GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Pernah 'Disentuh' Soekarno, Begini Kisah Siti Oetari, Istri Pertama Bung Karno yang Ternyata Nenek Maia Estianty

Begini kisah Siti Oetari yang merupakan istri dari Soekarno, namun tak pernah 'disentuh' kala itu. Simak selengkapnya.
Rabu, 23 April 2025 - 22:24 WIB
Siti Oetari dan Soekarno
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

tvOnenews.com - Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dikenal sebagai sosok karismatik dengan daya pikat luar biasa terhadap perempuan.

Dalam catatan sejarah, ia menikahi sembilan perempuan sepanjang hidupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, dari sekian banyak kisah asmara yang dijalani Bung Karno, ada satu yang menonjol karena berbeda: kisahnya dengan Siti Oetari Tjokroaminoto, istri pertama yang katanya tak pernah "disentuh".

Untuk lebih jelasnya, simak kisah Siti Oetari, istri Soekarno sekaligus nenek dari artis Maia Estianty di bawah ini.

Siti Oetari dan Soekarno
Siti Oetari dan Soekarno
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

 

Putri Sang Guru, Cinta Pertama Soekarno

Siti Oetari adalah putri dari Haji Oemar Said Tjokroaminoto, tokoh besar Sarekat Islam dan guru politik Soekarno.

Kala itu, Soekarno muda (masih bernama Kusno) menumpang tinggal di rumah kos milik Tjokroaminoto di Gang VII Paneleh, Surabaya. Di sinilah bibit cinta muncul antara Kusno, yang berusia 18 tahun, dan Oetari, yang masih 14 tahun.

Bersama Tjokroaminoto, Soekarno tidak hanya belajar tentang pergerakan nasional, tetapi juga menjalin kedekatan dengan keluarga sang guru, termasuk Oetari.

Dalam buku Istri-istri Soekarno (Reni Nuryanti dkk, 2007), diceritakan bahwa Bung Karno sering memanggil Oetari dengan sebutan manis, “Lak”.

Presiden RI pertama itu juga pernah melontarkan rayuan maut khasnya dalam suasana romantis saat menikmati senja.

“Lak, tahukah engkau bakal istriku kelak?” tanya Soekarno.

Oetari pun pada kala itu hanya menjawab dengan gelengan kepala. Hal tersebut membuat Soekarno kembali melontarkan pertanyaan.

"Kau ingin tahu?" tanya Soekarno lagi.

Siti Oetari akhirnya penasaran dan bertanya, "Di mana?"

"Kau ingin tahu? boleh, orangnya dekat sini. Kau tak usah beranjak karena orangnya ada di sebelahku," kata Soekarno.

Mendengar perkataan itu, Oetari terkejut. Putri HOS Tjokroaminoto itu kemudian tersenyum dan hanya bisa terdiam beberapa lama.

Pada akhirnya sebuah kalimat manis keluar dari mulut Oetari.

“Aku juga mencintaimu.” ujar Siti Oetari.

Pernikahan Tanpa Hasrat

Pasangan ini menikah pada tahun 1921 di usia Soekarno yang ke-20 dan Oetari yang ke-16.

Meski berasal dari keluarga terpandang, pernikahan berlangsung sederhana.

Setelah menikah, hubungan mereka tak pernah menjadi seperti layaknya suami istri.

Dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Soekarno blak-blakan menyebut bahwa ia tidak pernah menyentuh Siti Oetari.

“Kami tidur berdampingan di satu tempat tidur, tetapi secara jasmaniah kami sebagai kakak beradik,” ungkap Soekarno.

“Bahkan kami satu sama lain sejujurnya tidak memiliki keinginan melakukan sebagai layaknya suami-istri. Maksudku, dia menyukaiku dan aku menyukainya, tapi perkawinan kami bukan didasari rasa birahi menyala-nyala," kata Soekarno.

Soekarno menegaskan, ia mencintai Oetari, tapi cinta itu tidak dilandasi nafsu atau birahi. 

Pernikahan tersebut lebih merupakan bentuk rasa hormat kepada gurunya, Tjokroaminoto, dan juga rasa kasihan terhadap Oetari.

Meski begitu, Soekarno tetap menyayangi Siti Oetari sebagai istrinya.

Ketika Oetari sakit, Soekarno-lah yang merawatnya dengan penuh perhatian.

Diragukan

Meski begitu, pengakuan Soekarno bahwa ia tak pernah menyentuh Oetari semasa pernikahan mereka diragukan oleh sejarawan asal Belanda, Lambert Giebels.

Dalam biografi Soekarno yang ditulisnya, Giebels menyebutkan bahwa Oetari adalah perempuan muda yang menarik dan tak masuk akal jika Soekarno benar-benar tidak tersentuh hasrat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bahwa apa yang dikatakan (Soekarno) pada otobiografi itu adalah penghinaan bagi Oetari yang manis dan menarik itu,” tulis Giebels.

Kisah Oetari ini menjadi bagian unik dari sejarah cinta seorang proklamator. (abs/tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kementerian PKP Siapkan Program Perumahan bagi Keluarga Penerima MBG

Kementerian PKP Siapkan Program Perumahan bagi Keluarga Penerima MBG

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan kesiapannya untuk mengintegrasikan program hunian dengan para wali murid penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Cemburu Teman Wanita Digoda, Mahasiswa di Malang Nekat Tusuk Rekan Sekamar Hingga Tewas

Cemburu Teman Wanita Digoda, Mahasiswa di Malang Nekat Tusuk Rekan Sekamar Hingga Tewas

Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota menangkap seorang mahasiswa berinisial SK (26) atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya AVG (25). 
KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Terkait Kasus Gratifikasi

KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Terkait Kasus Gratifikasi

KPK menahan mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus, Muhammad Haniv (HNV) terkait kasus dugaan gratifikasi. 
Semarak Kemerdekaan! Reog Ponorogo, Tari Topeng Kolosal Hingga Aksi Solidaritas Gempa NTT Jadi Sorotan

Semarak Kemerdekaan! Reog Ponorogo, Tari Topeng Kolosal Hingga Aksi Solidaritas Gempa NTT Jadi Sorotan

Semangat kemerdekaan juga diwujudkan lewat pertunjukan seni, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi solidaritas untuk korban bencana gempa NTT.
Saking Jagonya di Srikandi Merdeka Cup Sampai Viral di Negeri Jiran, Pemain Malaysia U-16 Klarifikasi Garis Keturunan

Saking Jagonya di Srikandi Merdeka Cup Sampai Viral di Negeri Jiran, Pemain Malaysia U-16 Klarifikasi Garis Keturunan

Malaysia menemani salah satu tim dari Timnas Indonesia Putri U-16, Garuda Pertiwi ke babak semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah melibas Arab Saudi. 
Lima Atlet Panjat Tebing Jadi Korban Kekerasan Seksual Pelatih, Terjadi dari Tahun 2022-2025 hingga Manfaatkan Relasi Kuasa

Lima Atlet Panjat Tebing Jadi Korban Kekerasan Seksual Pelatih, Terjadi dari Tahun 2022-2025 hingga Manfaatkan Relasi Kuasa

Lima atlet panjat tebing putri menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang dilakukan oknum pelatih.

Trending

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Ketua Umum FGI Ita Yuliati mengatakan kedua atlet tersebut berhak tampil setelah melewati persyaratan kualifikasi pada kejuaraan tingkat Asia
Saking Jagonya di Srikandi Merdeka Cup Sampai Viral di Negeri Jiran, Pemain Malaysia U-16 Klarifikasi Garis Keturunan

Saking Jagonya di Srikandi Merdeka Cup Sampai Viral di Negeri Jiran, Pemain Malaysia U-16 Klarifikasi Garis Keturunan

Malaysia menemani salah satu tim dari Timnas Indonesia Putri U-16, Garuda Pertiwi ke babak semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah melibas Arab Saudi. 
Semarak Kemerdekaan! Reog Ponorogo, Tari Topeng Kolosal Hingga Aksi Solidaritas Gempa NTT Jadi Sorotan

Semarak Kemerdekaan! Reog Ponorogo, Tari Topeng Kolosal Hingga Aksi Solidaritas Gempa NTT Jadi Sorotan

Semangat kemerdekaan juga diwujudkan lewat pertunjukan seni, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi solidaritas untuk korban bencana gempa NTT.
KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Terkait Kasus Gratifikasi

KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Terkait Kasus Gratifikasi

KPK menahan mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus, Muhammad Haniv (HNV) terkait kasus dugaan gratifikasi. 
Cemburu Teman Wanita Digoda, Mahasiswa di Malang Nekat Tusuk Rekan Sekamar Hingga Tewas

Cemburu Teman Wanita Digoda, Mahasiswa di Malang Nekat Tusuk Rekan Sekamar Hingga Tewas

Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota menangkap seorang mahasiswa berinisial SK (26) atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya AVG (25). 
Kementerian PKP Siapkan Program Perumahan bagi Keluarga Penerima MBG

Kementerian PKP Siapkan Program Perumahan bagi Keluarga Penerima MBG

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan kesiapannya untuk mengintegrasikan program hunian dengan para wali murid penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lima Atlet Panjat Tebing Jadi Korban Kekerasan Seksual Pelatih, Terjadi dari Tahun 2022-2025 hingga Manfaatkan Relasi Kuasa

Lima Atlet Panjat Tebing Jadi Korban Kekerasan Seksual Pelatih, Terjadi dari Tahun 2022-2025 hingga Manfaatkan Relasi Kuasa

Lima atlet panjat tebing putri menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang dilakukan oknum pelatih.
Selengkapnya

Viral