News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Band Sukatani Batal Tampil di Pestapora: Sampai Jumpa...

Masih ingat Band Sukatani? mungkin sebagian besar belum mengetahui band tersebut. Dalam catatan tvOnenews.com, band Sukatani pernah menjadi buah bibir
Sabtu, 6 September 2025 - 18:52 WIB
Band Sukatani.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Masih ingat Band Sukatani? mungkin sebagian besar belum mengetahui band tersebut. Dalam catatan tvOnenews.com, band Sukatani pernah menjadi buah bibir di jagat maya.

Hal ini karena band Sukatani menyanyikan lagu bertajuk 'Bayar Bayar Bayar.' Di mana lagu tersebut, dinilai menyidir pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut liriknya:

Mau bikin gigs bayar polisi Lapor barang hilang bayar polisi Masuk ke penjara bayar polisi Keluar penjara bayar polisi

Maka dari itu, Band Sukatani ini langsung menyedot perhatian rakyat Indonesia. 

Tak hanya sampai di situ saja, baru-baru ini band asal Purbalingga, Jawa Tengah itu kembali mencuri perhatian publik.

Hal ini karena Band Sukatani membatalkan tidak tampail di gelaran musik besar di Indonesia, yakni Pestapora 2025

Band Sukatani termasuk 29 band yang tak ingin tampil di Pestapora 2025. 

Berdasarkan isu yang beredar, band tersebut membatalkan konser di Pestapora 2025 karena, Pestapora 2025 diduga disponsori Freeport. 

Kabar itu mencuat pada hari pertama gelaran Pestapora 2025 itu, Jumat (5/9/2025) di media sosial.

Kemudian, dari pantauan tvOnenews.com di akun Instagram Band Sukatani mengunggah sebuah eflayer terkait informasi band-nya batal tampil di Pestapora 2025. 

Dalam unggahan tersebut juga, Band Sukatani menuliskan sebagai berikut.

"Kami memutuskan untuk tidak jadi pentas di Pestapora 2025. Sampai jumpa di kesempatan lain. Terimakasih," tulisnya seperti yang dikutip tvOnenews.com, pada Sabtu (6/9/2025).

Sontak, unggahan tersebut menuai komentar yang mendukung langkah Band Sukatani.

Namun, tak sedikit mempertanyakan alasan pihak Band Sukatani batal manggung di Pestapora 2025. 

Sebelumnya diberitakan, dari pantauan tvOnenews.com, kabar itu pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial sejak hari pertama penyelenggaraan, Jumat, (5/9/2025).

Bahkan, karena mencuatnya kabar tersebut, pihak Pestapora akhirnya mengumumkan pembatalan kerja sama.

“Perhari ini, Sabtu tanggal 6 September 2025, Pestapora telah memutus kerjasama dengan PT. Freeport Indonesia,” bunyi pernyataan resmi mereka di Instagram, dikutip tvOnenews.com, Sabtu (6/9/2025).

“Pestapora memastikan untuk penyelenggaraan di hari kedua, 6 September 2025, dan hari ketiga, 7 September 2025, kami sudah tidak terikat dan terafiliasi dengan PT. Freeport Indonesia,” lanjut pengumuman itu.

Semantara itu, Festival Director Pestapora 2025, Kiki Ucup, pun angkat bicara. Ia mengakui adanya kelalaian dan meminta maaf ke publik.

“Halo, saya Kiki Ucup, Festival Director Pestapora 2025. Izinkan saya mewakili Pestapora menanggapi situasi terkini terkait kerjasama Pestapora dengan PT Freeport Indonesia,” ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram.

“Saya sekali lagi mewakili Pestapora, meminta maaf atas kelalaian kami dalam menempuh langkah untuk bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia. Kami menyadari betul kelalaian kami untuk bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada dana dari Freeport yang masuk ke pihaknya.

“Dan berdasarkan release statement semalam, kami sudah memutus kontrak kerjasama kami dengan PT Freeport Indonesia. Dan kami memastikan tidak ada sepeser pun aliran dana yang kami terima dari PT Freeport Indonesia. Dan kami juga memastikan bahwa tidak akan adanya presence PT Freeport Indonesia di pelaksanaan Pestapora 2025 ini,” bebernya.

Meski begitu, Kiki mengakui semua konsekuensi akan menjadi beban pihaknya.

“Dan segala beban terkait implikasi dari kejadian ini, terkait pemutusan kerjasama ini, menjadi beban Pestapora 2025 dan menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya,” bebernya.

Meski badai kontroversi menerpa, Kiki memastikan festival tetap berjalan hingga hari terakhir. Namun, ada beberapa musisi yang akhirnya memutuskan mundur dari line-up.

“Sekali lagi, saya meminta maaf dan izinkan saya ber-update terkait pelaksanaan Pestapora di hari kedua dan hari ketiga ini. Pestapora akan tetap terlaksana, tetapi dengan update line up yang akhirnya memutuskan untuk mundur dari pelaksanaan Pestapora 2025,” jelasnya.

Berikut, daftar 29 band dan musisi yang resmi membatalkan penampilannya.

Bahkan, Band punk Sukatani termasuk salah satu yang paling vokal. Mereka mengaku baru tahu adanya sponsorship Freeport jelang tampil.

“Baru tau tadi jam 7. Ini lagi cari jalan keluarnya,” ungkap mereka dalam unggahan @Indopopbase di X.

Lebih jauh, Sukatani menyebut langkah kolektif musisi berhasil mendesak panitia agar memutus kontrak.

“Kami bersama musisi yang lain, sudah melakukan mitigasi dan mendorong Pestapora untuk mengusir Freeport. Akhirnya Freeport berhasil diusir dari Pestapora,” tegas mereka.

“Draft publikasinya sedang dibuat. Tinggal tunggu untuk diposting,” ungkap mereka. 

Dalam Instagram resmi mereka, band tersebut pun mengumumkan tidak jadi tampil di Pestapora 2025. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami memutuskan untuk tidak jadi pentas di Pestapora 2025. Sampai jumpa di kesempatan lain. Terimakasih,” tulis @sukatani.band.

Untuk diketahui, sampai saat berita ini diterbitkan, pihak tvOnenews.com mencoba konfirmasi ke pihak Freeport terkait isu yang beredar luas tersebut. (aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta RT dan RW memperkuat pendataan warga termasuk penghuni rumah kos dan kontrakan.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Selengkapnya

Viral