News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelaku Pembunuhan Karyawan Koperasi Berencana Masukkan Jasad ke Septic Tank Sedalam 2 Meter seperti Jasad Istrinya pada 2022 Lalu

Pelaku pembunuhan terhadap karyawan koperasi berinisial SP berencana memasukkan korban ke dalam septic tank.
Kamis, 6 Februari 2025 - 09:49 WIB
Karyawan Koperasi Pantura tewas dicekik nasabahnya saat menagih utang
Sumber :
  • M. Supyan Limpong-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Sunardi (44) pelaku pembunuhan terhadap karyawan koperasi berinisial SP (22) berencana memasukkan korban ke dalam septic tank.

Sebelumnya hal tersebut juga pernah dilakukan pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu terhadap istri keduanya yang berinisial A (51) pada November 2022 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa mengatakan niat jahat itu rencananya akan dilakukan Sunardi untuk menghilangkan jejak pembunuhannya.

Agar sukses menghilangkan jejak pembunuhannya, Sunardi juga menyembunyikan sepeda motor milik korban di penitipan sepeda motor.

tvonenews

Akan tetapi, rencana memasukkan korban ke dalam septic tank sedalam 2 meter itu gagal dilakukan.

Pasalnya, rumah Sunardi didatangi oleh keluarga korban dan warga yang mencari keberadaan SP. 

“Sebenarnya dia juga ingin memasukkan korban SP ini ke septic tank namun belum sempat dimasukkan kesana karena ada saudara yang mencari,” kata Mustofa kepada wartawan, Rabu (5/2/2025).

Keluarga dan warga yang menggerebek rumah Sunardi kemudian menemukan jasad SP di dalam kamar ditutupi oleh kasur.

“Jadi sementara dia simpan di bawah springbed,” tutur Mustofa.

Diketahui aksi pembunuhan yang dilakukan Sunardi terjadi saat SP menagih utang koperasi. 

Karyawan Koperasi Pantura tewas dicekik nasabahnya saat menagih utang
Karyawan Koperasi Pantura tewas dicekik nasabahnya saat menagih utang
Sumber :
  • M. Supyan Limpong-tvOne

 

Berdasarkan pengakuan Sunardi kepada polisi, dirinya memiliki utang kepada Koperasi Pantura sebanyak Rp2,7 juta.

“Tapi dia harus mengembalikan sebanyak Rp4 juta. Itu dicicil Rp115 ribu selama 10 bulan,” ucap Mustofa.

Saat ditagih oleh SP, pelaku tidak memiliki uang untuk membayar. Namun, SP tetap meminta pelaku untuk segera membayarkan utangnya karena sudah lewat tempo.

Karena merasa tertekan, pelaku kemudian mencekik korban dari belakang menggunakan kerudung yang sedang dipakai oleh korban hingga akhirnya korban meninggal dunia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini polisi masih menyelidiki ada atau tidaknya tindakan seksual yang dilakukan oleh Sunardi setelah menghabisi nyawa korban.

“Nanti itu kan hasil autopsi yang menunjukan apakah ada unsur kekerasan seksual atau apa,” tutupnya. (msl/nsi) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 
Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap caddy golf bukan pejabat publik, tetapi pekerja wiraswasta.
Jadwal Piala Dunia Tanggal 28 Juni 2026: Ada Laga Big Match Portugal dan Argentina di Minggu Pagi!

Jadwal Piala Dunia Tanggal 28 Juni 2026: Ada Laga Big Match Portugal dan Argentina di Minggu Pagi!

Di tengah sengitnya atmosfer persaingan di tanah Amerika Utara, perhatian utama pencinta sepak bola dunia tertuju pada dua tim raksasa, Portugal dan Argentina.
Ancaman Mengerikan Ari Lasso Jika Dearly Joshua Selingkuh, Singgung Soal Kematian Sampai Ditegur Luna Maya

Ancaman Mengerikan Ari Lasso Jika Dearly Joshua Selingkuh, Singgung Soal Kematian Sampai Ditegur Luna Maya

Kisah asmara musisi Ari Lasso dan Dearly Joshua kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan sang penyanyi dalam sebuah obrolan podcast viral di media sosial.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral