News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Sjam Kamaruzaman Otak di Balik G30S PKI, Sosoknya Misterius bahkan Punya Banyak Nama Samaran, tapi...

Mengulik nama Sjam Kamaruzaman disebut menjadi sosok otak di balik tragedi G30S PKI, meskipun nama Letkol Untung yang paling populer dikenal sebagai pimpinan Gerakan 30 September 1965.
Rabu, 3 September 2025 - 22:09 WIB
Sosok Sjam Kamaruzaman otak di balik G30S PKI
Sumber :
  • Buku bertajuk Dari Gestapu ke Refomasi & Wikipedia

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Sjam Kamaruzaman disebut menjadi sosok otak di balik tragedi G30S PKI.

Namun hingga saat ini, banyak orang mempercayai sosok pemimpin G30S PKI yang populer jatuh pada sosok Letnan Kolonel Untung atau Letkol Untung Syamsuri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu, Letkol Untung menjadi pimpinan Gerakan 30 September 1965, ia menjabat Komandan Pasukan Cakrabirawa.

Tujuan utama pembentukan Pasukan Cakrabirawa tidak lain demi melindungi Presiden Soekarno.

Sebagian lainnya menganggap Sjam Kamaruzaman adalah pemimpin yang mengendalikan kelompok G30S PKI. Tak heran, ia dikenal sangat tertutup dan sosoknya masih misterius.

Berdasarkan perkataan dari seorang sejarawan bernama Salim Said, ia mengatakan Heru Atmodjo sangat heran Sjam terlihat memimpin militer.

Bahkan, Heru Atmodjo melihat Sjam Kamaruzaman mengoperasikan militer saat berada di pusat komando G30S PKI pada 1 Oktober 1965 pagi hari.

Sjam Kamaruzaman
Sjam Kamaruzaman
Sumber :
  • Dok.Wikipedia

 

Menariknya lagi, Kolonel Latif, Letkol Untung, dan Brigadir Jenderal TNI Supardjo berada di sana saat melihat momen Sjam mengerahkan operasi militer.

Melalui surat rahasia yang dimasukkan ke penjara Marsekal Omar Dhani pada November 1966 akhir, Brigjen Supardjo bertanya-tanya siapa pemimpin operasi militer G30S PKI sesungguhnya.

Ketidakjelasan sosok pemimpin membuat rencana operasi militer G30S PKI dinilai gagal, apalagi saat itu Sjam berperan dominan padahal hanya sebatas warga sipil.

Arahan dari Sjam dianggap menjadi faktor kegagalan G30S PKI. Supardjo berspekulasi pemimpin yang tepat ditangani Letkol Untung.

Supardjo menjelaskan alasannya lewat surat rahasia tersebut, "Karena yang menonjol ketika itu adalah gerakan militer, maka sebaiknya komando pertempuran diserahkan saja kepada kawan Untung dan kawan Sjam bertindak sebagai komisaris politik. Atau sebaliknya, kawan Syam memegang komando tunggal sepenuhnya."

Mengenal Sosok Kawan Sjam Kamaruzaman

Sjam Kamaruzaman ternyata menjadi Kepala Biro Khusus PKI saat berlangsungnya tragedi G30S PKI tahun 1965.

Penunjukan Sjam atas penetapan dari dedengkot atau pimpinan Partai Komunis Indonesia, Dipa Nusantara Aidit biasa disebut DN Aidit.

Merujuk dari buku Malam Bencana 1965 dalam Belitan Krisis Nasional, Bagian I Rekonstruksi dalam Perdebatan oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Ambarwulan dan Aminuddin Kasdi menulis tugas utama Sjam melakukan penyusupan ke Angkatan Bersenjata Indonesia.

Kehadiran Sjam demi menguatkan tujuan kegiatan G30S PKI dan propaganda PKI, sehingga ia harus mengajak para perwira.

Ambarwulan dan Aminuddin Kasdi menuliskan, "Sjam, tokoh ini oleh Aidit pernah dikirim ke Vietnam Utara, RRC, dan Korea Utara untuk mempelajari perang rakyat dan intelijen. Sebab itu, sepak terjang Sjam selalu awas, licin, dan teliti dalam mempelajari lawan. Sjam juga disebutkan sebagai orang yang misterius dan tertutup."

Sjam Kamaruzaman Punya Banyak Nama

Sjam Kamaruzaman tidak memiliki satu nama, di setiap tempat, ia mempunyai ciri-ciri panggilan khususnya.

Ia kerap disebut nama Sjam di kalangan militer, nama Kamaruzaman bin Achmad  Moebaidah saat menjadi pimpinan buruh di pelabuhan di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sementara, Sjam Kamaruzaman tidak dipanggil Sjam, melainkan "Gimin apabila sedang bersama kelompok PKI.

Menukil dari buku Dari Getapu ke Reformasi, Serangkaian Kesaksian (2013) diterbitkan Mizan, melalui buku tersebut, Salim Said mengatakan, Sjam dipanggil "Agen CIA" saat menjadi tahanan militer.

Tidak hanya nama panggilan saja, Sjam dikenal sebagai sosok yang mempunyai banyak nama samaran.

Nama samarannya pun sering membuat Sjam sukses, contohnya saat mempengaruhi tentara bergabung dengan kekuatan PKI.

"Sebagai intel dan Kepala Biro Khusus PKI, Sjam dicurigai beberapa kalangan bekerja untuk beberapa pihak sekaligus," tutur Salim Said dalam bukunya.

