News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Potret Cantik Putri John Kei, Cerita Beratnya jadi Anak Preman Kelas Kakap: Selama 28 Tahun Hidup, Papah Lebih Sering…

Nama John Kei tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang mengikuti sejarah dunia kriminal di tanah air. Putri sulungnya bernama -
Jumat, 9 Mei 2025 - 23:47 WIB
Putri sulung John Kei Melan Refra
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Nama John Kei tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang mengikuti sejarah dunia kriminal di tanah air. 

Dijuluki sebagai "The Godfather" dari Tanah Kei, pria bernama lengkap John Refra Kei dikenal sebagai salah satu preman paling ditakuti di Jakarta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

John Kei lahir di Pulau Kei, Maluku Tenggara, pada 10 September 1969. Masa kecilnya dipenuhi kepahitan, kemiskinan, dan kekerasan. 

Ayahnya adalah seorang petani sederhana dan kehidupan mereka serba kekurangan. 

John mengaku sudah terbiasa berkelahi sejak kecil dan hanya mengenyam pendidikan hingga awal SMA sebelum akhirnya putus sekolah.

Dengan tekad keluar dari kemiskinan, di usia 18 tahun, John nekat menyusup ke kapal menuju Surabaya. 

Hidup di perantauan pun tak mudah. Setelah sempat bekerja serabutan, John akhirnya menginjakkan kaki di Jakarta pada awal 1990-an dan bekerja sebagai satpam di tempat hiburan malam.

Titik balik hidupnya terjadi tahun 1992. Dalam sebuah keributan, John Kei membacok seseorang hingga tewas. Ia mengaku awalnya hanya ingin melukai, tetapi goloknya mengenai leher korban. 

Merasa tak puas, ia bahkan mengejar dan melukai beberapa orang lain yang terlibat. Dari situlah reputasi kelam John Kei di dunia malam mulai tumbuh.

“Saya merasa jago kalau bunuh orang,” ungkapnya tanpa ragu dalam acara Kick Andy tahun 2019.

Sejak itu, ia keluar-masuk penjara, termasuk ke penjara dengan pengamanan super ketat seperti Nusakambangan. Tapi bagi anak-anaknya, terutama putri sulungnya Melan Refra, itu adalah luka yang tak pernah sembuh.

Dalam sebuah wawancara emosional dengan Melaney Ricardo yang tayang di YouTube empat tahun lalu, Melan mengisahkan betapa sulitnya hidup dalam bayang-bayang ayah yang lebih sering berada di balik jeruji besi ketimbang di rumah.

“Sepanjang hidup 28 tahun lebih, papah lebih sering di dalam sel daripada di rumah,” ujar Melan dengan nada lirih.

Melan Refra kini seorang wanita dewasa yang santun dan cerdas, menuturkan bahwa meski hidup dalam bayang-bayang ayahnya yang dikenal luas sebagai preman, ia tetap memegang teguh prinsip hidupnya sendiri.

“Buat apa juga sombong-sombong. Kalau lo mau temenan sama gue, ya temenan karena gue, bukan karena gue anaknya siapa,” tutur Melan tegas.

Melan mengaku tidak pernah merasa terbebani menjadi anak dari John Kei, meski banyak orang yang menyarankan agar ia menggunakan nama besar sang ayah untuk keuntungan pribadi.

Namun di balik ketegarannya, Melan menyimpan kesedihan yang mendalam. 

Sejak kecil, ia lebih sering diasuh ibunya, Yulianti Kei, yang digambarkan sebagai wanita sabar dan kuat. Kehangatan seorang ayah, menurutnya, jarang ia rasakan.

“Aku merasa jauh dari papah. Baru kemarin aku ikut papah keluar dari Nusakambangan, terus tiba-tiba ada kasus baru lagi. Aku merasa kehilangan,” ungkap Melan, menahan air mata.

Kasih Sayang Seorang John Kei

Di balik citra kerasnya, John Kei menyimpan kasih yang luar biasa besar terhadap anak-anaknya. Ia mengaku tidak pernah membentak atau memukul anak-anaknya. 

Dalam hatinya, hanya ada satu harapan agar anak-anaknya tidak mengikuti jejaknya.

“Tugas bapak cari uang, tugas kalian belajar. Jangan jadi seperti bapak. Dunia ini hanya bisa diubah oleh orang-orang pintar,” ujar John Kei.

Ia mengaku sangat bangga dengan kecerdasan anak-anaknya. Ia pun bersyukur karena di sekolah, anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang santun dan disegani, bukan karena ketakutan akan siapa ayah mereka, tetapi karena sikap mereka sendiri.

“Banyak orang tua teman-teman anak saya datang ingin kenalan. Mereka bilang, ‘Anaknya John Kei ternyata sopan sekali,’” ucapnya dengan bangga.

Sebagai anak sulung, Melan merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi panutan bagi adik-adiknya. Ia masih mengingat jelas pesan sang ayah.

“Kamu anak pertama, kamu harus jadi contoh yang baik untuk adik-adik kamu. Jangan sampai orang menilai kamu tidak dididik dengan baik,” kata John pada Melan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melan memegang pesan itu erat-erat. Meski kehidupannya jauh dari kata mudah, ia percaya bahwa Tuhan akan mengizinkan keluarganya berkumpul bersama suatu hari nanti.

“Aku percaya janji Tuhan. Kami akan berkumpul sama-sama. Aku pegang itu,” ujarnya lirih.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Sentil Wacana ‘War Tiket’ Haji: Abaikan Keadilan, Bisa Picu Kecemburuan

DPR Sentil Wacana ‘War Tiket’ Haji: Abaikan Keadilan, Bisa Picu Kecemburuan

Wacana kebijakan “war tiket” haji menuai kritik keras dari DPR. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menilai gagasan tersebut berpotensi menabrak aturan
Kapolda Papua Tengah Turun Langsung ke Dogiyai, Perkuat Soliditas Usai Insiden

Kapolda Papua Tengah Turun Langsung ke Dogiyai, Perkuat Soliditas Usai Insiden

Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini, turun langsung memimpin apel pagi di Lapangan Apel Mapolres Dogiyai, Kamis (9/4), sebagai langkah strategis memperkuat
Disorot KDM, RSHS Bandung Singgung Layanan Kesehatan Buntut Bayi Nyaris Tertukar karena Kecerobohan Perawat Viral

Disorot KDM, RSHS Bandung Singgung Layanan Kesehatan Buntut Bayi Nyaris Tertukar karena Kecerobohan Perawat Viral

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung mengklarifikasi polemik bayi nyaris tertukar yang viral usai didesak oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Dilantik Gantikan Anwar Usman, Liliek Prisbawono: Ini Kehormatan Jaga Integritas dan Kawal Konstitusi

Dilantik Gantikan Anwar Usman, Liliek Prisbawono: Ini Kehormatan Jaga Integritas dan Kawal Konstitusi

Menggantikan sosok senior Anwar Usman, Hakim Konstitusi baru, Liliek menegaskan bahwa jabatan barunya ini bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah besar
Anggota DPR Zulfikar Suhardi Soal Proyek Pembangunan PSEL: Jawab Persoalan Pengolahan Sampah

Anggota DPR Zulfikar Suhardi Soal Proyek Pembangunan PSEL: Jawab Persoalan Pengolahan Sampah

Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Zulfikar Suhardi, mendukung penuh rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia.
Lakukan Pendekatan Humanis ke Masyarakat, Plt Kapolres Dogiyai Pantau Pemulihan Kamtibmas

Lakukan Pendekatan Humanis ke Masyarakat, Plt Kapolres Dogiyai Pantau Pemulihan Kamtibmas

Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Plt Kapolres Dogiyai AKBP Dennis A. Putra memimpin langsung pendekatan humanis

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Selengkapnya

Viral