News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dikenal Berprestasi Sejak Kecil, Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Ternyata Punya Masalah Ini di Sekolah

Setelah ramai diberitakan anak bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus, tersangka remaja 14 tahun berinisial MAS ternyata diketahui ada masalah ini disekolahnya.
Kamis, 5 Desember 2024 - 13:44 WIB
Foto Laawas Anak yang Bunuh Ayah Kandungnya
Sumber :
  • Tangkapan Layar/TikTok

Jakarta, tvOnenews.com - Anak bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus dikenal cerdas dan berprestasi di sekolahnya.

Diketahui anak bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus itu adalah remaja berusia 14 tahun berinisial MAS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi yang diterima, saat ini ia duduk di bangku SMA di salah satu sekolah swasta di Jakarta.

Sejak kecil MAS dikenal sebagai anak cerdas yang banyak menorehkan prestasi akademik.

Meski demikian, ternyata remaja 14 tahun itu memiliki masalah di sekolahnya selama ini.

Psikolog anak, Novita Tandry yang pernah bertanya langsung kepada MAS pun mengungkapkan bahwa meski berprestasi, diduga ada satu hal yang menjadi masalah remaja tersebut.

Informasi itu didapatkannya dari empat teman MAS yang berkomunikasi langsung dengannya.

"Jadi ada empat temannya yang hubungi saya lewat DM Instagram, empat orang ini sudah kenal dia dari kecil," kata Novita, dalam YouTube Metro TV judul 'Pelaku Kasus Keluarga di Lebak Bulus Dikenal Cerdas dan bersikap Sopan #HOTROOM', dikutip Kamis (5/12/2024).

Novita mengatakan empat teman yang menghubunginya ini sudah mengenal pelaku sejak SD, SMP, dan SMA.

Sama seperti kesimpulkan yang didapatkan oleh pihak kepolisian, MAS di mata teman-temannya adalah anak yang pintar dan berprestasi.

Selain itu, ia mengatakan remaja 14 tahun itu tidak pernah berperilaku kasar.

Bahkan, waktu SMP ia selalu berada di ranking 10 besar. Hal ini membuktikan bahwa MAS adalah anak yang berprestasi.

"Tidak ada sejarah dia membully atau dibully, tidak pernah melakukan kekerasan, anak yang cerdas, waktu SMP selalu ranking 10 besar," kata Novita menambahkan.

Meski demikian, satu hal yang mengganjal adalah ternyata MAS tidak masuk ke SMA yang diinginkannya.

Oleh karena itu, diduga anak itu merasa tertekan dan nilainya menurun jika dibandingkan dengan semasa SD dan SMP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tetapi memang, di SMA ini dia masuk bukan SMA yang dia inginkan, dia masuk di swasta. Jadi, nilainya merosot," ujarnya.

Meski demikian, Novita mengatakan sampai saat ini dirinya sebagai psikolog belum mendapatkan kesimpulan soal kasus anak bunuh ayah dan nenek tersebut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral