News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Terima Ada Gelar Perkara Khusus Kasus Ijazah Jokowi, Kuasa Hukum: Proses Ini Tak Berdasar Hukum

Kubu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa tak terima dengan adanya gelar perkara khusus kasus dugaan ijazah palsu yang dilakukan Bareskrim hari ini.
Rabu, 9 Juli 2025 - 12:18 WIB
Konferensi Pers Tim Kuasa Hukum Joko Widodo, Yakup Hasibuan, terkait gelar perkara khusus Ijazah Palsu, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025)
Sumber :
  • Julio Tri Saputra/tvOnenews

Jakarta, tvonenews.com – Bareskrim Polri melakukan gelar perkara khusus terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 9 Juli 2025.

Forum ini dihadiri pihak pelapor dan terlapor, memicu perdebatan sengit antara kubu pelapor yang menuding adanya kejanggalan teknis dan kubu Jokowi yang menyebut proses ini tidak memiliki dasar hukum. Sementara, menurut kubu Jokowi, gelar perkara ini tidak berdasarkan hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kubu Jokowi yang diwakili Tim Kuasa Hukumnya, Yakup Hasibuan menegaskan keberatan atas penyelenggaraan perkara khusus ini.

Kubu Jokowi menilai proses ini lebih bersifat politis dan tidak memiliki landasan hukum yang kuat.

"Sejak awal kami sudah menyampaikan keberatan akan proses ini. Karena ini gelar perkara khusus pada tahap penyelidikan tidak diatur dan tidak berdasar hukum," kata Yakup.

Meski demikian, ia menyatakan menghormati keputusan Mabes Polri dan hadir untuk mengikuti proses. Yakup berharap forum ini dapat mengakhiri polemik serupa.

“Kami sangat menghargai keputusan yang sudah diambil Mabes Polri. Sehingga kami hadir hari ini untuk ikuti prosesnya. Dengan harapan bahwa ini kan gelar perkara khusus atas permintaan mereka sehingga setelah gelar perkara khusus ini, ya harapan kami sudah makin jelas, clear. Dan pihak mereka pun tidak ada lagi dipertanyakan," ucap Yakup.

Sementara, pelapor bersikukuh bahwa temuan teknis mereka cukup untuk mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi.

Kubu pelapor, yang diwakili Pakar Telematika Roy Suryo bersama Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana, Wakil Ketua TPUA Rizal Fadillah, Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar, dan Ahmad Khozinudin, mengklaim memiliki bukti kuat bahwa ijazah Jokowi tidak autentik.

Roy Suryo memaparkan hasil analisis teknis menggunakan metode Error Level Analysis (ELA) terhadap dokumen ijazah yang bersumber dari unggahan politisi PSI, Dian Sandi.

“Hasil uji ELA menunjukkan kejanggalan pada bagian logo dan foto ijazah Jokowi,” ungkap Roy.

Lebih lanjut, Roy menyebut hasil komparasi wajah menunjukkan bahwa pas foto pada ijazah tidak cocok dengan wajah Jokowi saat ini, melainkan lebih mirip dengan seseorang bernama Dumatno Budi Utomo.

Ia juga membandingkan ijazah Jokowi (nomor 1120) dengan ijazah lain (nomor 1115 milik Frono Jiwo, 1116 milik almarhum Hari Mulyono, dan 1117 milik Sri Murtiningsih) yang dinilainya identik, sementara ijazah Jokowi dianggap tidak konsisten.

“Skripsi Jokowi juga cacat karena tidak ada lembar pengujian, yang wajib ada dalam naskah skripsi. Skripsi cacat tidak akan lulus, sehingga ijazahnya diragukan keasliannya,” tegas Roy. (rpi/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Artis indonesia, Kirana Larasati menjadi sorotan di tengah kasus dugaan penipuan emas. Hal tersebut menuai perhatian publik, berikut klarifikasinya.
Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Kementerian Transmigrasi bersama BP Batam dan instansi terkait mempercepat penataan permukiman di Tanjung Banon, Pulau Rempang. Pada tahap ini, pemerintah fokus membangun 350 unit rumah permanen bagi warga terdampak.
Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Ryan Giigs menilai gestur berpelukan tersebut sangat berbeda dengan budaya persaingan yang dirasakannya ketika masih aktif bermain.
Gempa Besar Guncang Panana, Kekuatan Magnitudo 7,7 dan Kedalaman 12,6 Kilometer

Gempa Besar Guncang Panana, Kekuatan Magnitudo 7,7 dan Kedalaman 12,6 Kilometer

Gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Panama bagian selatan, Jumat (9/10/2026) waktu setempat. Titik gempa yang mengguncang Panama berada di sekitar 12 kilometer barat laut Pitaloza Arriba dengan kedalaman 12,6 kilometer.
Nasi Goreng Jadi Hiburan Maverick Vinales di Tengah Kecemasan Penampilan Jelang MotoGP Mandalika

Nasi Goreng Jadi Hiburan Maverick Vinales di Tengah Kecemasan Penampilan Jelang MotoGP Mandalika

Maverick Vinales menyebut nasi goreng sebagai salah satu kuliner yang paling berkesan selama berada di Indonesia.
Pajak Kendaraan Bermotor Dibayar Tiap Tahun, Ini yang Perlu Anda Ketahui soal Penggunaan Dananya

Pajak Kendaraan Bermotor Dibayar Tiap Tahun, Ini yang Perlu Anda Ketahui soal Penggunaan Dananya

Ke mana hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) digunakan? Simak aturan DKI Jakarta yang mengalokasikan minimal 10 persen penerimaan untuk jalan dan transportasi

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral