GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Lina Mukherjee Diperas Oknum Pengadilan Gara-gara Kasus Makan Babi Bilang Bismillah: Hukumanku Lebih Berat dari Koruptor

Selebgram Lina Mukherjee akhirnya keluar penjara atas kasus penistaan agama gara-gara dirinya makan babi sambil bilang 'Bismillah'. Ia mengungkapkan fakta ini.
Selasa, 11 Februari 2025 - 18:45 WIB
Pengakuan Lina Mukherjee Diperas Oknum Pengadilan Gara-gara Kasus Makan Babi Bilang Bismillah
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube @Grace Tahir

Jakarta, tvOnenews.com - Selebgram Lina Mukherjee akhirnya keluar penjara atas kasus penistaan agama gara-gara dirinya makan babi sambil bilang 'Bismillah'.

Kasus makan babi tersebut membuat Lina Mukherjee harus mendekam di penjara di Palembang selama dua tahun tiga bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenang masa-masa kelamnya, Lina Mukherjee mengungkapkan peristiwa mengejutkan selama dirinya di proses di pengadilan.

Ia mengatakan saat kasusnya diproses, Lina Mukherjee sempat dimintai uang oleh oknum sampai ratusan juga.

"Dikasih tahu, di sini tuh ada lho, orang. Kalau kamu ngasih ini nanti hukuman kamu ringan," kata Lina, di podcast Grace Tahir, dikutip Selasa (11/2/2025).

Akhirnya, ia dan asistennya sempat menyiapkan uang sampai ratusan juta agar kasusnya dapat berjalan dengan lancar.

Namun, ujung-ujungnya selebgram tersebut tetap harus mendekam di penjara dalam waktu yang lama.

"Jujur ya, pertama kali aku dapat vonis segitu, itu hampir enggak bisa berdiri sih," kata dia.

Selama dipenjara dan akhirnya keluar, ia kerap mendapatkan hujatan bahwa ia telah melakukan penistaan agama.

Ia mengakui memang telah melakukan kesalahan dan perlu bertanggung jawab. Namun, menurut dia ada yang lebih nista dari perbuatannya.

"Kalau kita bicara nista, orang korupsi itu disumpah Al Quran, Alkitab, sesuai dengan agama kepercayaan masing-masing, dia itu lebih nista dari saya," katanya.

Lina menceritakan, saat itu ia dihukum karena makan babi sebelumnya bilang bismillah.

Di penjara ia ditempatkan di dekat para pelaku korupsi yang telah merugikan negara sampai miliaran.

"Saya waktu masuk lapas kan sebelah saya orang korupsi semua ya. 7 M, 10 M. Hukumannya malah lebih rendah dari aku, lho. Ada yang 1 tahun 5 bulan," ungkapnya.

Selain dipenjara 2 tahun 3 bulan, ia juga dikenai denda sampai Rp250 juta.

Sejujurnya, dirinya merasa tak terima karena merasa hukuman yang didapatkannya lebih besar dari koruptor.

"HUkumanku berat banget lho. Karena kan, kalau kita bisa minta maaf itu kan, makan (babi) itu kan berarti urusan kita kepada Tuhan ya. Harusnya aku bertaubat kepada Tuhan yang Maha Esa," kata dia.

Sementara para koruptor telah merugikan negara dan membuat rakyat kecil menderita.

"Jadi saat itu, Tuhan, aku benar-benar sampai ya Allah, dosaku itu seberapa ya, kok aku sampai segininya," tuturnya.

Terkait kasus penistaan agama yang menimpanya, sebenarnya dia bersedia dihukum.

Namun, menurutnya 2 tahun 3 bulan terlalu lama apalagi jika dibandingkan dengan para koruptor.

