GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sidang Perdana Ijazah Jokowi Digelar Besok, Penggugat Minta Majelis Hakim Hadirkan Ijazah Para Tergugat

Sidang gugatan terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Sleman akan digelar, Kamis (22/5/2025), penggugat minta...
Rabu, 21 Mei 2025 - 17:33 WIB
Wakil Ketua PN Sleman, Agung Nugroho (kiri) saat menyampaikan persiapan sidang gugatan perdana terkait ijazah Jokowi di PN Sleman Kamis besok dengan pihak tergugat dari UGM, Rabu (21/5/2025).
Sumber :
  • Sri Cahyani Putri/tvOne

Sleman, tvOnenews.com - Sidang gugatan terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Sleman akan digelar, Kamis (22/5/2025) besok.

Dalam sidang perdana ini, Komardin sebagai pihak penggugat meminta majelis hakim menghadirkan ijazah dari delapan tergugat, mulai dari Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Wakil Rektor 1 hingga 4 UGM, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Kepala Perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM dan Kasmojo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi ada surat permintaan kepada majelis hakim untuk menghadirkan ijazah para tergugat mulai S1-S3. Kita minta diperiksa sebagai ijazah pembanding, siapa tahu ada juga (ijazah) palsu disitu," kata Komardin saat dihubungi, Rabu (21/5/2025).

Ijazah sarjana Jokowi
Ijazah sarjana Jokowi
Sumber :
  • Istimewa

 

Pada persidangan Kamis besok, Komardin mengaku akan didampingi oleh rekan sesama pengacaranya. Satu di antaranya, pengacara yang menggugat ijazah Jokowi di PN Surakarta.

"Ada pengacara dari Solo bergabung yaitu Doktor Taufiq yang menggugat (ijazah Jokowi) di PN Surakarta, dia ikut juga. Mungkin 3 orang (yang hadir persidangan ke PN Sleman)," ucap Komardin.

Selain itu, Komardin juga akan menyiapkan dokumen gugatan yang berjumlah kurang lebih 20 bundel. Rencananya, ia akan membagikan dokumen-dokumen tersebut kepada para pihak tergugat.

Terpisah, Wakil Ketua PN Sleman, Agung Nugroho menyampaikan, sidang gugatan perdata dengan nomor register 106/Pdt.G/2025/PN Smn ini terbuka untuk umum. 

Nantinya, akan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Cahyono beserta hakim anggota 1, Raden Danang Noorkusumo dan hakim anggota 2, Novita Arie Dwi Ratnaningrum.

Agung juga menyampaikan bahwa pihak juru sita telah memanggil para tergugat, setelah majelis hakim menetapkan hari sidang. 

Begitu pula dengan Kasmojo yang dalam gugatannya tidak dicantumkan alamatnya sebab tidak diketahui tempat tinggalnya sampai sekarang.

Maka dari itu, majelis hakim memerintahkan juru sita sebagaimana dalam Pasal 390 ayat (3) HIR yakni pemanggilan Kasmojo dilakukan secara umum.

"Dan itu sudah dilaksanakan. Dipanggil melalui papan pengumuman di Pemkab Sleman maupun PN Sleman," kata Agung.

Dalam hukum acara perdata bahwa persidangan pertama akan dilaksanakan oleh majelis hakim terkait dengan berkas-berkas administrasi dari pihak penggugat dan tergugat.

Apabila dari persidangan pertama baik pihak penggugat dan tergugat nantinya bisa hadir semuanya, maka majelis hakim akan membuka forum untuk tahap berikutnya yaitu mediasi.

"Namun, kalau salah satu dari para pihak tidak hadir, maka majelis hakim akan mencoba memanggil kembali pihak yang tidak hadir," sambung Agung.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Organisasi UGM, Veri Antoni menyatakan bahwa UGM sebagai salah satu pihak dalam perkara, akan mengikuti setiap proses pemeriksaan sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku.

"Untuk persidangan besok, 22 Mei 2025 di Pengadilan Negeri Sleman, sebagaimana juga telah kami sampaikan sebelumnya, bahwa UGM siap dan akan hadir pada sidang besok," ucap Veri. 

Ditanya apakah dari 8 orang tergugat akan hadir langsung, Veri belum memberikan informasi lebih lanjut. 

Diberitakan sebelumnya, Komardin dalam sidang gugatan ini menuntut ganti rugi UGM sebesar Rp1.069 trilun, terdiri dari kerugian materiil Rp69 triliun dan imateriil Rp1.000 triliun. 

Tuntutan itu jika UGM tidak bisa membuktikan riwayat akademik Jokowi selama berkuliah disana.

Menurutnya, imbas persoalan ijazah Jokowi belakangan terakhir ini juga telah mempengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia seperti nilai rupiah terhadap Dolar. 

Jika ijazah Jokowi sudah bisa dibuktikan asli atau palsunya oleh putusan pengadilan, Komardin mengeklaim kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia bisa membaik. 

Selain itu, tuntutan mengenai dua kerugian tersebut karena pada Desember 2025 bertepatan jatuh tempo pembayaran hutang Indonesia sebesar Rp833 triliun, dengan asumsi nilai dolar Rp15.500 triliun. Sekarang ini, nilai dolar sudah tembus Rp16.600 triliun sekian. (scp/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kampung Nelayan Merah Putih Dikebut, Industri Kapal Nasional Dikonsolidasikan di Bawah PT PAL

Kampung Nelayan Merah Putih Dikebut, Industri Kapal Nasional Dikonsolidasikan di Bawah PT PAL

Presiden Prabowo Subianto memutuskan mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus merombak tata kelola industri perikanan nasional.
Berapa Lama Jeong Ho-young Absen? Red Sparks Terpuruk di Liga Voli Korea

Berapa Lama Jeong Ho-young Absen? Red Sparks Terpuruk di Liga Voli Korea

Red Sparks kembali diterpa nasib sial setelah middle blocker andalan mereka, Jung Ho-young, mengalami cedera patah jari tengah kiri, berapa lama kah absen?
Misteri Kematian Pegawai PPPK RSPAU Halim di Pondok Gede: Polisi Ungkap Motif Sementara di Balik Aksi Sadis Pelaku

Misteri Kematian Pegawai PPPK RSPAU Halim di Pondok Gede: Polisi Ungkap Motif Sementara di Balik Aksi Sadis Pelaku

Tabir gelap di balik kasus pembunuhan NHW (31), seorang pegawai PPPK Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma, mulai tersingkap. 
Hasil Debut Minor Bersama Persib, Sergio Castel Minta Dukungan Bobotoh untuk Real Madrid-kan Diri di ACL Two

Hasil Debut Minor Bersama Persib, Sergio Castel Minta Dukungan Bobotoh untuk Real Madrid-kan Diri di ACL Two

Persib gagal mencetak kemenangan dari Ratchaburi FC di AFC Champions League Two 2025-2026 di Stadion Ratchaburi FC, Rabu (11/2/2026). 
KPK Periksa Ketua Kadin Surakarta, Dalami Pengaturan Lelang Proyek yang Libatkan Sudewo di Kasus DJKA

KPK Periksa Ketua Kadin Surakarta, Dalami Pengaturan Lelang Proyek yang Libatkan Sudewo di Kasus DJKA

KPK periksa Ketua Kadin Surakarta, Ferry Septha Indarto terkait kasus dugaan korupsi pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta di DJKA Kementerian Perhubungan.
Jokowi Diperiksa Polresta Solo untuk Lengkapi Berkas Perkara di Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Palsu

Jokowi Diperiksa Polresta Solo untuk Lengkapi Berkas Perkara di Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Palsu

Polda Metro Jaya beberkan alasan melakukan pemeriksaan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Polresta Solo terkait tudingan ijazah palsu.

Trending

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Nova Arianto resmi diganti sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 menjelang Piala Asia U-17 2026. Dia hanya ditunjuk untuk sementara dalam dua laga uji coba melawan China.
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1

Taisei Marukawa disebut-sebut berpeluang dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) membela Timnas Indonesia. Pemain asal Jepang itu hampir lima tahun
Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Tiga pemain asing Super League hampir eligible dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. John Herdman berpeluang mendapat tandem tajam bagi Ole Romeny di depan.
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Dalam arahan John Herdman, pencarian bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini radar Timnas Indonesia tertuju ke rekan setim Ragnar Oratmangoen di Belgia.
Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Ada satu amalan sunnah selalu dibawa Megawati Hangestri. Bisa menjadi contoh yang baik.
Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi diperiksa di Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore terkait laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan ijazah palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT