Viral, Detik-detik Menegangkan Ibu-ibu Papua Barat Selamatkan Dua Anak Perempuan Dugaan Korban Penyekapan dan Pencabulan oleh Polisi di Pos Jaga Pasar Baru Kaimana
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Sebuah video viral di media sosial dengan merekam aksi sekelompok warga yang bermayoritaskan ibu-ibu menggeruduk Pos Jaga Pasar Baru Kaimana, Papua Barat.
Video tersebut turut diunggah akun X @neVerAl0nely dengan deskripsi ‘Anggota polisi di Kaimana Diduga Sekap & C4buli Dua Anak di bawah umur di Pos Jaga’.
“NETIZEN +62 WAKTUNYA BEKERJA ADA OKNUM POLISI YANG DI DUGA NAKAL,” tulis cuitan yang diunggah pada Sabtu (22/2/2025).
“Keluarga korban menduga, selama dalam penyekapan, anak-anak tersebut mengalami kekerasan fisik serta pelecehan seksual,” sambung deskripsi itu.
Dalam unggahannya akun tersebut turut memberri deskripsi video aksi warga yang menggeruduk Pos Jaga tersebut.
Dalam rekaman video tersebut sejumlah ibu geram terhadap adanya dugaan penyekapan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum polisi setempat.
“Oh tidak bisa itu harus dihukum seadil-adilnya itu anak dibawah umur,” kata ibu berbaju putih.
“Kita percayakan kamu sebagai pak polisi yang mengamankan kami masyarakat. Kami punya adik-adik,” jelas wanita yang geram.
Menanggapi peristiwa ini, Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim mengungkapkan bahwa personel yang diduga melakukan perbuatan tersebut telah diamankan.
“Personel berinisial MEP yang sempat melarikan diri, kini telah diamankan oleh Bidpropam Polda Papua Barat,” kata Abdul, dalam keterangan akun X @Divpropam, pada Minggu (23/2/2025).
Kemudian Abdul menegaskan bahwa proses hukum terhadap yang bersangkutan terus berjalan, baik dalam aspek tindak pidana maupun pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP).
“Kami menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan dan tegas,” terangnya.
Lebih lanjut Jenderal Polisi Bintang Dua ini menerangkan bahwa Polri menjamin perlindungan bagi perempuan dan anak dari segala bentuk kejahatan.
“Kami tekankan tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan seksual. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan secara berkala,” ucap Abdul. (ars/raa)
Load more