Pria yang lahir di Tuban, Jawa Timur pada 30 April 1924 itu juga memiliki pekerjaan menjadi intel polisi di Pati, Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil informasi liar, kata Salim, Sjam juga pernah melakoni kegiatan intel tentara di Kodam Jaya di Jakarta.

Lanjut Salim, Sjaf pernah menjadi intel bekerja untuk Kolonel Suwarto, Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kolonel Suwarto.

"Yang tetap menjadi pertanyaan, apakah Sjam bekerja di kalangan militer sebagai orang PKI atau dia adalah agen tentara yang disusupkan ke dalam PKI."

Salim menuturkan, kecurigaan Heru Atmodjo mulai terlihat ketika pasukan yang bertugas di Monas dan Diponegoro tidak memiliki persiapan logistik.

Salim melanjutkan, pasukan Batalion 454 dari Diponegoro mental ke Pangkalan Udara Halim akibat kelaparan.

Komandan setempat, Kolonel Udara Wisnu Jajengminardo menyiapkan makanan untuk mereka secara tergesa-gesa.

Melalui kejadian ini, tentunya komando dari Sjam dipertanyakan kenapa letkol, beberapa mayor, dan sebagainya harus tunduk dengan seorang sipil.

Salim Said membuat catatan mengenai pendapat Sudisman di sidang Mahmillub yang menyebutkan soal hubungan Sjam dengan DN Aidit, tanpa berbicara tentang penyimpangan di operasi militer G30S PKI.

Hingga kini, perintah DN Aidit kepada Sjam masih menjadi misteri.

Pada 1 Oktober di Senko, sejumlah tokoh Gestapu di dekatnya melihat Sjam melayangkan perintah pembunuhan terhadap dua jenderal di Lubang Buaya.

Perintah ini akibat persiapan penculikan tidak begitu matang, sehingga harus ada yang melakukan pembunuhan di dekat Lubang Buaya.

Salim menduga, seluruh pihak yang menculik adalah orang baru yang tiba di Jakarta. Artinya, banyak yang belum mengetahui identitasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, Operasi Militer G30S PKI harus gagal. Faktor utamanya terjadi adanya kepanikan saat mengeksekusi tujuan di lapangan.

(buz/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polresta Kendari Terima Piagam Penghargaan SPPG Polri Terbaik Kategori Inovasi

Polresta Kendari Terima Piagam Penghargaan SPPG Polri Terbaik Kategori Inovasi

Polresta Kendari menerima piagam penghargaan sebagai pemenang Lomba SPPG Polri dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, untuk kategori Inovasi Kepala
Bilal Hasan Cetak Sejarah di Dana White's Contender Series Usai Menang KO 45 Detik

Bilal Hasan Cetak Sejarah di Dana White's Contender Series Usai Menang KO 45 Detik

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan sukses mengukir sejarah di ajang Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 setelah meraih kemenangan KO hanya dalam waktu 45 detik. Bahkan ia sampai mendapatkan pujian dari CEO UFC, Dana White.
81 Pesawat dan Helikopter Gladi Udara di Istana, Prasetyo Hadi: Posisi Manuver Langsung Dievaluasi

81 Pesawat dan Helikopter Gladi Udara di Istana, Prasetyo Hadi: Posisi Manuver Langsung Dievaluasi

Persiapan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia terus dimatangkan.
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Versi Bung Ropan: Thom Haye Stay, Rizky Ridho Out

Prediksi Starting XI Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Versi Bung Ropan: Thom Haye Stay, Rizky Ridho Out

Pundit Bung Ropan memberikan prediksi soal starting XI Timnas Indonesia asuhan John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, hanya Thom Haye yang masuk skuad
Viral Gadis Cantik Asal Samosir Meninggal Usai Operasi Ambeien, Kondisi Mendadak Kritis Setelah Disuntik Obat

Viral Gadis Cantik Asal Samosir Meninggal Usai Operasi Ambeien, Kondisi Mendadak Kritis Setelah Disuntik Obat

Kisah Dewi Sartika Sitinjak, perempuan 24 tahun asal Samosir, Sumatera Utara, tengah viral di media sosial. Dewi meninggal dunia usai jalani operasi ambeien.
Ekshumasi Dilakukan 20 Hari Pascatewasnya Sutrimo, Dokter Forensik Sebut Jenazah Sudah dalam Proses Pembusukan

Ekshumasi Dilakukan 20 Hari Pascatewasnya Sutrimo, Dokter Forensik Sebut Jenazah Sudah dalam Proses Pembusukan

Dokter forensik mengungkap kondisi jenazah Sutrimo yang dilakukan ekshumasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026) setelah 20 hari meninggal dunia.

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya membuat klarifikasi soal laporannya yang menyebabkan klub dihukum. FIFA sempat menjatuhkan hukuman kepada Maung Bandung, namun akhirnya mencabutnya.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro.
Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Menilik profil singkat Bilal Hasan, petarung MMA Indonesia yang baru saja meraih kontrak UFC usai tampil gemilang di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 pada Rabu (12/8/2026) pagi WIB.
Lansia Korban Penipuan Iming-Iming Tebus Aset Rp3 Miliar di Tangsel Sempat Terjebak Satu Jam di Kamar Mandi, Kunci Dibawa Pelaku

Lansia Korban Penipuan Iming-Iming Tebus Aset Rp3 Miliar di Tangsel Sempat Terjebak Satu Jam di Kamar Mandi, Kunci Dibawa Pelaku

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan dua pria berinisial A (38) dan EJ (45) yang melakukan penipuan menggunakan modus tebus aset Rp3 miliar terhadap wanita lansia di Tangerang.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Selengkapnya

Viral