GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pernyataan Kontroversial, Menkeu Purbaya Minta Maaf soal Respons Tuntutan 17+8: Bukan Suara Sebagian Kecil Rakyat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya meminta maaf usai sebut demo 17+8 hanya tuntutan sebagian kecil rakyat. Ia klarifikasi dan janji fokus pulihkan ekonomi.
Rabu, 10 September 2025 - 08:15 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka atas pernyataannya yang sempat menuai sorotan publik terkait demo 17+8. Sebelumnya, Purbaya menyebut aksi besar tersebut hanya mencerminkan suara “sebagian kecil rakyat”.

“Jadi itu maksudnya saya kemarin, kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/9).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klarifikasi: Tuntutan Demo Bukan Suara Kecil

Purbaya kemudian meluruskan ucapannya. Menurutnya, jika masyarakat sudah sampai turun ke jalan melakukan demonstrasi, maka itu bukanlah tuntutan segelintir orang, melainkan keresahan yang dirasakan luas.

“Bukan sebagian kecil. Maksudnya begini, ketika ekonomi agak tertekan, kebanyakan masyarakat yang merasa susah. Kalau sudah sampai turun ke jalan, mungkin sebagian besar masyarakat yang terdampak. Jadi kuncinya di situ,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, ia kini memilih fokus pada kerja nyata, terutama untuk memulihkan perekonomian nasional dan memperluas lapangan kerja. “Saya ingin ciptakan lebih banyak kesempatan kerja agar masyarakat tidak perlu khawatir soal masa depan,” ucapnya.

Pernyataan yang Menuai Sorotan

Pernyataan awal Purbaya muncul pada Senin (8/9), tepat sehari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menkeu menggantikan Sri Mulyani. Kala itu, ia mengatakan bahwa tuntutan demo 17+8 hanya suara sebagian kecil rakyat dan meyakini pertumbuhan ekonomi 6–7 persen bisa mengurangi aksi demonstrasi.

Komentar tersebut langsung menuai kritik dari publik dan aktivis, yang menilai pemerintah justru meremehkan aspirasi masyarakat. Gelombang protes semakin menguat karena demo 17+8 mengusung isu besar mulai dari reformasi DPR, perbaikan tata kelola ekonomi, hingga penghentian kekerasan aparat.

Isi Tuntutan Demo 17+8

Demo 17+8 terdiri dari 17 tuntutan utama dengan batas waktu 5 September 2025 dan 8 tuntutan tambahan dengan deadline 31 Agustus 2026. Berikut adalah isi tuntutan 17+8 yang lengkap dan jelas:

17 Tuntutan Utama (deadline 5 September 2025):

  1. Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tak ada kriminalisasi demonstran.

  2. Bentuk tim investigasi kematian Affan Kurniawan, serta korban demo 25–31 Agustus.

  3. Bekukan kenaikan tunjangan, gaji, dan fasilitas baru anggota DPR.

  4. Publikasikan transparansi anggaran secara menyeluruh.

  5. Dorong Badan Kehormatan DPR memeriksa anggota bermasalah.

  6. Pecat atau beri sanksi kader partai politik yang tidak etis dan memicu kemarahan publik.

  7. Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat.

  8. Libatkan kader partai dalam ruang-ruang dialog bersama publik.

  9. Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.

  10. Hentikan tindakan represif aparat terhadap aksi unjuk rasa.

  11. Tangkap dan proses hukum aparat yang melakukan atau memerintahkan kekerasan.

  12. TNI segera kembali ke barak.

  13. Pastikan TNI tidak ambil alih fungsi Polri, tegakkan disiplin internal.

  14. Stop campur tangan TNI dalam ruang sipil selama krisis demokrasi.

  15. Pastikan upah layak bagi buruh.

  16. Ambil langkah darurat untuk cegah PHK massal.

  17. Buka dialog serius dengan serikat buruh untuk solusi soal upah murah dan outsourcing.

8 Tuntutan Tambahan (deadline 31 Agustus 2026):

  1. Bersihkan DPR besar-besaran, lakukan audit dan perketat syarat anggota.

  2. Laksanakan reformasi partai politik, termasuk keterbukaan laporan keuangan dan fungsi pengawasan.

  3. Laksanakan reformasi sektor perpajakan secara adil.

  4. Segera sahkan RUU Perampasan Aset.

  5. Lakukan reformasi kepolisian agar profesional dan humanis.

  6. Tegaskan kembali posisi TNI untuk kembali ke barak.

  7. Perkuat Komnas HAM dan lembaga pengawas independen lainnya.

  8. Tinjau ulang kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan, mulai dari PSN, evaluasi UU Ciptaker, hingga tata kelola Danantara.

Daftar panjang tuntutan itu memperlihatkan bahwa demonstrasi tidak sekadar soal isu ekonomi, melainkan juga krisis kepercayaan terhadap institusi negara.

