News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lagu Bayar Bayar Bayar Diberedel, Sukatani Alami Kerugian Segini

Lagu bayar bayar bayar masih tersimpan di benak sebagian publik. Pasalnya, lagu dari band Sukatani itu diduga diberedel.
Senin, 3 Maret 2025 - 20:46 WIB
Band Sukatani.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Lagu bayar bayar bayar masih tersimpan di benak sebagian publik. Pasalnya, lagu dari band Sukatani itu diduga diberedel. 

Isu itu pun menyebar di media sosial, dan mnuai tanggapan dari publik. Hingga, sampai saat ini,  tagar Kami Bersama Sukatani masih menghiasi jagat maya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini tak lain ada rasanya kekesalan publik, imbas pelarangan lagu Bayar Bayar Bayar milik band punk asal Purbalingga ini masih jadi murka bersama.

Bukan sebagian publik saja yang masih marah dengan hal ini, Sukatani juga merasakan hal yang sama. 

Hal ini membuat mereka pun akhirnya memberikan klarifikasi cukup panjang, yang menjelaskan keadaan 'mencekam' kemarin berikut dengan kerugian yang dialami.

"Kami dalam keadaan baik namun masih dalam proses recovery pasca kejadian bertubi yang selama ini kami hadapi sejak Juli 2024 lalu. Tekanan dan intimidasi dari Kepolisian terus kami dapatkan, hingga akhirnya video klarifikasi atas lagu yang berjudul Bayar Bayar Bayar kami unggah melalui media sosial. Kejadian tersebut membuat kami mengalami berbagai kerugian baik secara materil maupun nonmateriil," ucap Sukatani, dikutip dari Instagramnya, Minggu (2/3/2025).

Tak sampai di situ saja, pemecatan Novi atau Twister Angel sang vokalis sebagai guru pun dianggap tanpa landasan yang jelas.

Mereka menjelaskan bahwa pemecatan Novi dilakukan tanpa memberikan ruang dan kesempatan pembelaan diri, alias sepihak saja.

Sukatani pun membeberkan fakta lain bahwa mereka tak pernah diberitahu penjelasan pelanggaran berat yang membuat Novi dipecat.

"Bahkan, dalam surat pemecatan yang diterima sama sekali tidak menjelaskan apakah keikutsertaan Twister Angel sebagai personel Sukatani sebagai pelanggaran berat," beber Sukatani.

Ada lagi, Sukatani juga menjelaskan keputusannya saat ini bergabung dengan Lembaga Bantuan Hukum daerah setempat.

Di samping itu, Pakar Manajemen Kebijakan Publik, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo menilai, polemik Sukatani merupakan tanda polri belum siap terima kritik. Di mana hal ini merujuk terkait polemik pencabutan lagu Sukatani, berjudul “Bayar, Bayar, Bayar” pada Jumat, 14 Februari 2025.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, personel Sukatani menyampaikan pengumuman penarikan tersebut melalui akun media sosial sekaligus permintaan maaf kepada Institusi Kepolisian. 

Hal tersebut memunculkan opini publik yang negatif terhadap kepolisian yang dinilai anti-kritik dan melakukan pembredelan seni.

“Walaupun personel sudah meminta maaf, publik paham bahwa kemungkinan itu karena intimidasi dari aparat polisi,” ujar Prof Wahyudi seperti dilansir dari laman UGM, Senin (3/3/2025).

Tak hanya itu saja, Wahyudi menyebutkan, kebebasan berekspresi telah dijamin dalam konstitusi, yakni UU 39/1999 dan Undang-Undang 9/1998. 

Namun, aparat kepolisian belum memahami esensinya.  

Menurutnya, band Sukatani menciptakan lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ tersebut sebagai bentuk kritik terhadap kinerja kepolisian selama ini. 

Bahkan, hampir seluruh lirik merepresentasikan keresahan publik terhadap oknum-oknum polisi yang melakukan pungutan liar (pungli).

“Seharusnya kepolisian mengembang tanggung jawab untuk mengayomi dan menjaga keamanan sipil,” ungkap Prof Wahyudi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Prof Wahyudi, kebebasan berpendapat tidak seharusnya ditentang oleh institusi. Bahkan sebuah kritik sepatutnya dijadikan masukan untuk memperbaiki kinerja institusi bagi masyarakat.

“Sangat disayangkan kasus band Sukatani justru memberikan gambaran bahwa institusi belum mampu merespon kritik masyarakat yang membangun,” ungkap Prof Wahyudi. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Megawati Hangestri Tampil Beda! Tinggalkan Jersey No.8, Beralih Gunakan Nomor Punggung 88 di Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Tampil Beda! Tinggalkan Jersey No.8, Beralih Gunakan Nomor Punggung 88 di Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri dipastikan tidak akan mengenakan nomor punggung favoritnya saat memulai petualangan baru bersama Hyundai Hillstate di V League 2026/2027.
Pesawat Pembawa 7 Penumpang Diduga Dibakar KKB di Bandara Ipdeheik Papua

Pesawat Pembawa 7 Penumpang Diduga Dibakar KKB di Bandara Ipdeheik Papua

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan buka suara soal insiden terbakarnya Pesawat AMA PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis (2/7/2026).
Usai Pertemuan di Istana, Prabowo Siap Balas Kunjungan Presiden Lukashenko ke Belarus

Usai Pertemuan di Istana, Prabowo Siap Balas Kunjungan Presiden Lukashenko ke Belarus

Presiden RI, Prabowo Subianto memastikan akan melakukan kunjungan balasan ke Belarus setelah menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).
Harga Daging Ayam Ras di Probolinggo Turun karena MBG Berhenti Sementara saat Libur Sekolah

Harga Daging Ayam Ras di Probolinggo Turun karena MBG Berhenti Sementara saat Libur Sekolah

Pedagang berharap program MBG belum kembali berjalan dalam waktu dekat agar harga ayam tetap terjangkau dan penjualan di pasar tetap ramai.
6 Zodiak Paling Beruntung dalam Cinta Besok 3 Juli 2026: Cancer Makin Mesra, Libra Dipenuhi Kejutan Manis

6 Zodiak Paling Beruntung dalam Cinta Besok 3 Juli 2026: Cancer Makin Mesra, Libra Dipenuhi Kejutan Manis

6 zodiak paling beruntung dalam cinta besok, 3 Juli 2026 Simak daftar zodiak yang diprediksi paling hoki dalam urusan asmara.
Lagi dan Lagi, Dugaan Pelecehan Seksual Kembali Terjadi di Pondok Pesantren, Apakah Trauma pada Korban Bisa Hilang?

Lagi dan Lagi, Dugaan Pelecehan Seksual Kembali Terjadi di Pondok Pesantren, Apakah Trauma pada Korban Bisa Hilang?

Kasus pelecehan seksual muncul lagi. Baru-baru ini ada pimpinan ponpes di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ditetapkan sebagai tersangka.

Trending

Dirikan Partai Ketiga di AS Jadi Tekad Tucker Carlson

Dirikan Partai Ketiga di AS Jadi Tekad Tucker Carlson

Mendirikan partai politik ketiga di AS menjadi alternatif di luar Partai Republik maupun Partai Demokrat jadi tekad jurnalis asal Amerika Serikat, Tucker Carlson.
Klub Italia Bujuk Como 1907 untuk Lepas Pemain Timnas Indonesia Demi Bisa Promosi Musim Depan

Klub Italia Bujuk Como 1907 untuk Lepas Pemain Timnas Indonesia Demi Bisa Promosi Musim Depan

Klub milik pengusaha Indonesia, Hartono Bersaudara itu akan tampil di Liga Champions di musim depan. Alih-alih mengejar kompetisi elit tersebut bersama Como 1907, Emil Audero justru diburu berbagai klub Italia. 
Persib Bandung Batal Kontrak Igor Tolic? Mantan Pelatih Sandy Walsh Dikabarkan Merapat Gabung Tim Juara Super League

Persib Bandung Batal Kontrak Igor Tolic? Mantan Pelatih Sandy Walsh Dikabarkan Merapat Gabung Tim Juara Super League

Persib Bandung resmi menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih menggantikan Bojan Hodak yang menolak perpanjangan kontrak. 
Lewat Game Online, Pemuda di Purworejo Banjir Prestasi

Lewat Game Online, Pemuda di Purworejo Banjir Prestasi

Konten kreator GalangCF atau @galang.cf tengah menjadi sorotan hangat bagi para pecinta game online Free Fire di Indonesia.
Profil Osman Loss Vieira, Pelatih Brasil yang Bisa Geser Posisi Igor Tolic dari Persib Kapan Saja

Profil Osman Loss Vieira, Pelatih Brasil yang Bisa Geser Posisi Igor Tolic dari Persib Kapan Saja

Belum sempat merasakan debut apalagi diperkenalkan secara resmi, Persib dikaitkan erat dengan nama Osmar Loss Vieira dibandingkan menyegel Igor Tolic sebagai suksesor Bojan Hodak. 
Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tidak Ada "Bohir"

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tidak Ada "Bohir"

Dokter Tifa menjalani sidang perdana kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).
Ramalan Keuangan Shio 3 Juli 2026: Ayam dan Monyet Diprediksi Tutup Pekan dengan Rezeki yang Tidak Disangka

Ramalan Keuangan Shio 3 Juli 2026: Ayam dan Monyet Diprediksi Tutup Pekan dengan Rezeki yang Tidak Disangka

Ramalan keuangan shio 3 Juli 2026 hadir dengan angka hoki 12 shio. Jumat penuh berkah, siapa yang tutup pekan dengan rezeki tidak disangka? Cek shiomu sekarang!
Selengkapnya

Viral