Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap
- Instagram/timnasindonesia
tvOnenews.com - Tensi sepak bola di Asia Tenggara kembali memanas. Kali ini giliran salah satu media Malaysia, Palataoball, memercikkan api kontroversi dengan menuding tiga penggawa Timnas Indonesia telah melakukan kecurangan.
Seperti diketahui, setidaknya ada dua pemain Timnas Indonesia, yakni Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, yang juga berkarier di Liga Belanda, kini tengah dihantam masalah izin kerja, karena status kewarganegaraan mereka yang berubah.
Setelah digilas 0-6 oleh Go Ahead Eagles yang diperkuat Dean James, NAC Breda melayangkan protes.
Mereka menganggap James tidak memiliki izin kerja yang sah sebagai pemain asing non-Uni Eropa.
- REUTERS/Angelika Warmuth
Buntut dari kisruh ini, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) kini tengah turun tangan melakukan investigasi mendalam.
Sembari menunggu hasil penyelidikan rampung, klub masing-masing terpaksa "membekukan" status bermain Nathan Tjoe-A-On, Dean James, hingga Tim Geypens yang juga terkena imbasnya.
Sebagai informasi, pada Januari 2025 lalu, Dean James memperpanjang kontrak dengan Go Ahead Eagles.
Saat itu, ia masih berstatus warga negara Belanda (pemain lokal). Karena tidak ada standar gaji minimum untuk pemain lokal, ia menyepakati gaji sekitar Rp2,5 miliar per tahun dengan durasi kontrak hingga Juni 2028.
Sekitar 1 bulan setelahnya, James resmi beralih paspor menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Di sinilah masalah dimulai. Statusnya otomatis berubah menjadi pemain non-Uni Eropa.
Di Liga Belanda (Eredivisie), aturan untuk pemain di luar Uni Eropa sangat ketat. Klub wajib memberikan gaji minimal 600 ribu euro sekitar Rp11 miliar) per tahun.
Namun, pihak Go Ahead Eagles merasa tidak perlu menaikkan gaji Dean James, karena menganggap kontrak lama yang ditandatangani pada Januari masih mengikat dan berlaku sah.
- PSSI
Masalah tersebut tak hanya ramai jadi buah bibir di Belanda maupun Indonesia. Salah satu media asal Malaysia juga ikut menyoroti hal tersebut.
Sayangnya, media Palataoball justru memancing kontroversi dari netizen lewat unggahan di Instagram mereka pada Kamis (2/4/2026).
Load more