News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita di Balik Grahadi Nyaris Hangus, Dialog Jadi Jalan Keluar

Malam akhir Agustus lalu, Surabaya nyaris dilanda amarah. Kericuhan pecah di depan Gedung Negara Grahadi.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 13 September 2025 - 11:57 WIB
Aksi demo di Surabaya
Sumber :
  • tim tvOne

Surabaya, tvOnenews.com - Malam akhir Agustus lalu, Surabaya nyaris dilanda amarah. Kericuhan pecah di depan Gedung Negara Grahadi. Sejumlah perusuh melempar batu, molotov, hingga petasan ke arah gedung. Api menyala di sisi barat, membuat suasana semakin tegang.

Kepala Staf Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura masih mengingat detik-detik genting tersebut. Ia menerima perintah langsung dari Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin melalui telepon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Segera padamkan,” tegas Pangdam Rudy saat mendengar laporan Grahadi terbakar.

Nico bergerak cepat. Ia mengerahkan pasukan TNI yang ada di lapangan sekaligus membuka akses bagi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya. Namun upaya itu terhalang massa yang anarkis. Beberapa orang bahkan tidur telentang di jalan untuk menghadang mobil pemadam.

Menurut Nico, Pangdam menekankan agar pasukan tidak menggunakan kekerasan.

“Situasi makin kacau. Tapi Pangdam memerintahkan kami menghalau massa dengan cara humanis, tanpa kekerasan. Hanya ajakan lisan. Kami minta ke massa, ayo mundur, mundur,” ujarnya.

Aksi demo di Surabaya
Aksi demo di Surabaya
Sumber :
  • tim tvOne

 

Wakil Kepala Dinas Damkar Surabaya Bambang Vistadi menuturkan, empat unit truk pemadam akhirnya bisa masuk lewat sisi belakang Grahadi.

“Kami sempat kesulitan. Kalau telat lima menit saja, habis sudah Grahadi. Untung TNI dan mahasiswa membantu,” kata Bambang.

Dengan kapasitas tangki 3.000 liter, 5.000 liter, hingga 10.000 liter, petugas bergantian menyemprotkan air. Sementara itu, batu dan petasan tetap dilemparkan. Seorang petugas damkar bahkan terluka akibat ledakan petasan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Setelah api berhasil dipadamkan, Bambang mengaku lega.

“Pangdam sendiri yang menyampaikan terima kasih. Beliau bilang kalau kami terlambat dua sampai lima menit saja, mungkin Grahadi sudah rata dengan tanah,” ujarnya.

Beberapa jam sebelum api melalap sisi barat Grahadi, Pangdam Rudy sempat menemui massa. Ribuan orang menyambut dengan sorakan “Ijo! Ijo! Ijo!” ketika ia berjalan ke kerumunan. Senyumnya menenangkan, sejenak meredakan ketegangan.

Rudy menilai krisis tak bisa hanya dihadapi dengan kekuatan pasukan, melainkan juga empati.

“Saya lihat mereka dewasa. Ketika ada yang melempar botol, mahasiswa sendiri yang melarang. Mereka tak suka kerusuhan,” ujarnya.

Meski penuh risiko, Rudy memilih berdiri langsung di tengah mahasiswa. Ia mendengarkan aspirasi mereka, termasuk tuntutan pembebasan rekan yang ditahan di Polrestabes Surabaya.

“Mereka minta teman-temannya yang ditahan di Polrestabes Surabaya dibebaskan. Saya sampaikan, kita cari jalan bersama,” katanya.

Rudy bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim kemudian menuju Polrestabes untuk melobi pembebasan mahasiswa. Namun setelah rombongan meninggalkan lokasi, situasi kembali memanas hingga api membesar di sisi barat Grahadi.

Di tengah situasi itu, Rudy kembali meminta koordinator mahasiswa ikut menjaga Grahadi.

“Saya bilang, Grahadi ini aset dan cagar budaya. Mari kita jaga bersama,” ungkapnya.

Ajakan tersebut dijawab dengan aksi nyata. Mahasiswa membantu membuka jalan bagi mobil pemadam kebakaran yang tertahan, dengan pengawalan TNI.

Langkah humanis terbukti efektif. Api berhasil dijinakkan, kerusuhan tak meluas.

“Kalau ada niatan baik, dengan cara mendekatkan diri yang tepat, ternyata kita bisa dapat dukungan. Kondisi bisa tetap kondusif,” kata Rudy.

Rudy menekankan, menjaga stabilitas bukan hanya tugas TNI. Ia menyoroti pentingnya sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, masyarakat, media, dan dunia usaha.

“Kita hidup di era post-truth. Kalau lima unsur ini tidak saling percaya, yang hancur pertama kali adalah ekonomi. Dunia usaha harus yakin pemerintah mampu menjaga keamanan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut ada empat kunci yang menjadi pegangan pada malam genting itu: berpikir cepat, mengandalkan intuisi, berani mengambil risiko, dan berempati. (gol)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Diduga Lecehkan Siswi, Terjadi saat Korban Kelas 4 SD hingga 1 SMP

Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Diduga Lecehkan Siswi, Terjadi saat Korban Kelas 4 SD hingga 1 SMP

Seorang oknum guru bergelar ustaz di salah satu sekolah internasional di Serpong, Tangerang Selatan, diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi. Ini kata polisi.
Padahal Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Bek Malaysia Bangga Bisa Tahan Imbang Skuad Garuda: Sulit Tundukkan Garuda

Padahal Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Bek Malaysia Bangga Bisa Tahan Imbang Skuad Garuda: Sulit Tundukkan Garuda

Bek Timnas Malaysia, Dion Cools, tetap bangga meski Harimau Malaya gagal menang atas Timnas Indonesia dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026.
172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair mengalami mual, muntah hingga pusing setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan di RSUD Dr. Soetomo pada Senin (28/9/2026).
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
3 Shio Beruntung Soal Karier Besok 30 September 2026

3 Shio Beruntung Soal Karier Besok 30 September 2026

3 shio diprediksi beruntung soal karier besok 30 September 2026. Ada peluang menunjukkan kemampuan, mendapat kepercayaan baru, hingga menemukan kesempatan menarik.
Timnas Indonesia Mati Kutu usai Thom Haye Dikartu Merah, John Herdman Siapkan Perubahan Lawan Bangladesh

Timnas Indonesia Mati Kutu usai Thom Haye Dikartu Merah, John Herdman Siapkan Perubahan Lawan Bangladesh

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menemukan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jelang menghadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.

Trending

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Selengkapnya

Viral