News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Kejanggalan Pengakuan Penjaga Kos Berseberangan dengan Polisi di Kasus Kematian Diplomat Arya Daru, yang Terakhir Mencengangkan

Kotak pandora kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) belum usai. 3 pengakuan penjaga kos, Siswanto berbeda dari polisi disorot publik.
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:35 WIB
Diplomat muda Kemlu RI Arya Daru Pangayunan & Penjaga kos Siswanto
Sumber :
  • Kolase Istimewa & tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Kotak pandora kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) belum usai.

Pada akhir Juli 2025 lalu, polisi melalui Polda Metro Jaya telah menyampaikan sedikit kesimpulan motif kematian Arya Daru Pangayunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangan polisi, Arya Daru yang tewas terlilit lakban di kamar indekos diduga mengarah kepada tindakan bunuh diri.

Pasalnya, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra menyampaikan clue kesimpulan tewasnya Arya tindak ada unsur tindak pidana.

Selain itu, ada beberapa keterangan dari penjaga kos Guest House Gondia, Siswanto yang menjadi saksi berbeda dengan polisi.

Berbagai kejanggalan pengakuan antara penjaga kos dan polisi kini kembali menyita perhatian netizen di jagad maya.

3 Kejanggalan Pengakuan Penjaga Kos di Kasus Kematian Diplomat Arya Daru Pangayunan

Penjaga kos Arya Daru, Siswanto diwawancarai tim Fakta tvOne
Penjaga kos Arya Daru, Siswanto diwawancarai tim Fakta tvOne
Sumber :
  • Tangkapan layar tvOne

 

1. Sebelum Dihubungi Istri Arya Daru

Siswanto mengutarakan aktivitas dirinya pada Senin (7/7/2025), mulai sore hari sampai pergantian hari.

Ungkapan tersebut berlangsung saat disambangi Tim Fakta tvOne dan mantan Wakapolri, Komjen Pol (Purn.) Oegroseno.

Siswanto menjelaskan kepada Oegroseno, dirinya sudah tidur sejak sore hari hingga malam hari akibat cuaca hujan deras.

"Saya dari sore malah tidur kan, karena hujan terus pak waktu malam Selasa itu hujan terus," ungkap Siswanto di komplek indekos Guest House Gondia di Menteng, Jakarta Pusat dikutip, Sabtu (23/8/2025).

Siswanto mengatakan, dirinya terbangun karena istri mendiang Arya Daru, Meta Ayu Puspitantri terus menghubunginya pada dini hari.

Tak ayal, gelagat aneh Siswanto mondar-mandir di depan kamar indekos nomor 105 menjadi sorotan publik.

"Setelah itu saya rebahan langsung tiduran. Itu kalau nggak ditelepon sama istrinya almarhum juga saya nggak bangun," ucapnya.

Pengakuan Siswanto bersebrangan dengan Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi yang mengungkap penjaga kos itu sempat bertemu Arya pada malam hari.

Rezha menyebutkan, Siswanto sempat melihat aktivitas Arya memesan makanan dan makan seusai pulang dari mal Grand Indonesia.

"Jadi, malam hari itu, dia sekitar pukul 22.00, jam 22.00 mendekati 22.30 dia (korban) nyapa 'Ayo mas' gitu aja," jelas Rezha.

2. Arya Daru di Rooftop

Pengakuan Siswanto di atas juga bersebrangan saat kondisi Arya Daru di rooftop gedung Kemlu RI.

Meskipun kini rekaman CCTV memperlihatkan aktivitas Arya di rooftop disorot karena dinilai janggal.

Perbedaan keterangan ini mengacu waktu saat Siswanto melihat Arya makan dan disapa sekitar pukul 22.30 WIB.

Sedangkan, dalam keterangan Kombes Pol Wira Satya menyebutkan mendiang suami Pita itu di rooftop selama 86 menit sejak pukul 21.43 WIB.

Lagi pula, Siswanto mengatakan, dirinya terakhir kali bertemu diplomat Kemlu itu pada 5-6 Juli 2025.

3. Kakak Ipar Arya Bantah Pita Perintah Ubah Arah CCTV

Meta Ayu Thereskova, kakak kandung Pita sekaligus kakak ipar Arya Daru belakangan ini membantah adik kandungnya menyuruh Siswanto mengubah arah CCTV.

Bantahan ini dipertegas melalui percakapan dengan YouTuber Anjas Asmara dan TikToker A08K.

"Yang jelas Pita tidak pernah menyuruh siapa pun untuk menggeser CCTV," kata Meta dalam tangkapan layar percakapan tersebut.

Bantahan ini mengingat polisi dan Siswanto membeberkan pergeseran arah CCTV atas permintaan Pita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, terakhir kali saat hadir di program Sindo Prime di SINDOnews, Meta kembali menegaskan perintah perubahan arah CCTV tidak terpikirkan oleh Pita.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Kekalahan Norwegia dari Prancis pada laga Grup I Piala Dunia 2026 memicu kritik terhadap sang pelatih. Erling Haaland akhirnya buka suara soal keputusan itu.
Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo meminta seluruh partai politik di ibu kota untuk menanggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kesejahteraan masyarakat. 
5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

Psikolog forensik, Reza Indragiri berbagi 5 dimensi jika risk assessment diterapkan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat pada YTR.
Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Seorang wisatawan lanjut usia (lansia) asal Kota Serang nyaris menjadi korban kecelakaan laut setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Elpukara, kawasan wisata Anyer.
Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Sinergi antara penyelenggara negara dan warga negara menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. 
PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral