GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Arya Daru Muncul Terang-terangan, Kompolnas Prediksi Penyelidikan Kasus Diplomat Muda Mungkin Dilanjut: HP Aja Belum Ketemu

Anggota Kompolnas, Yusuf Warsyim membicarakan kemunculan keluarga Arya Daru. Ia mendukung langkah penyelidikan kasus kematian diplomat muda itu di kamar indekos diteruskan sampai selesai.
Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:51 WIB
Diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan yang tewas terbungkus lakban di kamar indekos
Sumber :
  • Facebook

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kembali membicarakan kasus kematian diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan (39).

Kasus kematian Arya Daru Pangayunan sebelumnya telah mendapat kesimpulan dari polisi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa, 29 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangan polisi, Arya Daru Pangayunan yang tewas terlilit lakban kuning diduga akibat tindakan bunuh diri.

Tetapi, pihak keluarga kurang puas atas hasil penyelidikan selama tiga minggu, sehingga muncul untuk mengungkap kotak pandora kasus Arya Daru.

Anggota Kompolnas, Yusuf Warsyim menanggapi kemunculan keluarga Arya Daru yang menganggap penyelidikan kasus kematian diplomat muda itu belum sempurna.

"Sesuatu yang dilokalisir atau tidak, tentu dari penelusuran pemantauan yang dilakukan Kompolnas baik ke Jogja dan sebagainya itu sejauh ini belum mendapatkan hal-hal melokalisir," ungkap Yusuf di program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Selasa (26/8/2025).

Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim bicara kasus kematian diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan
Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim bicara kasus kematian diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan
Sumber :
  • tvOneNews

 

Yusuf menjelaskan terkait contoh proses penyelidikan yang dibantu oleh Kompolnas belum sepenuhnya sempurna menyimpulkan motif kasus ini.

Sebelumnya, Kompolnas memang telah melakukan kunjungan dan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP), yakni kamar indekos Guest House Gondia.

Kunjungan ini dapat membantu tim penyelidik mendapatkan data-data mengenai fakta terbaru mengungkap motif kematian Arya Daru.

Apalagi, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya tidak menjelaskan secara detail terkait kesimpulan kasus tewasnya Arya.

Anggota Kompolnas itu mengatakan, kesimpulan penyelidikan kasus Arya Daru belum disahkan sepenuhnya secara administrasi.

"Kita garis bawahi saja rilis itu paling pertama sekali belum menemukan, tentu masih kemungkinan terbuka," tutur dia.

Lebih lanjut, Kompolnas mendukung langkah keluarga Arya Daru yang berusaha membongkar berbagai kejanggalan belum ditemui polisi.

Ada sejumlah kejanggalan seperti amplop cokelat berisi tiga gabus yang dianggap pihak keluarga Pita mengandung adanya simbol misterius.

Keluarga telah menyerahkan benda-benda tersebut untuk diproses lebih lanjut oleh tim penyelidik, meskipun hasilnya masih nihil.

Kemudian, Yusuf mengambil contoh langkah dari keluarga dan kuasa hukum yang membongkar kejanggalan terkait misteri handphone Arya yang hilang.

Handphone Samsung S22 Ultra Arya Daru hingga kini masih belum ditemukan tim penyelidik.

Apalagi, akses WhatsApp dan media sosial pribadi almarhum Arya Daru di handphone yang hilang tersebut.

Tetapi, pihak keluarga khususnya istri almarhum, Pita kaget Instagram dan WhatsApp Arya Daru mendadak aktif.

Kuasa hukum dan pihak keluarga berharap pihak Kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan handphone yang hilang.

"Masuk akal karena handphone itu menegaskan betul dari awal handphone almarhum itu harus dicari, harus didapat," tuturnya.

Melalui fakta tentang media sosial yang hilang, kata Yusuf, hal ini bisa memunculkan spekulasi bahwa Arya diduga menjadi korban pembunuhan.

"Kita sudah melakukan penalaran bahwa ini diduga pembunuhan, karena penyelidikan itu untuk mendapatkan keterangan fakta-fakta informasi peristiwa pidana atau bukan," tukasnya.

Tetapi, Kompolnas tidak ingin gegabah sampai proses penyelidikan apakah Arya bunuh diri atau dibunuh pihak lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia memprediksi tim penyelidik akan menindaklanjuti kasus kematian ini setelah keluarga Arya Daru muncul ke publik.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemprov DKI Jakarta Gelar Transisi Imlek-Ramadan di Bundaran HI, Tampilkan Barongsai hingga Marawis

Pemprov DKI Jakarta Gelar Transisi Imlek-Ramadan di Bundaran HI, Tampilkan Barongsai hingga Marawis

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar acara Transisi Imlek dan Ramadan 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
H-1 Ramadhan 2026: Baca Doa Ini Agar Diberi Kesehatan selama Ramadhan Kata Ustaz Adi Hidayat

H-1 Ramadhan 2026: Baca Doa Ini Agar Diberi Kesehatan selama Ramadhan Kata Ustaz Adi Hidayat

H-1 Ramadhan 2026, berikut doa yang bisa diamalkan agar diberi kesehatan dan kekuatan menjalankan ibadah puasa, berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Jangan Lagi Korek Telinga saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan ini Sebelum Menyesal

Jangan Lagi Korek Telinga saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan ini Sebelum Menyesal

Kita sudah memasuki bulan ramadhan 2026. Namun ada kebiasaan sehari-hari perlu dipertimbangkan, seperti korek telinga
Cara Baru Pemkab Tangerang Tranformasi Pelayanan Pajak dan Publik

Cara Baru Pemkab Tangerang Tranformasi Pelayanan Pajak dan Publik

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus bertransformasi dalam pelayanan publik dan pajak.
Mengenal Tjiam Si, Ritual Mengintip Nasib Masa Depan Bagi Warga Tionghoa

Mengenal Tjiam Si, Ritual Mengintip Nasib Masa Depan Bagi Warga Tionghoa

Tjiam Si namanya, ritual tradisional untuk mengintip nasib masa depan. Ritual ini dilakukan warga Tionghoa ketika bersembahyang di kelenteng atau vihara.
Kagum Lihat Perubahan Marc Marquez di Ducati, Jorge Lorenzo: Ini Versi Paling Berbahaya

Kagum Lihat Perubahan Marc Marquez di Ducati, Jorge Lorenzo: Ini Versi Paling Berbahaya

Perubahan gaya balap Marc Marquez bersama Ducati tak luput dari sorotan mantan rival sengitnya, Jorge Lorenzo. 

Trending

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT