin canggih menargetkan data sensitif dan sistem vital, dan banyak lembaga peradilan masih menghadapi kesenjangan dalam kapabilitas keamanan siber mereka.

Kesenjangan ini termasuk kurangnya perangkat keras dan perangkat lunak yang mutakhir serta kekurangan pelatihan dan kesadaran di antara para aparatur.

Kurangnya koordinasi dalam penanganan insiden siber dan pengembangan kebijakan keamanan siber juga memperlambat respons terhadap ancaman.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkuat sistem keamanan siber dan meningkatkan koordinasi antara berbagai lembaga dan sektor peradilan di bawah Mahkamah Agung.

Digitalisasi lembaga peradilan di Indonesia adalah langkah penting menuju sistem peradilan yang lebih modern dan efisien.

Namun, untuk meraih manfaatnya secara maksimal, perlu mengatasi berbagai tantangan dan hambatan yang ada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pendekatan yang strategis dan komprehensif, harus memastikan bahwa digitalisasi membawa perubahan positif dalam sistem peradilan, meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keadilan di seluruh negeri.

"Ini adalah tantangan besar, tetapi dengan komitmen dan upaya bersama, dapat diwujudkan sistem peradilan yang lebih baik di masa depan," pungkasnya.(lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Karena Tulang Punggung Keluarga, Ini Alasan Utama Polisi Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith

Bukan Karena Tulang Punggung Keluarga, Ini Alasan Utama Polisi Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith

Polres Metro Tangerang Kota memilih mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith yang telah berstatus sebagai tersangka dugaan penganiayaan.
Hancur Lebur di ACL 2, Bojan Akui Mental Pemain Persib Terdampak

Hancur Lebur di ACL 2, Bojan Akui Mental Pemain Persib Terdampak

Bojan Hodak akui mental Persib terdampak usai kalah telak dari Ratchaburi di ACL 2. Namun ia optimistis Maung Bandung bangkit dan membalas di leg kedua demi tiket lolos.
Maraknya Kecelakaan di Jalan, Guru Besar UI Dorong Desain Jalan Berbasis Batas Kemampuan Manusia

Maraknya Kecelakaan di Jalan, Guru Besar UI Dorong Desain Jalan Berbasis Batas Kemampuan Manusia

Maraknya kecelakaan di jalan membuat Prof. Martha Leni Siregar memaparkan konsep Visi Nol Fatalitas sebagai upaya untuk mengurangi angka kecelakaan.
Polemik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Mensos Buka 'Biang Kerok' Penyebabnya

Polemik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Mensos Buka 'Biang Kerok' Penyebabnya

Polemik penonaktifan peserta BPJS Kesehatan pada sektor Penerima Bantuan Iuran masih bergulir.
Nathalie Holscher Tak Tahan Lagi, Sindir Teddy Pardiyana yang Ribut Warisan: Kerja!

Nathalie Holscher Tak Tahan Lagi, Sindir Teddy Pardiyana yang Ribut Warisan: Kerja!

Nathalie Holscher geram melihat ulah Teddy Pardiyana yang ribut soal warisan mendiang Lina Jubaedah. Ia beri sindiran keras agar Teddy tak menyusahkan orang.
Beli Perhiasan Mewah dari Adelle Jewellery Kini Semakin Mudah, Ada Promo Spesial BRI

Beli Perhiasan Mewah dari Adelle Jewellery Kini Semakin Mudah, Ada Promo Spesial BRI

Nikmati potongan langsung Rp250 ribu untuk setiap transaksi minimal Rp5 juta yang berlaku kelipatan, dengan pembayaran praktis menggunakan BRI Kartu Kredit, BRI Debit, atau QRIS BRImo di EDC BRI.

Trending

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Luke Vickery kabarnya sudah jalin komunikasi dengan pelatih John Herdman, publik Australia ikhlas jika sang striker memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Viral bayi tertinggal usai delay 5 jam Super Air Jet. Susu di bagasi ikut terbang, orang tua protes keras, maskapai akhirnya beri klarifikasi resmi.
Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Menkeu Purbaya menyatakan 3 bulan ke depan BPJS masih bisa berjalan normal, karena anggarannya ada Rp 59 T. Ternyata menyita perhatian PDIP
Pakar Nilai Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat Pelaku Investasi

Pakar Nilai Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat Pelaku Investasi

Ruby juga menegaskan hal tersebut terjadi dipicu juga oleh fakta bahwa regulasi belum selaras dengan teknologi yang ada.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT