GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BMKG vs GRIB Jaya: Lahan Dibongkar, Hercules Balas Lewat Serangan Balik di Dunia Maya!

Usai kisruh lahan BMKG, Hercules perintahkan anggota GRIB Jaya untuk menyerbu media sosial dan hentikan rekrutmen. Ini strategi mereka selanjutnya.
Senin, 26 Mei 2025 - 10:30 WIB
Anak buah Hercules dari GRIB Jaya ditangkap Polda Metro Jaya imbas kuasai lahan BMKG di Tangsel
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube GRIB TV & Julio Trisaputra/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Nama besar Hercules Rosario Marshal kembali menjadi sorotan setelah organisasi masyarakat (ormas) yang dipimpinnya, GRIB Jaya, terlibat sengketa lahan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di kawasan Pondok Betung, Tangerang Selatan.

Tak hanya soal lahan, GRIB Jaya juga diterpa isu miring soal permintaan "tebusan" Rp5 miliar kepada BMKG, yang langsung dibantah keras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merespons situasi yang makin memanas dan pemberitaan negatif yang beredar luas di media sosial, Hercules langsung mengambil langkah cepat. Melalui Sekretaris Jenderal GRIB Jaya, Zulfikar, Hercules memerintahkan seluruh anggota di Indonesia untuk bertindak secara masif namun terukur.

“Diperintahkan untuk mendata ulang anggota dan menghentikan sementara perekrutan anggota baru,” kata Zulfikar lewat kanal YouTube GRIB Jaya.

Serbu Media Sosial, Lawan Opini Negatif

Tak hanya itu, Zulfikar menyebut instruksi lain dari Hercules adalah menyerbu media sosial untuk melawan narasi negatif yang berkembang. Ia menyebut banyak akun palsu yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baik GRIB Jaya dan sang ketua umum.

“Begitu banyak akun-akun fiktif dan video lama yang sengaja diedit dengan teknologi AI untuk menyerang Ketua Umum kita,” tegasnya.

Sebagai bentuk loyalitas dan pembelaan organisasi, seluruh anggota GRIB Jaya diwajibkan memberikan komentar kontra-narasi di akun-akun media sosial yang menjelekkan nama Hercules dan GRIB.

“Buktikan loyalitasmu hanya dengan jari, tanpa perlu keluar biaya,” ujar Zulfikar. “Lawan mereka dengan komentarmu!”

Menurut perhitungannya, jika seluruh anggota GRIB Jaya aktif mengomentari, maka opini positif akan jauh lebih mendominasi dibandingkan serangan digital yang diarahkan ke GRIB Jaya.

Isu Tebusan Rp5 Miliar Dibantah Keras

Di tengah panasnya konflik, GRIB Jaya juga membantah keras isu permintaan uang tebusan Rp5 miliar kepada BMKG. Ketua Tim Hukum dan Advokasi GRIB Jaya, Wilson Colling, menyebut isu tersebut sebagai fitnah yang menyesatkan.

“Isu itu sudah lama beredar sejak 1992. Kami tidak pernah meminta uang tebusan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Menurut Wilson, GRIB Jaya justru bertindak membela hak-hak perdata warga dan ahli waris yang telah menempati lahan tersebut selama puluhan tahun.

“Ini bukan pendudukan liar. Tidak ada putusan pengadilan yang memerintahkan eksekusi atau pengosongan lahan,” tegasnya.

Wilson juga menantang narasi BMKG yang menyebut lahan seluas 127.780 meter persegi itu sebagai tanah negara. Menurutnya, keberadaan masyarakat yang telah menempati lokasi sejak 1990-an tidak bisa serta merta diabaikan.

“Kalau ujug-ujug bilang tanah negara, buktinya mana? Mereka juga warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan hukum,” tandas Wilson.

BMKG Ajukan Permohonan Pengamanan

Di sisi lain, BMKG menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan aset negara yang tercatat resmi. Melalui surat resmi kepada Polda Metro Jaya, BMKG meminta bantuan penertiban terhadap aktivitas GRIB Jaya di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“BMKG memohon bantuan pihak berwenang untuk melakukan pengamanan dan penertiban terhadap pendudukan lahan negara oleh ormas GRIB Jaya,” ujar Akhmad Taufan Maulana, Plt. Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama BMKG.

Situasi antara GRIB Jaya dan BMKG kini memasuki babak baru. Hercules menginstruksikan langkah tegas: hentikan rekrutmen, data ulang anggota, dan kuasai narasi publik lewat media sosial. Di tengah tekanan dan opini publik yang memanas, pertempuran tak hanya terjadi di lapangan, tapi juga di ruang digital. (ree/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan, BRI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif

Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan, BRI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif

BRI menilai pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial lewat ekonomi hijau dan inklusif.
Polresta Sleman Ungkap Kondisi 11 Bayi dari Rumah Penampungan di Pakem, Tiga Masih Dirawat Intensif di RS

Polresta Sleman Ungkap Kondisi 11 Bayi dari Rumah Penampungan di Pakem, Tiga Masih Dirawat Intensif di RS

Polresta Sleman mengungkap tiga dari 11 bayi yang diamankan di rumah penampungan Pakem masih dirawat akibat penyakit bawaan dan gangguan kesehatan.
Timnas Indonesia Disorot Dunia, Eks Pelatih Spanyol Akui Perkembangan Garuda Jelang Piala Asia 2027: Bakal Sulit Dilawan

Timnas Indonesia Disorot Dunia, Eks Pelatih Spanyol Akui Perkembangan Garuda Jelang Piala Asia 2027: Bakal Sulit Dilawan

Timnas Indonesia mencuri perhatian publik sepak bola jelang ajang Piala Asia 2027. Kali ini, sorotan datang bukan hanya dari suporter atau media Asia Tenggara.
Detik-detik Polisi Gerebek Gudang Motor Ilegal di Jaksel, Polda Metro Sita 1.494 Motor

Detik-detik Polisi Gerebek Gudang Motor Ilegal di Jaksel, Polda Metro Sita 1.494 Motor

Sebagian warga DKI Jakarta dikejutkan dengan kabar detik-detik polisi gerebek gudang motor ilegal di Jaksel. Bahkan Polda Metro Jaya sita 1.494 motor di gudang
Harlin Rahardjo Sebut Pembinaan Dini Kunci Target Olimpiade 2032

Harlin Rahardjo Sebut Pembinaan Dini Kunci Target Olimpiade 2032

Target tersebut membutuhkan proses pembinaan jangka panjang yang dimulai sejak kelompok usia dini.
Federasi Akuatik Indonesia Kenalkan ISCES untuk Pembinaan Atlet Renang Muda

Federasi Akuatik Indonesia Kenalkan ISCES untuk Pembinaan Atlet Renang Muda

Pembinaan atlet usia dini menjadi fondasi utama dalam sistem Long Term Athlete Development (LTAD) yang saat ini dijalankan Federasi Akuatik Indonesia.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral