News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Link Video Syur Tersebar, Bu Salsa Makin Sesumbar Pamer Kemesraan dengan Suami Barunya, Ternyata Latar Belakangnya...

Jagat media sosial khususnya X dan TikTok dihebohkan dengan beredarnya sebuah video syur berdurasi 5 menit yang diduga bernama Bu Salsa, guru SD di Jember.
Kamis, 6 Maret 2025 - 09:59 WIB
Bu Salsa dan Suami
Sumber :
  • TikTok Bu Salsa

Jakarta, tvOnenews.com - Jagat media sosial khususnya X dan TikTok dihebohkan dengan beredarnya sebuah video syur berdurasi 5 menit yang diduga bernama Bu Salsa, guru SD di Jember.

Video syur 5 menit Bu Salsa pertama kali beredar di media sosial X. Beberapa akun pun turut membagikan potongan-potongan adegan syur tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video yang beredar melihatkan sosok wanita yang mengenakan pakaian terbuka namun berhijab.

Netizen pun langsung mencari tahu akun media sosial Bu Salsa untuk mencari tahu kebenaran sosok wanita di video syur teesebut.

Terpantau dua akun TikTok dengan username @sissalsaa dan @cc_salsaa berhasil ditemukan netizen dan diyakini sebagai akun media sosial Bu Salsa.

Dalam akun TikToknya diketahui nama asli Bu Salsa tertulis Salsabila Rahma atau akrab disapa Caca.

Salsa terlihat sepertu bukan orang sembarangan. Ia merupakan lulusan SMA Muhammadiyah 1 Jember.

Bu Salsa kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Jember, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, jurusan Sosiologi.

Dalam akun media sosialnya, bu guru Salsa kerap membagikan aktivitas lainnya. Ia terlihat menyukai traveling.

Kini akun media sosialnya mulai digruduk netizen. Aku tersebut kini terlihat sudah mengunci kolom komentarnya.

Namun netizen meyakini bahwa akun tersebut masih aktif dan digunakan oleh Bu Salsa. Hal tersebut terlihat dari postingan ulang di akun itu.

Klarifikasi Bu Guru Salsa

Bu SR buka suara melalui akun TikTok-nya @sissalsaa. Ia mengungkapkan, video joget tanpa busana itu bermula saat dia tertipu seseorang di media sosial dan chat pribadinya disebar penipu tersebut lalu dijualbelikan. 

Oleh karena itu, dia mengundurkan dan mengaku tidak bisa mengontrol hal tersebut.

"Dengan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya mengundurkan diri sebagai guru bantu. Saya bukan lagi bagian dari instansi manapun sejak tanggal 7 Februari 2025," bebernya.

Kemudian, dia akui, perbuatannya merupakan tindakan bodoh yang menjadi pelajarn berharga baginya. 

"Ini murni kebodohan saya. Ini pelajaran berharga bagi saya dan saya sangat jauh dari cerminan seorang guru," bebernya.

Bu Salsa pun menyesali kesalahan besar yang telah dibuatnya. 

"Dengan video ini saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan atas kasus saya. Saya tidak akan menyebutkan instansi manapun dalam video ini untuk kebaikan bersama. Saya merasa bersalah dan sangat menyesal dengan kejadian ini," ucapnya.

Selain itu, Bu Salsa juga dikabarkan lolos PPPK. Ia pun langsung mengonfirmasi hal tersebut dan mengaku sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya usai viral video syur tersebut.

"Dengan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya mengundurkan diri sebagai guru bantu. Saya bukan lagi bagian dari instansi manapun sejak tanggal 7 Februari 2025," ungkapnya.

Dia juga meminta warganet menjadikan hal yang menimpanya sebagai pembelajaran agar lebih waspada terhadap berbagai modus penimpuan di media sosial.

"Cukuplah kejadian ini berhenti kepada saya. Kemudian saya minta tolong dan saya memohon jangan menyerang keluarga saya, teman-teman saya dan instansi yang ada kaitannya dengan saya," bebernya. 

"Terima kasih atas keluarga dan teman-teman yang sampai detik ini masih menguatkan saya. Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya," sambungnya. 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jember Hadi Mulyono mengatakan, perempuan dalam video yang viral merupakan guru tidak tetap di SDN wilayah Kecamaatan Ambulu, Jember.

"Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri pada tanggal 7 Februari 2025," ujarnya.

Namun, terkait penanganan video yang viral tersebut, Hadi mengaku bukan lagi menjadi ranahnya. Sebab yang bersangkutan bukan lagi menjabat GTT.

"Karena sudah mengundurkan diri, sudah bukan lagi guru. Otomatis berhenti dari statusnya sebagai guru," ucapnya.

Sebelumnya anggota DPRD Jember juga ikut berkomentar atas kejadian itu.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naida mengaku kecewa dengan adanya video tersebut.

“Walaupun pelaku adalah guru magang, tetap saja ia adalah seorang guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik bagi anak didik,” kata Indi mengutip keterangannya.

Atas kejadian tersebut, Indi meminta agar pihak sekolah lebih selektif dalam menerima guru.

“Sebelum menerima guru, sekolah harus melakukan tes atau wawancara untuk memastikan kesiapan mereka menjadi tenaga pendidik,” lanjut Indi.

Ia juga menuntut agar pelaku penyebaran video syur tersebut ditindak hukum agar adanya efek jera.

Indi juga menekankan agar kejadian tersebut tidak lagi terjadi di masa depan apalagi dilakukan oleh tenaga pendidik.

“Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi, mengingat Jember dikenal sebagai kota santri. Moralitas tenaga pendidik dan figur publik harus mendapat perhatian khusus,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Hadi Mulyono juga ikut angkat bicara. Ia menyebut pihaknya sudah melakukan penelusuran soal video syur itu.

Ia juga mengunhkapkan bahwa sosok guru SS itu sudah mengundurkan diri sebelum video miliknya viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hadi mengatakan bahwa guru tersebyt masih berstatus magang dan bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Guru Tidak Tetap (GTT) yang digaji oleh pemerintah.

“Guru ini statusnya honorer dan digaji oleh sekolah. Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri sebelum peristiwa ini terjadi,” beber Hadi.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Selengkapnya

Viral