News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Telematika Sampai Sekarang Masih Belum Percaya 100 Persen Keterangan Polisi soal Kematian Arya Daru? Sampai Bilang Kalau itu Cuma...

Kematian tak wajar diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru masih menyisakan sejumlah tanda besar, meski polisi sudah sampaikan penyebabnya.
Jumat, 8 Agustus 2025 - 20:03 WIB
Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan (39) berada di rooftop Gedung Kemenlu.
Sumber :
  • Istimewa/Tangkapan Layar

tvOnenews.com - Kematian tak wajar diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (39), masih menyisakan sejumlah tanda tanya besar.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengumumkan hasil penyelidikan awal penyebab kematian Arya Daru. Berdasarkan temuan di lapangan, korban disebut meninggal akibat kehabisan napas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban kuning di kamar indekosnya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).

Dari hasil penyelidikan kepolisian, disebutkan penyebab kematian ADP karena kehabisan oksigen hingga mati lemas.

"Sebab kematian akibat pertukaran oksigen pada saluran pernafasan atas yang mengakibatkan lemas," ungkap Dokter Forensik RSCM, Yoga Tohijiwa, yang menerima permintaan visum dari kepolisian pada tanggal 8 Juli 2025.

Sementara itu, sejumlah ahli ikut berkomentar soal kejanggalan kematian Arya Daru.

Abimanyu Wachjoewidajat, seorang pakar IT dan Telematika memberikan pandangannya terkait CCTV Arya Daru.

Diplomat muda Kemlu RI Arya Daru Pangayunan ditemani dua orang saat belanja di mal
Diplomat muda Kemlu RI Arya Daru Pangayunan ditemani dua orang saat belanja di mal
Sumber :
  • Istimewa

 

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh polisi dalam konferensi pers, dengan menunjukkan CCTV tanpa diputar itu tidak bisa menggambarkan rangkaian peristiwa.

"Nggak bisa, kenapa saya bilang nggak bisa? apa yang disampaikan Polisi karena sudah lebih mengarah kepada asumsi, saya masih bilang asumsi kok, bukan hasil analisa," ungkapnya dilansir dari kanal Youtube KompasTV.

"Bahwa itu terjadinya adalah dugaan keinginan melakukan tindakan bunuh diri, bukan terbukti bunuh diri ya. Dari bukti 20 titik CCTV, tidak terbukti adanya kekerasan, bilang sama polisinya,'hello, namanya kekerasan tidak akan kelihatan di CCTV-nya, wong kejadiannya di kamar kok, sudah selesai di kamar, di kamar tidak ada CCTV," sambungnya.

Lebih lanjut, Abimanyu Wachjoewidajat yang menelusuri rangkaian peristiwa detik-detik sebelum Arya Daru ditemukan tak bernyawa di kamarnya.

Arya Daru sebelumnya sedang belanja di Mal Grand Indonesia bersama kedua temannya Dion dan Vara. Hal itu tertangkap kamera CCTV.

Menurut Abimanyu dari pemaparan polisi terkait CCTV yang ditampilkan  tidak lengkap.

"Pagi hari masih bekerja gak? masih, berarti sebelum ke GI (Grand Indonesia), dia masih di Kemlu, sekarang adakah rekaman CCTV dari Kemlu, dia keluarnya dari Kemlu, sebelum dia sampai di GI jam berapa?" tuturnya.

"Itu penting, karena adakah keterlibatan orang lain untuk kegiatan dia di sini (GI)," sambungnya.

Kemudian, pakar Telematika ini menyatakan bahwa rekaman CCTV juga bisa menggambarkan kondisi fisik dan psikologis dari Arya Daru.

Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan (39) berada di rooftop Gedung Kemenlu.
Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan (39) berada di rooftop Gedung Kemenlu.
Sumber :
  • Istimewa/Tangkapan Layar

 

Soal gerak-gerik Arya Daru ketika berada di rooftop Kemlu, pakar Telematika memberikan pandangan yang berbeda dari polisi.

Abimanyu Wachjoewidajat mengatakan tidak terlihat keinginan Arya Daru untuk bunuh diri dari rekaman CCTV di rooftop Kemlu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pasti akan gemeter pasti, orang yang akan mengakhiri nyawanya pada saat itu, gemeter, tidak hanya melihat santai," tuturnya.

"Dia ke atas membawa tas, turun ke bawah tidak membawa tas, apa kelupaan? tanda-tandanya misalnya kelupaan. Sesuatu yang sangat dibawa kan nggak mungkin kemudian jadinya lupa, atau kah ada niatan untuk diberikan kepada seseorang?" pungkasnya. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Voli Asian Games 2026, Selasa 29 September: Ada Timnas Voli Indonesia Vs Iran, Berebut Tiket ke Perempat Final

Jadwal Voli Asian Games 2026, Selasa 29 September: Ada Timnas Voli Indonesia Vs Iran, Berebut Tiket ke Perempat Final

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini Selasa (29/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan berhadapan dengan Iran untuk memperebutkan tiket menuju babak perempat final.
Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026, di mana ada dua wakil Indonesia yang akan berebut medali emas yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Media Vietnam, The Thao 247 menyindir kepiawaian 11 pemain diaspora dari hasil laga Timnas Indonesia ditahan imbang Malaysia skor 0-0 pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Sebuah video memperlihatkan suasana para penumpang histeris saat ada seekor hewan serangga kecoa terbang dalam gerbong wanita KRL rute Bogor viral di medsos.
Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Selasa (29/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia mengalami penurunan posisi karena belum berhasil menambah koleksi medali emas.
Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Pihak yang mengatasnamakan KPK NU mendatangi gedung KPK Merah Putih, Jumat (25/9/2026) untuk melaporkan dugaan politik uang dalam serta transaksi dana dalam proses Muktamar ke-35 NU.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Selengkapnya

Viral