News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap Aksi Bejat Kapolres Ngada AKBP Fajar, Ternyata Pernah 'Pesan' Anak di Bawah Umur untuk Dicabuli Seharga Rp3 Juta

Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Seorang saksi menguatkan hal ini pada Polda NTT.
Rabu, 12 Maret 2025 - 11:37 WIB
Kapolres Ngada Non-aktif AKBP Fajar Diduga Terlibat Narkoba dan Asusila
Sumber :
  • dok. Polres Ngada NTT

Jakarta, tvOnenews.com - Kapolres Ngada nonaktif AKBP Fajar Widyadharma Lukman terungkap pernah memesan anak di bawah umur untuk dicabuli seharga Rp3 juta.

Hal itu diungkapkan salah satu saksi yang diperiksa Polda NTT berinisial F terkait dugaan pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan Kapolres Ngada tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saksi itu mengatakan, Kapolres Ngada memesan anak di bawah umur sekitar Juni 2024 lalu.

Saksi tersebut kemudian berhasil membawa anak berusia 6 tahun ke hotel yang sudah dipesan tersebut untuk Kapolres Ngada.

"Yang bersangkutan mengorder anak tersebut melalui yang bernama F dan disanggupi oleh F untuk menghadirkan anak tersebut di hotel pada tanggal 11 Juni 2024," kata Dirreskrimum Polda NTT, Kombes Pol Patar Silalahi, Selasa (11/3/2025) malam.

Berhasil membawa anak berusia 6 tahun, saksi tersebut kemudian dibayar oleh AKBP Fajar seharga Rp3 juta.

AKBP Fajar lalu melakukan pencabulan terhadap anak 6 tahun itu di sebuah kamar hotel di Kupang.

Hal ini pun sudah diakui langsung oleh Kapolres Ngada dan ada bukti yang menguatkan.

Patar mengatakan, pihaknya mendapatkan data ada fotokopi SIM untuk pemesanan hotel tersebut.

"Jadi tidak terbantahkan lagi, adanya fotokopi SIM di resepsionis salah satu hotel tersebut, atas nama FWSL," ujar dia.

Sampai saat ini, Polda NTT masih mendalami kasus pelecehan seksual tersebut. 

Setidaknya ada sembilan saksi yang sudah diperiksa terkait dugaan pencabulan oleh AKBP Fajar.

Terkait dengan dugaan korban lain, sebelumnya pihak Polda NTT sudah menerima video syur yang diberikan oleh polisi Australia atau Australian Federal Police (AFP).

Di video itu terdapat tiga anak di bawah umur yang dilecehkan oleh AKBP Fajar.

Adapun dua korban lainnya selain yang disebutkan oleh saksi tadi masih didalami oleh polisi.

Sebelumnya diungkapkan oleh Plt Kadis PPA Kota Kupang Imel Manafe bahwa tiga korban itu sudah diketahui usianya.

Ketiga korban berusia 14, 12, dan tiga tahun. Mereka diduga adalah anak-anak yang ada di video syur.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini pertama kali dilaporkan oleh kepolisian Australia.

Sebab, selain melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, Kapolres Ngada diduga juga menyebarkan video syur aksi bejatnya ke sebuah situs porno Australia.

Merasa ada yang tak beres, pihak AFP kemudian mendeteksi pengirim video itu berada di Kupang, NTT.

Kapolres Ngada Non-aktif AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatma
Kapolres Ngada Non-aktif AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatma
Sumber :
  • Jo Kenaru/tvOne

 

Kasus ini pun akhirnya terungkap dan AKBP Fajar saat ini sedang dinonaktifkan.

Selain terlibat pencabulan anak di bawah umur, saat merekam video syur tersebut Kapolres Ngada diduga juga berada dalam pengaruh narkoba.

Sementara itu, setelah dilakukan pemeriksaan beberapa saksi dan mengumpulkan bukti, kasus ini sudah dinaikkan ke penyidikan.

Namun, Kapolres Ngada belum ditetapkan sebagai tersangka meskipun sudah cukup bukti dan naik sidik. (ant/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penguatan Dolar Tekan Pengrajin Gerabah Banyuasin, Biaya Produksi Kian Membengkak

Penguatan Dolar Tekan Pengrajin Gerabah Banyuasin, Biaya Produksi Kian Membengkak

Salah satu pengrajin gerabah yang merasakan dampak tersebut adalah Dedi, warga Kelurahan Tanah Mas Indah, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Saat ditemui di lokasi usahanya, Senin (8/6/2026), Dedi mengaku biaya produksi terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Shin Tae-yong Janjikan Persija Tak Bermain Parkir Bus seperti di Timnas Indonesia: Filosofi Saya Adalah Sepak Bola Menyerang!

Shin Tae-yong Janjikan Persija Tak Bermain Parkir Bus seperti di Timnas Indonesia: Filosofi Saya Adalah Sepak Bola Menyerang!

Pelatih baru Persija, Shin Tae-yong, blak-blakan menyebut tidak akan menggunakan taktik "parkir bus" di Macan Kemayoran seperti saat menangani Timnas Indonesia.
Ronaldo Respons Pengakuan Mengejutkan Eks Barcelona yang Bohong soal Messi

Ronaldo Respons Pengakuan Mengejutkan Eks Barcelona yang Bohong soal Messi

Eks gelandang Barcelona ternyata pernah melontarkan kalimat-kalimat yang tidak jujur soal Lionel Messi dan Barcelona. Cristiano Ronaldo pun merespons hal itu.
Daftar Pemain Serie A di Piala Dunia 2026: AC Milan Terbanyak, Ada Mike Maignan Hingga Lautaro Martínez

Daftar Pemain Serie A di Piala Dunia 2026: AC Milan Terbanyak, Ada Mike Maignan Hingga Lautaro Martínez

Daftar pemain Liga Italia (Serie A) di Piala Dunia 2026, di mana AC Milan mengirimkan wakil terbanyak, serta adanya para pemain bintang termasuk ada Mike Maignan hingga Lautaro Martínez.
Polres Taput Gagalkan Pengiriman 8 Kilogram Sabu ke Kalimantan via Bandara Silangit

Polres Taput Gagalkan Pengiriman 8 Kilogram Sabu ke Kalimantan via Bandara Silangit

Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua tersangka, yakni RAS alias Adul (24), warga Jalan Enggang, Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, serta EST alias Tampu (37), warga Lumban Pinasa, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Ragnar Oratmangoen Dapat Kabar Baik dari Eropa, Klub Kasta Teratas Liga Belanda Tertarik Rekrut Striker Timnas Indonesia Musim Panas Ini

Ragnar Oratmangoen Dapat Kabar Baik dari Eropa, Klub Kasta Teratas Liga Belanda Tertarik Rekrut Striker Timnas Indonesia Musim Panas Ini

Masa depan Ragnar Oratmangoen menjadi perbincangan hangat menjelang bursa transfer musim panas . Penyerang Timnas Indonesia itu masuk radar klub Eredivisie.

Trending

Alumni Universitas Islam Madinah Diduga Tipu Jemaah hingga Miliaran Rupiah Kedok Program Daurah Bahasa Arab

Alumni Universitas Islam Madinah Diduga Tipu Jemaah hingga Miliaran Rupiah Kedok Program Daurah Bahasa Arab

Founder sekaligus Pimpinan Mecca Al Arabiya Course (MAAC) Muhammad Zulfikar Danopa yang diketahui merupakan alumni Universitas Islam Madinah diduga melarikan ..
Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Katapang (Gemka) mendesak Polres Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menangkap pelaku dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap warga Dusun Katapang yang terjadi di wilayah Dusun Olas, Kecamatan Huamual, Maluku.
Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia, Prediksi Nasib Garuda, Bung Binder Bela John Herdman

Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia, Prediksi Nasib Garuda, Bung Binder Bela John Herdman

Berita bola hari ini, Timnas Indonesia U-19 sukses melaju ke semifinal, media Vietnam memprediksi nasib Garuda usai hajar Oman, Bung Binder bela John Herdman.
Timnas Indonesia U-19 Jadi 'Biang Kerok', Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 Jadi 'Biang Kerok', Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 sukses memastikan tiket ke babak semifinal Piala AFF U-19 2026 setelah meraih kemenangan penting atas Vietnam. Hasil tersebut sekaligus membuat nasib The Golden Star Warriors di ujung tanduk.
Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Timnas Indonesia U-19 sukses mengalahkan Vietnam 2-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Media Vietnam mengaku kesal karena hal ini.
Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Publik dihebohkan dengan video viral di media sosial terkait dua pria diduga penyuka sesama jenis atau LGBT sedang berfoto bersama.
Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Korlantas memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tersebut karena saat ini institusi kepolisian tengah fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara.
Selengkapnya

Viral