News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Analis Politik dan Militer Mencium Penyebab Utama Budi Gunawan Dilengserkan: BIN Harus Direformasi

Penyebab Utama pencopotan Budi Gunawan masih menjadi pertanyaan publik. Namun, Analis Politik Selamat Ginting mencium penyebab utama BG dilengserkan
Jumat, 12 September 2025 - 15:32 WIB
Analis Politik Mencium Penyebab Utama Budi Gunawan Dilengserkan: BIN Harus Direformasi
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Penyebab Utama pencopotan mantan Menko Polkam, Budi Gunawan masih menjadi pertanyaan publik hingga elite politik. Namun, Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Selamat Ginting mencium penyebab utama Budi Gunawan dilengserkan. 

Menurut Gintin, pencopotan Budi Gunawan dari adanya kerusuhan atau demonstrasi besar – besaran di sejumlah kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini menurut saya dari analasis politik merupakan respon dari kondisi saat ini. Kondisi saat ini apa? Baru saja terjadi Agustus kelabu, dan ini tentu dipantau juga oleh Presiden. Karena pencopotan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Agustus kelabu itu,” ucap Ginting, dikutip dari youtube Forum Keadilan TV, Rabu (10/9/2025).

Namun, kata dia, istana menyebutkan kerusuhan tersebut bukan alasan pergantian Menko Polkam, Budi Gunawan.

Selain itu, ia mengugkapkan bahwa Presiden Prabowo tengah menunjukkan teka-teki adanya penataan ulang (reshuffle) berkelanjutan.

"Ini adalah tombol bahwa presiden akan melakukan reshuffle kabinet bukan hanya jilid kedua saja, terutama nanti di Oktober akan ada reshuffle jilid ketiga,” jelasnya.

Bahkan, ia menilai posisi Budi Gunawan sebagai Menko Polkam yang dilengserkan merupakan sinyal bahwa rentan untuk dicopot.

“Ini justru membuatnya posisi Budi Gunawan menjadi sangat rentan di pemerintahan Prabowo Subianto, sejak awal diumumkan. Bagi saya ini rentan sekali, rentan untuk dicopot.” bebernya.

Lalu, ia sebut, figur Budi Gunawan sudah lama diincar oleh Presiden Prabowo untuk dicopot.

Hal ini karena, kata dia, Prabowo akan secara perlahan menggeser orang – orang titipan Presiden ke 7, Joko Widodo (Jokowi).

Ini memang manuver politik strategis yang dilakukan oleh Prabowo Subianto dalam mereshuffle Budi Gunawan. Kenapa? Karena memang ada kecenderungan sejak awal untuk mengganti figur ini,” terangnya.

“Jadi inikan politik akomodasi sejak awal pembentukan kabinet. Saya dari awal mencium gelagat, ini ada kecenderungan “orang – orang yang dianggap titipan” terutama titipan  mantan presiden Jokowi, ada kecenderungan untuk diganti,” ucapnya.

Seperti diketahui, kata dia, sebelum jadi Menko Polkam, Budi Gunawan merupakan Kepala BIN di era Jokowi.

Menurut Ginting jabatan sebagai Kepala BIN selama 8 tahun adalah mula dari adanya kerusuhan seperti saat ini.

“Budi Gunawan sebelum jadi Menko Polkam adalah Kepala Badan Intelijen Negara selama 8 tahun. Menurut saya, kritik terhadap BIN selama dipimpin Budi dampaknya adalah sekarang, seperti kerusuhan,” urainya.

“Kenapa? Karena aparatur intelijen kita menjadi tumpul analisisnya. Karena selama dipimpin Budi 8 tahun, BIN ini banyak diseret ke politik praktis untuk tujuan – tujuan kekuasaan. Sehingga sekarang BIN menjadi gagap, maka BIN harus direformasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Ginting menyentil  bahwa sudah seharusnya BIN menjadi intelijen negara bukan justru intelijen kekuasaan untuk kepentingan politik.

“BIN itu harusnya untuk intelijen negara, bukan untuk intelijen kekuasaan seperti era Jokowi. Digunakan untuk kepentingan politik praktis kekuasaan Presiden Jokowi,” ucapnya.

Selain itu, menurut Ginting, Budi Gunawan juga tidak mencontohkan sebagai Intelijen yang tertutup. Hal inilah yang membuat pihaknya menilai bahwa Budi Gunawan tidak pas menjabat sebagai Kepala BIN.

“Itu karakter figure Budi Gunawan yang menurut saya tidak pas untuk menjadi kepala BIN waktu itu, karena backgroundnya polisi lalu lintas yang lebih terbuka dan biasa melakukan penyuluhan,” bebernya.

