GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Rizky Kabah? Kreator Konten Viral yang Hina Suku Dayak hingga Dipolisikan

Rizky Kabah kembali viral usai menghina suku Dayak hingga dipolisikan. Siapa sebenarnya sosok TikToker asal Pontianak ini? Simak profil dan kasusnya di sini.
Senin, 15 September 2025 - 07:05 WIB
Siapa Rizky Kabah? Kreator Konten Viral yang Hina Suku Dayak hingga Dipolisikan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Nama Riezky Kabah Nizar atau akrab disapa Rizky Kabah mendadak jadi perbincangan publik.

Kreator konten asal Pontianak, Kalimantan Barat, itu kembali menuai kontroversi usai membuat video yang dianggap menghina suku Dayak. Pernyataannya menuai kecaman luas dan berujung laporan polisi dari sejumlah organisasi masyarakat adat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi Rizky Kabah yang sebelumnya juga pernah terjerat masalah hukum akibat kontennya yang menyinggung profesi guru.

Profil Rizky Kabah

Riezky Kabah Nizar lahir pada 30 September 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat. Pria berusia 22 tahun itu dikenal aktif di TikTok dengan akun @riezky.kabah dan Instagram @ikykabah. Meski sudah lulus SMA sejak 2020, ia kerap mengenakan seragam putih abu-abu di kontennya sebagai ciri khas penampilan.

Rizky dikenal dengan gaya satir dan sarkas, namun justru hal itu sering menjerumuskannya pada kontroversi. Ia memanfaatkan isu sosial untuk menarik perhatian, tetapi tak jarang menyinggung pihak lain.

Awal Kontroversi: Hina Profesi Guru

Nama Rizky Kabah mencuat pada Februari 2025 setelah mengunggah video yang menyebut semua guru di Indonesia korupsi. Video itu viral dengan jutaan penayangan, namun memicu amarah publik. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat pun melaporkannya ke Polda Kalbar atas dugaan pencemaran nama baik.

Rizky sempat menghilang dan diduga melarikan diri ke Jakarta. Namun akhirnya ia ditangkap polisi dan dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan, ia mengaku bersalah dan meminta maaf, meski alasannya menyebut pengalaman pribadi saat sekolah sebagai pemicu ucapannya.

Kasus Terbaru: Hina Suku Dayak

Kontroversi Rizky belum berakhir. Pada 9 September 2025, ia kembali dilaporkan ke polisi oleh Ormas Pemuda Dayak dan Ormas Mangkok Merah Kalimantan Barat. Laporan itu terkait video viral yang menyinggung identitas budaya Dayak.

Dalam video yang kini sudah dihapus, Rizky menyebut bahwa “suku Dayak sangat menganut ilmu hitam”, bahkan mengaitkannya dengan kerajaan Majapahit. Ia juga merekam konten di depan Rumah Radakng, rumah adat terbesar suku Dayak, sambil menyebutnya sebagai tempat tinggal “dukun sakti”.

Pernyataan itu langsung memicu kemarahan masyarakat adat. Sebab, Rumah Radakng sesungguhnya merupakan simbol persatuan dan identitas Dayak, bukan tempat ilmu hitam. Ucapan Rizky dinilai fitnah, provokatif, sekaligus melecehkan budaya.

Meski videonya dihapus, jejak digital terlanjur menyebar luas. Hingga kini, Rizky belum juga menyampaikan permintaan maaf resmi. Akibatnya, kasus ini resmi masuk ranah hukum dan sedang diproses kepolisian.

Reaksi Publik dan Desakan Hukum

Masyarakat menilai Rizky tidak memiliki itikad baik karena berulang kali membuat konten sensitif tanpa belajar dari kesalahan sebelumnya. Banyak pihak khawatir konten provokatifnya dapat memecah belah kerukunan sosial di Kalimantan Barat.

Kecaman datang tidak hanya dari tokoh adat, tetapi juga dari warganet yang mendesak aparat menindak tegas Rizky. “Kasus ini bukan sekadar viral, tapi menyangkut harga diri masyarakat Dayak,” ujar salah satu tokoh adat dalam pernyataan yang dikutip media lokal.

Ancaman Hukuman

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika terbukti bersalah, Rizky bisa dijerat pasal terkait ujaran kebencian dan SARA sesuai Undang-Undang ITE, dengan ancaman hukuman penjara.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi di media sosial tetap memiliki batas. Konten yang dibuat demi viral bisa berujung konsekuensi hukum serius jika menyinggung identitas budaya dan suku tertentu. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Selengkapnya

Viral