News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Gadungan Bernama Yohanes Pura-Pura Mau Beli Motor Berujung Perampasan, Minta COD Jam 01.30 Dini Hari dengan Korban

Polisi gadungan bernama Yohanes diketahui berpura-pura mau beli motor namun berujung merampas motor tersebut.
Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:08 WIB
ILUSTRASI - Polisi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi gadungan bernama Yohanes diketahui berpura-pura mau beli motor namun berujung merampas motor tersebut.

Motor yang dirampas adalah motor milik Adelia yang merupakan warga Palmerah, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini berawal saat Adelia hendak menjual sepeda motor miliknya keluaran tahun 2018 lewat media sosial.

Dari beberapa sekian penawar, Adelia akhirnya sepakat menjualnya kepada Yohanes.

tvonenews

Pasalnya, Yohanes memberikan tawaran tertinggi terhadap motor yang dijualnya. Komunikasi keduanya yang bermula dari media sosial pun berlanjut ke WhatsApp. 

"Saya buka harga di Rp6 juta. Beliau ini yang paling tinggi nawarnya akhirnya deal di Rp5,6 juta," kata Adelia dikutip pada Sabtu (28/6/2025). 

Sejak awal Adelia mengaku sadar terkait risiko jual-beli motor di media sosial. 

Oleh karena itulah dia hanya mau bertransaksi dengan sistem cash on delivery (COD) atau bayar di tempat.

"Awalnya dia mau ketemuan pagi sebelum kerja, tapi enggak jadi," ujar Adelia.

Adelia sama sekali tidak curiga saat pelaku meminta COD dilakukan pada tengah malamnya.

Tepatnya pada Rabu (18/6/2025) dini hari sekira pukul 01.30 WIB.

Dia menyanggupi karena yang terpenting adalah motornya bisa terjual. Adelia akhirnya meminta pertemuan dilakukan di depan sebuah toko di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

"Saya ditemani teman saya. Begitu juga Yohanes bawa temannya," terangnya. 

Pertemuan itu terekam CCTV yang terpasang di depan toko. Di rekaman CCTV itu awalnya tak ada yang aneh. Yohanes tampak memeriksa kondisi motor layaknya seorang pembeli.

Situasi pun mulai berubah saat Yohanes dan rekannya yang mengenakan kaos hitam dan masker mengaku sebagai anggota polisi.

"Awalnya mereka enggak mengaku polisi. Tapi pas lagi obrolin harga motor dia baru bilang katanya dari Mabes Polri. Terus saya bilang kantornya di mana, dia bilang di Polda," ungkapnya.

Yohanes mulai mengintimidasi Adelia dan rekannya untuk mempelajari pasal-pasal yang mengatur jual-beli kendaraan. Terlebih lagi saat itu motor milik Adelia hanya memiliki STNK tanpa ada BPKB. 

"Karena dia bilang kalau sistem COD ini ada pasalnya. Saya langsung cek pasalnya dan beneran ada," kata Adelia.

Awalnya dia masih berusaha tenang lantaran nama dalam STNK motor itu adalah identitasnya.

Namun, pelaku mulai menaikkan nada bicara dan mengeluarkan borgol sambil menggertak. Hal itu membuat Adelia dan rekannya menjadi terintimidasi.

Kemudian Yohanes meminta untuk membawa motor milik Adelia. Pelaku berdalih motor itu baru akan dikembalikan jika Adelia mendatangi Polda Metro Jaya dengan membawa surat pernyataan tak akan melakukan sistem jual-beli tanpa surat-surat lengkap.

"Saya enggak sampai diborgol tapi dia sudah mengeluarkan borgol buat ngancem kita dan langsung bawa motornya saja. STNK masih sama saya. Dia suruh fotokopi STNK untuk bawa ke Polda langsung," tutur Adelia. 

Malam itu Adelia hanya bisa pasrah karena sudah ketakutan namun belum mengira menjadi korban penipuan.

Ponsel Yohanes masih bisa dihubungi saat itu. Hal ini terlihat dari pesan yang dikirimkannya masih terkirim. Tapi, pada pagi harinya, ponsel Yohanes sudah tak bisa dihubungi.

"Paginya kan saya chat dia buat nanya kalau saya ini harus kemana dan ketemu siapa, tapi dia udah ceklis satu. Saya suruh teman saya chat dia ternyata bisa ceklis dua berarti kan saya diblokir," tuturnya.

Pada Jumat (20/6/2025), Adelia pun segera melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Barat dan berharap pelaku bisa diringkus secepatnya.

Kapolsek Palmerah Kompol Eko Adi Setiawan mengatakan pelaku sudah ditangkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Eko belum dapat membeberkan waktu detail penangkapan pria yang mengaku sebagai polisi itu.

"Penangkapan oleh Satreskrim Polres Metro Jakbar. Mereka yang menangani. Intinya sudah ditangkap," pungkasnya. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Masih Abu-Abu, Taspen Tegaskan Belum Ada Rapel Cair

Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Masih Abu-Abu, Taspen Tegaskan Belum Ada Rapel Cair

Kenaikan gaji pensiunan PNS 2026 belum pasti. Taspen pastikan belum ada rapel cair dan imbau masyarakat waspada hoaks.
Reaksi Warga Jabar Tahu Gubernur KDM Tinjau Kondisi Jembatan Cirahong, Imbas Dugaan Dijaga Pungli Viral

Reaksi Warga Jabar Tahu Gubernur KDM Tinjau Kondisi Jembatan Cirahong, Imbas Dugaan Dijaga Pungli Viral

Warga Jawa Barat mengomentari kunjungan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) pastikan kondisi Jembatan Cirahong, Ciamis aman untuk kendaraan motor dari dua arah.
Dari Pegawai Terbaik ke Kursi Dicopot Gubernur Kang Dedi Mulyadi: Prestasi Ida Hamidah Tersorot, Harta Rp5,4 Miliar Ikut Jadi Sorotan

Dari Pegawai Terbaik ke Kursi Dicopot Gubernur Kang Dedi Mulyadi: Prestasi Ida Hamidah Tersorot, Harta Rp5,4 Miliar Ikut Jadi Sorotan

Profil Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta Bandung yang dicopot Gubernur Kang Dedi Mulyadi. Dari prestasi gemilang hingga sorotan harta kekayaan miliaran rupiah.
Banyak Kejanggalan di Laga Kontra Atletico Madrid, Barcelona Dikabarkan Siap Lapor UEFA

Banyak Kejanggalan di Laga Kontra Atletico Madrid, Barcelona Dikabarkan Siap Lapor UEFA

Barcelona dikabarkan siap protes ke UEFA usai kalah 0-2 dari Atletico. Hansi Flick murka soal keputusan wasit dan VAR yang dinilai rugikan Blaugrana.
Haji Her Dipanggil KPK, Bantah Terlibat Kasus Bea Cukai: “Saya Tidak Tahu Apa-Apa”

Haji Her Dipanggil KPK, Bantah Terlibat Kasus Bea Cukai: “Saya Tidak Tahu Apa-Apa”

Haji Her penuhi panggilan KPK terkait kasus Bea Cukai. Pengusaha tembakau asal Madura mengaku tidak tahu soal perkara yang diselidiki.
Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Selengkapnya

Viral