News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mas Dewan Angkat Topi atas Penutupan Tambang Nikel di Raja Ampat: Lokasi Ini Bukan Hanya Milik Papua, Tapi Milik Dunia!

Mas Dewan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang cabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) 4 Perusahaan yang beroperasi di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Selasa, 10 Juni 2025 - 18:53 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho, yang akrab disapa Mas Dewan.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho, yang akrab disapa Mas Dewan, mendukung dan mengapresiasi terhadap langkah pemerintah yang mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) 4 Perusahaan yang beroperasi di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Dia menegaskan eksploitasi tambang di kawasan tersebut telah menimbulkan kerusakan ekologis yang serius dan secara langsung mengancam sektor pariwisata yang menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mas Dewan menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dampak buruk yang ditimbulkan dari aktivitas tambang, mulai dari kerusakan hutan, sedimentasi perairan laut, hingga menurunnya kualitas keanekaragaman hayati laut yang menjadi daya tarik utama wisatawan dari seluruh dunia.

“Raja Ampat adalah salah satu warisan alam paling berharga yang dimiliki Indonesia. Kehadiran tambang nikel di kawasan ini bukan hanya bertentangan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, tapi juga berpotensi menimbulkan dampak kerusakan fondasi utama ekonomi lokal yang bertumpu pada pariwisata bahari,” tegas Mas Dewan dalam keterangannya, Selasa (10/6/2025).

tvonenews

Tambang nikel yang masuk ke wilayah Raja Ampat melalui konsesi lahan di Pulau Kawe, Pulau Gag, dan beberapa titik lain, telah menyebabkan pembukaan hutan hujan tropis, termasuk wilayah hutan mangrove yang sangat penting bagi sistem filtrasi alami dan pemijahan biota laut.

Sedimentasi yang terjadi akibat pembukaan lahan tambang dan hilangnya vegetasi penahan air mengakibatkan lumpur terbawa ke laut, menyelimuti terumbu karang dan mengganggu habitat berbagai spesies laut endemik.

Akibatnya, kejernihan air laut menurun drastis, dan terjadi degradasi pada ekosistem terumbu karang yang selama ini menjadi magnet utama pariwisata selam (diving) dan snorkeling.

“Ketika kualitas lingkungan menurun, kunjungan wisatawan juga ikut turun. Ini adalah pukulan ganda: bagi lingkungan dan bagi ekonomi masyarakat,” kata Mas Dewan.

Raja Ampat selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata laut terbaik di dunia, dengan lebih dari 75% spesies karang dunia ditemukan di perairannya.

Sektor pariwisata di wilayah ini menyumbang sebagian besar pendapatan masyarakat lokal, dari pemandu wisata, penyedia homestay, hingga pelaku usaha kuliner dan transportasi laut.

Penurunan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas tambang telah berdampak langsung terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Beberapa pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omset hingga 40% sejak kabar kerusakan lingkungan menyebar melalui media sosial dan pengakuan langsung wisatawan yang kecewa.

“Kami hidup dari laut, dari wisata. Kalau laut rusak, tamu tidak datang lagi. Lalu kami hidup dari mana?” ungkap Mikael Way, warga Desa Arborek, salah satu pusat wisata di Raja Ampat.

Mas Dewan, mendukung dan mengapresiasi langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) pada kegiatan pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Keputusan pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) 4 Perusahan tersebut pada hari ini, dianggap sebagai langkah berani dan visioner dalam menjaga ekosistem yang luar biasa penting tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia.

“Saya mendukung penuh kebijakan Menteri Bahlil. Raja Ampat adalah kawasan dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Menambang di sana adalah tindakan yang bertolak belakang dengan komitmen kita terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan,” ujar Mas Dewan.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI, Mas Dewan menegaskan pentingnya menata ulang kebijakan pertambangan nasional agar lebih adaptif terhadap kawasan-kawasan konservasi, laut tropis, dan daerah yang memiliki nilai ekologi dan sosial tinggi seperti Raja Ampat.

“Indonesia tidak boleh mengulang kesalahan lama: membiarkan alam kita hancur atas nama investasi jangka pendek. Kita perlu keberanian politik untuk berkata ‘tidak’ terhadap investasi yang merusak,” tambahnya.