Respons Pemerintah dan Tantangan Ekonomi

Meski sempat tersandung pernyataan kontroversial, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah mendengar aspirasi rakyat. Ia mengaku berkomitmen untuk menekan angka pengangguran dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Kami ingin membuka peluang kerja seluas-luasnya. Itu prioritas utama saya,” kata Purbaya.

Pengamat politik menilai klarifikasi ini penting untuk meredam eskalasi politik, terutama karena demo 17+8 berhasil menggalang dukungan luas di berbagai kota. Kesalahan komunikasi pejabat bisa memperbesar jarak antara pemerintah dan rakyat, sehingga koreksi Purbaya dianggap langkah tepat.

Sudah Minta Maaf, Purbaya Harus Tepati Janji

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan maaf Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan bahwa pemerintah tidak bisa mengabaikan suara rakyat, sekecil apapun. Apalagi demo 17+8 membawa tuntutan yang menyentuh hajat hidup banyak orang. 

Kini publik menunggu bukti nyata dari janji Purbaya untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus membuka jalan dialog antara pemerintah dan masyarakat. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Pemain Timnas Indonesia Amankan Tiket Liga Champions

3 Pemain Timnas Indonesia Amankan Tiket Liga Champions

Panggung sepak bola Eropa musim depan dipastikan akan terasa sangat spesial bagi publik sepak bola tanah air. Tiga penggawa diaspora Timnas Indonesia, yaitu ...
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Dijadwalkan Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Dijadwalkan Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris

Setelah menempuh penerbangan selama 16 jam dari Jakarta, Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. 
Walau Ranking Jeblok, Emil Audero Dikabarkan Jadi Incaran Juventus Pasca-Masa Pinjam Habis

Walau Ranking Jeblok, Emil Audero Dikabarkan Jadi Incaran Juventus Pasca-Masa Pinjam Habis

Nasib kontras yang sangat dramatis harus dialami oleh penjaga gawang Emil Audero Mulyadi pada laga pamungkas kompetisi Serie A Liga Italia. Emil gagal selamat-
Jalanan di Jabar Bakal Berbayar seperti Tol, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Hapus Pajak Kendaraan

Jalanan di Jabar Bakal Berbayar seperti Tol, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Hapus Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggulirkan wacana berani terkait tata kelola dan pengelolaan infrastruktur jalan di wilayahnya. Orang nomor satu di Jabar...
Tata Cara Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Bacaan Niat untuk Makmum

Tata Cara Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Bacaan Niat untuk Makmum

Berikut tata cara shalat Idul Adha, lengkap dengan bacaan niat untuk makmum, yang dapat dijadikan sebagai panduan.
Michael Carrick Mulai Bergerak, Manchester United Siapkan Transfer Perdana Senilai Rp1,4 Triliun Musim Panas Ini

Michael Carrick Mulai Bergerak, Manchester United Siapkan Transfer Perdana Senilai Rp1,4 Triliun Musim Panas Ini

Manchester United bergerak agresif menyusun kekuatan menghadapi musim baru. Setelah sukses menutup musim dengan positif, The Red Devils fokus memperkuat skuad.

Trending

3 Pemain Timnas Indonesia Amankan Tiket Liga Champions

3 Pemain Timnas Indonesia Amankan Tiket Liga Champions

Panggung sepak bola Eropa musim depan dipastikan akan terasa sangat spesial bagi publik sepak bola tanah air. Tiga penggawa diaspora Timnas Indonesia, yaitu ...
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Dijadwalkan Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Dijadwalkan Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris

Setelah menempuh penerbangan selama 16 jam dari Jakarta, Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. 
Walau Ranking Jeblok, Emil Audero Dikabarkan Jadi Incaran Juventus Pasca-Masa Pinjam Habis

Walau Ranking Jeblok, Emil Audero Dikabarkan Jadi Incaran Juventus Pasca-Masa Pinjam Habis

Nasib kontras yang sangat dramatis harus dialami oleh penjaga gawang Emil Audero Mulyadi pada laga pamungkas kompetisi Serie A Liga Italia. Emil gagal selamat-
Jalanan di Jabar Bakal Berbayar seperti Tol, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Hapus Pajak Kendaraan

Jalanan di Jabar Bakal Berbayar seperti Tol, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Hapus Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggulirkan wacana berani terkait tata kelola dan pengelolaan infrastruktur jalan di wilayahnya. Orang nomor satu di Jabar...
Tata Cara Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Bacaan Niat untuk Makmum

Tata Cara Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Bacaan Niat untuk Makmum

Berikut tata cara shalat Idul Adha, lengkap dengan bacaan niat untuk makmum, yang dapat dijadikan sebagai panduan.
Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal lengkap AVC Womens's Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia siap unjuk gigi meski tak diperkuat oleh Megawati Hangestri.
Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Lee So-young bisa saja kembali reuni dengan Megawati Hangestri, karena outside hitter berusia 31 tahun itu kini resmi menjadi pemain bebas di Liga Voli Korea.
Selengkapnya

Viral