GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketika Preman Legendaris John Kei Dikhianati Orang Kepercayaannya Sendiri: Saya Bawa Nus dari Kampung ke Jakarta tapi Akhirnya…

Di tengah mencuatnya kembali nama Hercules mantan preman Tanah Abang, muncul pula ingatan pada John Kei. Sosok pria asal pulau Kei, Maluku yang ditakuti di Jakarta.
Rabu, 7 Mei 2025 - 11:53 WIB
Kolase foto John Kei dan Nus Kei
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Di tengah mencuatnya kembali nama Hercules mantan preman Tanah Abang, muncul pula ingatan pada John Kei. Sosok pria asal pulau Kei, Maluku yang ditakuti di Jakarta.

Pada medio 2021 lalu, sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana dan pengeroyokan anak buah Nus Kei yang melibatkan John Refra Kei alias John Kei digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya di depan majelis hakim, John Kei mengungkap bahwa dirinya pernah memiliki hubungan sangat dekat dengan Nus Kei, pria yang kini justru menjadi lawannya. 

John Kei, mantan preman legendaris berjuluk "The Godfather"
Sumber :
  • Antara

 

“Dia itu anak buah saya, seseorang yang paling saya percaya saat saya di Nusa Kambangan, dia yang menggantikan adik saya, Tito Refra, saat dia meninggal,” ungkap John di ruang sidang.

John Kei melanjutkan kesaksiannya dengan menyatakan bahwa dirinya yang membawa Nus Kei dari kampung ke Jakarta. 

“Saya yang bawa Nus dari kampung ke Jakarta dan tinggal di rumah saya, saya beliin dia semua sepatu, celana, baju,” jelasnya.

Namun relasi mereka mulai memburuk sejak 2013 ketika Nus meminjam uang sebesar Rp 1 miliar kepada John yang saat itu tengah ditahan di Rutan Salemba. 

“Waktu saya di Rutan Salemba tahun 2013 dia (Nus) datang sama Taufik Chandra,” tutur John. 

“Dia pinjam Rp 1 miliar, dia (janji) akan ganti Rp 2 miliar dalam waktu enam bulan,” tambahnya.

John Kei
John Kei
Sumber :
  • IST

 

John mengaku sempat menagih utang tersebut, namun Nus terus menghindar. 

“Tahun 2014 saya telepon Nus, saya tanya, ‘Kamu pinjam uang mana? Kok belum balik?’ Dia bilang tahun depan pasti beres,” katanya.

Namun hingga 2016, utang itu tak kunjung dikembalikan. John menyampaikan bahwa saat Nus menjenguknya di Nusakambangan, ia kembali menanyakan hal yang sama. 

“Saya tanya gimana uang Rp 1 miliar, dia alasannya itu masalah sengketa tanah di Ambon belum selesai,” kata John. 

“Dia mengaku bersalah dan berjanji akan menyelesaikan utangnya,” imbuhnya.

Karena utang tersebut tak kunjung lunas, John akhirnya memberikan kuasa kepada Deniel Far Far untuk menagihnya. 

“Saya butuh uang itu, jadi saya suruh pengacara saya bantu tagih,” ujar John.

Namun dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa pada 13 Januari 2021, John Kei dituduh merencanakan penyerangan terhadap kelompok Nus Kei, yang menyebabkan tewasnya Yustus Corwing alias Erwin. 

Jaksa menyatakan, insiden itu dipicu oleh video penghinaan terhadap John Kei yang diduga disebarkan oleh pihak Nus Kei melalui siaran langsung di media sosial.

Menanggapi hal itu, John Kei disebut sempat mengumpulkan kelompoknya, Angkatan Muda Kei (Amkei), pada 20 Juni 2020 dan mengucapkan perintah.

“Besok berangkat tabrak dan hajar rumah Nus Kei,” ujar jaksa menirukan perkataan John. 

Ia juga disebut memerintahkan, “Ambil Nus Kei dalam keadaan hidup atau mati. Jika ada yang menghalangi, sikat saja.”

Keesokan harinya, pada 21 Juni 2020, kelompok John Kei bergerak ke dua lokasi yakni Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Green Lake City, Tangerang. 

Di Duri Kosambi, Yustus Corwing tewas dalam serangan tersebut.

Atas perbuatannya, John Kei didakwa melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian, serta Undang-Undang Darurat tentang kepemilikan senjata tajam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 20 Mei 2021, majelis hakim yang dipimpin Yulisar menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada John Kei. 

“Menyatakan John Refra Kei alias John Kei terbukti secara sah dan meyakinkan membujuk melakukan pembunuhan berencana, membujuk secara terang-terangan dan bersama melakukan kekerasan kepada orang yang mengakibatkan luka berat,” kata hakim dalam amar putusannya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

Pemerintah siapkan 133 titik rukyatul hilal di Indonesia untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 H melalui observasi ilmiah dan sidang isbat nasional.
Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Dapat gelar sebagai MVP di pertandingan Liga Thailand, kiper Ratchaburi FC Kampol Pathomakkakul mendadak singgung Persib Bandung jelang leg kedua ACL Elite Two.
Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Kisah perempuan Malaysia hidup susah selama nyaris dua dekade, tepatnya 18 tahun, usai menikah dengan pria warga Indonesia (WNI) di Lombok menjadi viral.
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal tes pramusim MotoGP 2026, di mana pekan ini akan menjadi percobaan terakhir Marc Marquez dan kawan-kawan sebelum tampil di seri pembuka kelas premier.
Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Reisinger menyoroti bahwa benua tersebut kini menempatkan keamanan siber sebagai fondasi strategis dalam mempertahankan stabilitas geopolitik.
Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung

Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung

Ronald Koeman Jr kabarnya masuk dalam radar Persib Bandung. Penjaga gawang asal Belanda itu merupakan anak legenda sepak bola Belanda, Ronald Koeman.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT