Sudah Shalat Witir Setelah Tarawih di Masjid, Masih Bolehkah Tahajud? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
- Pexels/Michael Burrows
tvOnenews.com - Ramadhan sering menghadirkan satu kebiasaan yang indah: malam terasa lebih hidup dengan rangkaian ibadah.
Setelah berbuka, kaum muslimin berbondong-bondong menunaikan shalat Isya, dilanjutkan Tarawih, lalu ditutup dengan Witir.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: jika Witir sudah dikerjakan setelah Tarawih, apakah masih boleh bangun malam untuk Tahajud?
Pertanyaan ini penting karena banyak orang ingin meraih keutamaan qiyamul lail, tetapi khawatir ibadahnya bertabrakan dengan pemahaman bahwa Witir adalah “penutup” shalat malam.
Pembahasan mengenai hal ini pernah dibahas oleh Ustaz Adi Hidayat, untuk membantu meluruskan kebingungan tersebut.

- Pexels/Mohammed Alim
Memahami Makna Witir
Secara bahasa, witir bermakna ganjil. Dalam praktik shalat, para ulama menjelaskan Witir sebagai shalat dengan jumlah rakaat ganjil yang memiliki posisi istimewa di malam hari.
Di sinilah kemudian lahir perbedaan cara pandang di kalangan ulama.
Sebagaimana diterangkan oleh Ustaz Adi Hidayat, Witir dipahami melalui dua pendekatan besar.
Pendekatan pertama memposisikan Witir sebagai penutup mutlak dari seluruh shalat malam.
Artinya, ketika Witir sudah ditunaikan, maka tidak ada lagi shalat setelahnya pada malam itu.
Pendekatan kedua memberikan nuansa yang lebih fleksibel. Witir tetap dipandang sebagai penutup, tetapi penutup untuk rangkaian shalat yang sudah dikerjakan, bukan penghalang untuk shalat berikutnya.
“Witir adalah penutup rangkaian shalat yang ditunaikan. Tapi, dia bisa dibuka kembali. Menutup yang sebelumnya, dan membuka yang baru. Jadi bukan berarti setelah witir nggak boleh shalat lagi,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

- YouTube/Adi Hidayat Official
Dalil Praktik Nabi
Untuk menguatkan pemahaman tersebut, Ustaz Adi Hidayat mengutip contoh langsung dari kehidupan Rasulullah SAW.
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah melaksanakan Witir, lalu menduga waktu Subuh telah dekat.
Namun setelah diperhatikan, ternyata masih ada jeda waktu yang cukup panjang. Dalam kondisi itu, Nabi SAW kembali menunaikan shalat.
“Suatu kali, Nabi SAW sudah witir. Ketika selesai witir, beliau menduga adzan akan berkumandang. Tapi ternyata ketika dilihat, masih ada jeda waktunya cukup lama. Maka beliau shalat lagi,” terang Ustaz Adi Hidayat.
Load more