Tutup Menu
LIVESTREAM
Artikel
63.000 prajurit TNI dikerahkan jadi tracer kontak erat COVID-19
Sumber :
  • ANTARA FOTO

TNI Kerahkan 63.000 Prajurit Lacak Kontak Erat COVID-19

Senin, 26 Juli 2021 - 15:42 WIB
Oleh :

Jakarta, 26/7 - Sebanyak 63.000 prajurit TNI dikerahkan menjadi tenaga pelacak (tracer) orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19. "Pengerahan itu merupakan upaya TNI membantu pemerintah meningkatkan rasio tracing (pelacakan) sehingga penyebaran COVID-19 dapat cepat terkendali" kata Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat jumpa pers di Jakarta, Senin (26 Juli 2021).

Setidaknya ada dua cara pelacakan yang akan ditempuh TNI dalam melacak mereka yang kontak erat dengan pasien COVID-19, yaitu cara manual dan digital. Pelacakan secara digital akan jadi langkah pertama yang dilakukan para tracer dari TNI.

Para prajurit yang bertugas sebagai tracer nantinya akan menerima pemberitahuan/notifikasi dari Dinas Kesehatan di masing-masing wilayah, kemudian petugas akan menghubungi dan mewawancarai warga lewat aplikasi pengirim pesan Whatsapp atau telepon. Namun, jika cara digital itu tidak dapat dilakukan, maka para tracer yang di antara merupakan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), akan langsung mendatangi rumah-rumah warga yang dicurigai sebagai kontak erat pasien COVID-19 dan melakukan wawancara.

Nantinya setelah wawancara, para anggota tracer akan melapor ke Puskesmas di tingkat desa. Laporan itu diteruskan ke Dinas Kesehatan di tiap kabupaten/kota dan provinsi, kemudian ke tingkat pusat agar dapat masuk ke laporan nasional, terang Panglima TNI. Terkait dengan pelaksanaan tracing secara digital, Panglima TNI menyampaikan anggotanya telah mendapatkan pelatihan secara virtual. Dalam pelatihan itu, para anggota TNI mempelajari cara kerja aplikasi Silacak yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan RI.

Di samping pelatihan, TNI juga telah menggelar simulasi pelacakan kontak erat pasien COVID-19 secara digital. Tidak hanya anggota TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan 7.000 tracer tambahan.

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Mengenal Ali Kalora Suksesor Santoso

Mengenal Ali Kalora Suksesor Santoso

Ali Kalora bernama asli Ali Ahmad. Ia memimpin MIT Poso usai Santoso tewas dalam kontak tembak dengan petugas Satgas Operasi Tinombala Polri dan TNI pada 25 Juli 2016 lalu.
Pemain MU Kompak Ikuti Diet Cristiano Ronaldo

Pemain MU Kompak Ikuti Diet Cristiano Ronaldo

"Tak ada lagi pemain yang makan sesukanya atau mengambil makanan sebelum melihat Ronaldo memilih menunya," ujar Grant.
Bayern Pesta Tujuh Gol Tanpa Balas Lumat VfL Bochum

Bayern Pesta Tujuh Gol Tanpa Balas Lumat VfL Bochum

Bayern Muenchen menggelar pesta gol tanpa balas kala melumat VfL Bochum 7-0 dalam laga pekan kelima Liga Jerman di Stadion Allianz Arena
Bagnaia Raih Pole MotoGP San Marino

Bagnaia Raih Pole MotoGP San Marino

Dengan catatan 1:31,065 Bagnaia mengklaim pole position ketiganya musim ini, mengalahkan lap terbaik sebelumnya yang dicatatkan Maverick Vinales (1:31,077) ketika masih membalap untuk Yamaha.
1.500 Personel TNI-Polri Amankan PON XX di Mimika

1.500 Personel TNI-Polri Amankan PON XX di Mimika

Sebanyak 1.500 personel TNI dan Polri akan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Kabupaten Mimika.
4

4 "Turis" SpaceX Bermain Ukulele di Ketinggian 585 KM

Roket Falcon 9 SpaceX yang resmi meluncur ke orbit dengan membawa empat awak sipil berhasil mencapai ketinggian 585 kilometer. Keempat awak sipil tersebut bermain ukulele.
Trending
Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Ini Barang Bukti yang Sudah Dikumpulkan Polisi

Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Ini Barang Bukti yang Sudah Dikumpulkan Polisi

Sejauh ini polisi sudah menyita banyak barang bukti dari tempat kejadian perkara yang berlokasi di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Lebih Dekat dengan Mimin, Istri Muda di Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Subang

Lebih Dekat dengan Mimin, Istri Muda di Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Subang

Mimin justru mengaku tak ada masalah dengan Tuti maupun Amalia dan mengklaim tak pernah bertemu dengan kedua korban.
Aneh, Banyak Air dan Cairan Pembersih di TKP Pembunuhan Ibu-Anak Subang

Aneh, Banyak Air dan Cairan Pembersih di TKP Pembunuhan Ibu-Anak Subang

Dari dokumen yang secara eksklusif diterima tvOnenews.com, disebutkan sejumlah ruangan dalam keadaan basah dan tergenang air.
Terungkap! Kendaraan yang Digunakan Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Terungkap! Kendaraan yang Digunakan Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Dari analisis CCTV, diketahui bahwa ada dua kendaraan yang dipakai terduga pelaku pembunuhan. Yakni Toyota Avanza berwarna putih dan Yamaha Nmax berwarna biru.
Setelah Dibunuh, Akun Medsos Amel Nonaktif, kok Bisa?

Setelah Dibunuh, Akun Medsos Amel Nonaktif, kok Bisa?

Setelah kematian Amalia Mustika Ratu (23) dan ibunya, Tuti Suhartini (55), akun media sosial milik Amel, yakni Instagram, langsung nonaktif. Ternyata ada seseorang yang sengaja melakukannya.
Penganiaya Muhammad Kece Diduga Irjen Napoleon Bonaparte

Penganiaya Muhammad Kece Diduga Irjen Napoleon Bonaparte

Penganiayaan yang diterima tersangka kasus dugaan penistaan terhadap agama, Muhammad Kosman alias Mohammad Kece, akhirnya terungkap. Terlapor adalah jenderal bintang dua.
Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Kenapa Polisi Periksa Yosep dan Yoris Berulang Kali?

Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Kenapa Polisi Periksa Yosep dan Yoris Berulang Kali?

Baik Yosep dan Yoris mengakui, hubungan Tuti sebagai istri tua dengan Mimin yang merupakan madunya, tidak harmonis. Terutama masalah pengelolaan keuangan yayasan.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
One Pride Mixed Martial Art
00:00 - 01:00
Kabar Hari Ini
01:00 - 01:30
Ragam Perkara
Selengkapnya