"Kalaupun dihukum 3 bulan, 7 bulan atau 1 tahun lah paling banter. Mungkin saya masih kayak ya udahlah aku harus bertanggung jawab. (Ini) 2 tahun 3 bulan dengan denda Rp250 juta. Unbelievable," katanya lagi. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apa Penyebab Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks? Ini Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Pemain

Apa Penyebab Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks? Ini Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Pemain

Ko Hee-jin resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Red Sparks setelah terseret persoalan di internal tim. Kasus tersebut bermula dari dugaan tindakan.
Hasil AVC Women's Continental 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Kena Comeback Iran, Angkat Koper di Perempat Final

Hasil AVC Women's Continental 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Kena Comeback Iran, Angkat Koper di Perempat Final

Hasil AVC Women's Continental 2026 babak perempat final yang mempertemukan Timnas Voli Putri Indonesia menghadapi Iran berlangsung pada hari Jumat 28 Agsutus.
Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Pertamina Eco RunFest terus memperkuat inisiatifnya sebagai event berkelanjutan. Prinsip-prinsip ramah lingkungan menjadi fondasi dan jiwa rangkaian kegiatan Eco RunFest 2026.
Mencekam! Penumpang KRL Diminta Tutup Tirai dan Menunduk Buntut Ketegangan di Slipi-Petamburan

Mencekam! Penumpang KRL Diminta Tutup Tirai dan Menunduk Buntut Ketegangan di Slipi-Petamburan

Dalam video viral di media sosial, penumpang Commuter Line (KRL) diminta menutupi kaca & menunduk di tengah bentrokan aksi demo 27 Agustus di Slipi-Petamburan.
TNI AU Ungkap Alasan Pesawat Tempur Lalu-lalang di Jakarta Hari Ini: Persiapan Flypast Merdeka Run

TNI AU Ungkap Alasan Pesawat Tempur Lalu-lalang di Jakarta Hari Ini: Persiapan Flypast Merdeka Run

Munculnya sejumlah pesawat tempur yang melintasi langit Jakarta dipastikan sebagai bagian dari rangkaian latihan para penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU). 
Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Bisa Turunkan Skuad Terbaik

Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Bisa Turunkan Skuad Terbaik

Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, 28 September 2026. Duel panas ini jadi sorotan utama.

Trending

Siap Garuda Calling, Pemain yang Buat Heboh Kasta Teratas Eropa Tak Sabar Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia

Siap Garuda Calling, Pemain yang Buat Heboh Kasta Teratas Eropa Tak Sabar Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpotensi mendapat amunisi berharga dari salah satu pemain keturunan yang bersinar di kasta teratas Eropa. Adalah Joseph Simatupang Ferguson.
Kerusuhan di Pejompongan, Wali Kota Jakpus Bongkar Fakta Bahwa Massa Ternyata Bukan Warga Setempat

Kerusuhan di Pejompongan, Wali Kota Jakpus Bongkar Fakta Bahwa Massa Ternyata Bukan Warga Setempat

Arifin mengatakan dirinya sempat berbincang dengan sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Dari pembicaraan tersebut, diketahui ada massa yang berasal dari daerah lain
Langkah Pemerintah Naikan Anggaran Penanganan Bencana Tuai Respons Positif

Langkah Pemerintah Naikan Anggaran Penanganan Bencana Tuai Respons Positif

Pemerintah berencana menaikkan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada APBN 2027 menjadi berkisar Rp1 triliun.
Ternyata Ini Alasan Ruben Onsu Belum Ditahan, Artis yang Tersangkut Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Ternyata Ini Alasan Ruben Onsu Belum Ditahan, Artis yang Tersangkut Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Kasus Ruben Onsu menjadi sorotan, yang dilaporkan pada 2025. Polisi meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada 25 April 2026.
Kondisi Terkini Lalu Lintas di Sekitar DPR Pasca Kerusuhan Semalam

Kondisi Terkini Lalu Lintas di Sekitar DPR Pasca Kerusuhan Semalam

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konsentrasi massa sempat berada di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto, khususnya kawasan Halte Petamburan hingga jalan layang Slipi.
Viral, Walikota Jakpus Turun ke Lokasi Demo, Ajak Warga Menjaga Jakarta Tetap Aman

Viral, Walikota Jakpus Turun ke Lokasi Demo, Ajak Warga Menjaga Jakarta Tetap Aman

Dalam video tersebut, Arifin menyematkan pesan bijak setelah demo agar warga bisa menjaga bersama.
Hingga Jumat Dini Hari, Massa Masih Berkerumun di Sekitar Slipi

Hingga Jumat Dini Hari, Massa Masih Berkerumun di Sekitar Slipi

Hingga Jumat,  pukul 03.00 WIB, massa masih berkerumun di sejumlah titik sekitar Slipi dan Petamburan, Jakarta, setelah aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Selengkapnya

Viral