“Sehingga intelijen di era Budi seperti tugas – tugas pembinaan territorial di TNI, pamer soal ketika Covid bikin posko segala macam, seragamnya mencolok, harusnya intelijen itu tidak berseragam, tidak menunjukkan dirinya. Intelijen mestinya tertutup, kantornya juga gitu, ini kok seperti kantor partai, di cat merah,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, ia jelaskan, pemilihan Budi Gunawan menjadi Kepala BIN saat itu merupakan kesalahan besar yang dilakukan Jokowi.

“Itu sebenarnya bahaya untuk keamanan negara. Kantor atau markas intelijen itu harusnya disamarkan. Itu karena Budi Gunawan backgroundnya bukan intelijen, ini kesalahan Jokowi saat itu menempatkan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN saat itu, ini analisis saya,” pungkasnya. (aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Partai Golkar Injak Usia ke-62, Anggota DPR RI Ini Tekankan Pentingnya Aksi Nyata untuk Masyarakat

Partai Golkar Injak Usia ke-62, Anggota DPR RI Ini Tekankan Pentingnya Aksi Nyata untuk Masyarakat

Partai Golkar turut menggelar sejumlah kegiatan sosial dalam rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62. Kegiatan sosial berisikan aksi donor darah ter...
Presiden PKS Dorong Reformasi Total Pasar Modal

Presiden PKS Dorong Reformasi Total Pasar Modal

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY), mendorong otoritas keuangan untuk melakukan reformasi total terhadap tata kelola pasar modal -
Soal Polisi Tembak Polisi, Kompolnas: Penggunaan Senjata Api harus Diawasi Secara Ketat

Soal Polisi Tembak Polisi, Kompolnas: Penggunaan Senjata Api harus Diawasi Secara Ketat

Melihat peristiwa yang terjadi ini miliki hubungan antara senior dan junior, Anam mengingatkan para personel kepolisian untuk tidak mudah menggunakan kekerasan.
Beda dari Rivalnya STY yang Bersinar di Persija, Eks Pelatih Timnas Vietnam Kesulitan Ramu Tim Liga

Beda dari Rivalnya STY yang Bersinar di Persija, Eks Pelatih Timnas Vietnam Kesulitan Ramu Tim Liga

Adalah mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, yang justru kesulitan bersaing di tim kasta kedua Liga Thailand, Kanchaburi FC. 
Solusi Jika BSU 2026 Rp900 Ribu Belum Cair ke Rekening, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan

Solusi Jika BSU 2026 Rp900 Ribu Belum Cair ke Rekening, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan

BSU 2026 Rp900 ribu belum cair ke rekening? Simak 5 solusi, cara cek status penerima, perbaikan data BPJS Ketenagakerjaan, dan info terbaru Kemnaker.
Timnas Indonesia Putri Melesat, Malawi Cetak Sejarah, Intip Update Terbaru Ranking FIFA Wanita

Timnas Indonesia Putri Melesat, Malawi Cetak Sejarah, Intip Update Terbaru Ranking FIFA Wanita

Sorotan terbesar justru bukan datang dari sang juara Piala Dunia Tt, melainkan Malawi yang membuat lompatan luar biasa sebanyak 49 peringkat.

Trending

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola. 
Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Kepolisian rilis rute alternatif yang bisa digunakan pengguna jalan untuk hindari kepadatan buntut aksi penyampaian pendapat pada hari ini, Selasa (20/10/2026).
Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?

Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?

Kasus penembakan tragis yang menimpa Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai (Bharatu Valdo) di Markas Ditpoludara pada Jumat (16/10) menemui titik terang. 
Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) di bawah komando Menteri Natalius Pigai terus memacu penguatan kapasitas SDM di bidang penegakan HAM. 
Hotspot Karhutla Turun 84 Titik, Kemenhut Optimalkan Pemadaman Operasi Udara dan OMC

Hotspot Karhutla Turun 84 Titik, Kemenhut Optimalkan Pemadaman Operasi Udara dan OMC

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian berbagai pihak dan masyarakat. Pemerintah pun melakukan pengoptimalan pemadaman.
Taisei Marukawa Tinggal Dua Tahap Lagi Jadi WNI, Berpeluang Besar Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Taisei Marukawa Tinggal Dua Tahap Lagi Jadi WNI, Berpeluang Besar Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Taisei Marukawa disebut hanya tinggal menjalani dua tahapan lagi sebelum proses perubahan kewarganegaraannya rampung.
Dukung Langkah Berani Prabowo, Rocky Gerung Apresiasi Ketegasan Presiden Sikat Oknum di Lingkaran Dekat Kekuasaan

Dukung Langkah Berani Prabowo, Rocky Gerung Apresiasi Ketegasan Presiden Sikat Oknum di Lingkaran Dekat Kekuasaan

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menyampaikan pandangan optimis mengenai langkah tegas pemerintahan dalam melakukan pembersihan di sektor birokrasi dan pemberantasan korupsi. 
Selengkapnya

Viral