Anak Bunuh Ayah dan Nenek Sudah 4 Kali ke Psikiater, Misteri Motif Pembunuhan di Lebak Seolah Terungkap, Polisi Beberkan...
- Dok. Istimewa | Pexels/Fernando Paleta
"Bercerita, harusnya ayah sudah bisa promosi, ayah bekerja di bagian IT tapi saat ini belum naik jabatan," kata Ade.
Menurut sang ibu, yang diceritakan kepada anaknya itu, jika ayahnya naik jabatan tentunya akan meningkatkan perekonomian keluarga.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa ibunya beberapa kali bercerita kepada MAS tentang liburan keluarga.
"Dia juga pernah bercerita bahwa akan diajak liburan oleh sang ayah, tapi tiba-tiba tidak jadi," lanjutnya.
Di dalam curhatan tersebut, sang ibu berpikir bahwa sebaiknya uang keluarga digunakan untuk keperluan lain yang jauh lebih penting.
"Tidak usahlah, kata ibu, lebih baik uangnya digunakan hal lain," jelas Ade.
Meski telah mengetahui beberapa fakta baru dari keterangan MAS, pihak Polres Metro Jakarta Selatan masih belum bisa menarik kesimpulan.
Saat ini, siswa SMA itu sudah dipindahkan dari Mapolres Jakarta Selatan ke Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS) milik Kementerian Sosial (Kemensos).
Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kasus anak bunuh ayah dan nenek kandungnya sendiri di Lebak Bulus.
Pelaku MAS (14) dengan tega menghabisi nyawa sang ayah APW (41) dan neneknya RM (62) dengan cara ditusuk. Bangkan sang ibu juga menderita luka serius dan masih menjalani perawatan.
Kabar itu juga cukup mengejutkan salah satu orang yang mengenal MAS, yaitu guru lesnya.
Melansir dari X atau Twitter, terlihat cuitan akum @saya160560 yang mengaku sebagai guru les MAS.
Ia seolah menyebutkan gelagat mencurigakan MAS. Ia mengatakan MAS adalah siswa yang pendiam.
"Saya kenal ini anak kalau di kelas saya dia ini pintar, dan agak pendiam," cuitnya.
Akun tersebut juga sempat memperhatikan sikap MAS yang kerap lesu tanpa semangat belajar.
"Padahal setiap kali saya tanya beliau bisa menjawab dengan baik," lanjutnya.
Ia juga menuliskan bahwa MAS diminta oleh orangtuanya untuk berkuliah di Universitas Indonesia.
Guru les MAS itu mengaku sudah pernah bertemu langsung dengan orangtua MAS.
"Ini diungkapin orangtua langsung ke saya di awal Oktober. Bahkan saya masih ingat orangtuanya ini bahkan membawa hasil psikolog si anak ke saya," jelasnya.
Load more