Mas Dewan juga mendukung dan mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendukung penutupan izin tambang perusahaan nikel di Raja Ampat.

Dia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin tambang yang diberikan di kawasan konservasi dan zona rawan ekologis seperti Raja Ampat.

Mas Dewan juga menyoroti pentingnya pengawasan dan sinkronisasi berkelanjutan kebijakan pusat dan daerah untuk memberikan dan kepastian hukum bagi pelaku usaha tambang sekaligus proteksi kekayaan hayati dan kelestarian lingkungan hidup.

“Penutupan izin tambang yang dilakukan pemerintah pada hari ini sebagai wujud komitmen melindungi kepentingan masyarakat Raja Ampat dan biota laut serta potensi alam yang ada di Raja Ampat. Komitmen ini juga perlu dikawal bersama Komisi VII DPR RI melalui mitra Kementerian Pariwisata untuk menjaga destinasi wisata dari ancaman izin tambang yang berpotensi merusak daya tarik wisata," tuturnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho menyerukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, LSM lingkungan, dan pelaku usaha pariwisata untuk membangun Raja Ampat sebagai model wisata berkelanjutan kelas dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia turut mendukung percepatan program zonasi laut dan penguatan peran masyarakat adat dalam menjaga kawasan pesisir.

“Raja Ampat bukan hanya milik Papua, tapi milik dunia. Kita punya tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaganya. Penutupan tambang nikel adalah langkah awal untuk memastikan bahwa anak cucu kita masih bisa menikmati keajaiban laut ini di masa depan,” pungkasnya.(lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Soal Kartu Merah, Ini Respons Gavin Lee usai Singapura Tumbang dari Timnas Indonesia

Bukan Soal Kartu Merah, Ini Respons Gavin Lee usai Singapura Tumbang dari Timnas Indonesia

Singapura kalah 0-2 dari Timnas Indonesia, Gavin Lee tak mau persoalkan kartu merah dan penalti. Ia menegaskan mentalitas tim harus terjaga hingga Piala Asia.
Megawati Hangestri Bikin Libero Hyundai Hillstate Terpukau, Power Smash Megatron Jadi Sorotan

Megawati Hangestri Bikin Libero Hyundai Hillstate Terpukau, Power Smash Megatron Jadi Sorotan

Megawati Hangestri mulai menunjukkan kualitasnya di hadapan rekan-rekan barunya di Hyundai Hillstate. Libero utama tim, Kim Yeon-gyeon, mengaku terpukau power.
Dedi Mulyadi Sambut Baik FIFA ASEAN Cup 2026 diselenggarakan di Jawa Barat: Bisa Berefek ke Ekonomi

Dedi Mulyadi Sambut Baik FIFA ASEAN Cup 2026 diselenggarakan di Jawa Barat: Bisa Berefek ke Ekonomi

Perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 akan memberikan dampak ganda yang luar biasa bagi masyarakat Jawa Barat.
Kehidupan Shio Naga Meningkat, Ramalan Keuangan dan Karier 27 September 2026

Kehidupan Shio Naga Meningkat, Ramalan Keuangan dan Karier 27 September 2026

Ramalan keuangan dan karier 12 shio 27 September 2026. Kehidupan Shio Naga meningkat, sementara shio lain menghadapi peluang dan tantangan berbeda.
IPW Angkat Bicara Soal Ombudsman Sidak Lapas Cibinong: Ada Batas Kewenangan

IPW Angkat Bicara Soal Ombudsman Sidak Lapas Cibinong: Ada Batas Kewenangan

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menanggapi inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (23/9/2026).
Bukan Soal Finishing, John Herdman Ungkap Alasan Timnas Indonesia Minim Tembakan Lawan Singapura

Bukan Soal Finishing, John Herdman Ungkap Alasan Timnas Indonesia Minim Tembakan Lawan Singapura

ohn Herdman menjelaskan minimnya tembakan Timnas Indonesia saat melawan Singapura. Menurutnya, skuad Garuda masih membangun ritme dan kombinasi pemain baru.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral