News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Band Sukatani Sukses Manggung Lagi Selama 45 Menit di Yogyakarta Usai Polemik Lagu Bayar Bayar Bayar, Padahal Informasi Konsernya Diumumkan Sehari Sebelum Acara

Band Sukatani sukses manggung lagi selama 45 menit di Yogyakarta pada Selasa (25/2/2025) usai polemik lagu berjudul Bayar Bayar Bayar viral.
Rabu, 26 Februari 2025 - 10:12 WIB
Band Sukatani Sukses Manggung Lagi Selama 45 Menit di Yogyakarta Usai Polemik Lagu Bayar Bayar Bayar
Sumber :
  • Andri Prasetiyo-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Band Sukatani sukses manggung lagi selama 45 menit di Yogyakarta pada Selasa (25/2/2025) usai polemik lagu berjudul Bayar Bayar Bayar viral di media sosial.

Pang Bathoro dari Komunitas Tulang Panggung mengatakan antusiasme masyarakat yang menonton Band Sukatani cukup besar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, menurut dia, informasi konser baru diumumkan lewat sosial media sehari sebelum acara digelar di Kedai Kopi Ultra, Kaliurang. 

Meski diumumkan satu hari sebelumnya, antrean sudah mengular hingga puluhan meter. Adapun harga tiketnya dibanderol Rp35 ribu saja.

"Berapa ratusan enggak ngitung, tapi kapasitas venue 600 orang. Total yang datang 1.200 (orang)," kata Pang, Selasa (25/2/2025).

Di konser itu, band yang terdiri dari Muhammad Syifa Al Luthfi sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyati sebagai vokalis itu membawakan sejumlah lagu.

Akan tetapi, lagu Bayar Bayar Bayar yang sebelumnya viral karena disebut-sebut mengkritik polisi tidak dinyanyikan lantaran Band Sukatani diberi kebebasan oleh penyelenggara untuk pemilihan lagunya. 

"Kalau untuk itu (Bayar Bayar Bayar) kita kembalikan lagi ke Band Sukatani-nya. Kita enggak mau ada tekanan. Mereka mau bawain atau enggak enggak masalah. Jadi kalau mereka mau bawain oke, kalau enggak kita enggak masalah," jelas dia. 

Dalam acara ini, ada band lain juga yang tampil seperti Megatruh Soundsystem, Cold Dealin dan Vivacity.

Adapun Pang menyebut digelarnya konser ini bukan untuk mencari keuntungan semata melainkan sebagai bentuk dukungan kepada Band Sukatani atas polemik yang terjadi akhir-akhir ini. 

"Alasannya (mengundang Sukatani) karena kami bersama komunitas di Jogja sangat men-support Sukatani. Apa yang telah terjadi sama Sukatani kita support," kata dia. 

Pihaknya mengaku membutuhkan effort lebih untuk mengundang Sukatani. 

Akan tetapi, karena tujuannya untuk mendukung sesama komunitas, maka Band Sukatani dengan senang hati menerima tawaran manggung ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbicara soal izin dari kepolisian, Pang menyebut tidak ada kendala sama sekali.

"Izinnya dipermudah. Enggak ada intervensi, enggak ada intimidasi dari teman-teman kepolisian. Jadi dipermudah. Sejauh ini bisa lihat kita enggak ada sama sekali (intervensi)," pungkasnya. (apo/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta RT dan RW memperkuat pendataan warga termasuk penghuni rumah kos dan kontrakan.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Selengkapnya

Viral