Tangis Bayi di Kepungan Gas Air Mata, Warga Petamburan Selalu Jadi Korban Ricuh Demo DPR
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Warga Trauma, Selalu Jadi Korban
Tak hanya keluarga Rani, banyak warga Petamburan lainnya merasakan hal sama. Gas air mata kerap masuk hingga ke rumah-rumah.
Ada yang terpaksa mengungsi ke mushola, ke rumah warga di RT sebelah, ada pula yang pasrah di dalam rumah dengan mata perih dan sesak.
“Kami bukan bagian demo, tapi selalu jadi korban. Kalau ada kabar demo, langsung was-was. Trauma, apalagi anak-anak,” kata Rani.
Bagi warga Petamburan, setiap ricuh di DPR berarti ancaman baru. Bukan hanya kaca pecah atau jalan rusak, tapi juga kesehatan anak-anak kecil yang harus menanggung dampak paling berat dari konflik yang tak mereka mengerti.
Oleh karenanya, warga berharap agar pendemo tak lagi menjadikan wilayahnya, Petamburan, sebagai tempat persembunyiannya saat dikejar polisi.
Kepada polisi, warga juga berharap agar lebih memperhatikan kesehatan masyarakat yang bukan pendemo, terutama kesehatan bayi, balita dan lansia.
"Pak Polisi jangan nembakin gas air mata ke sini lagi, apalagi pakai drone kemarin, dari dalam rumah udah sangat terasa perihnya, ada bayi dan lansia di dalam rumah. Kita serba salah, keluar udah ricuh lautan manusia dan perih gas air mata. Tapi di dalam juga khawatir kenapa-kenapa nggak ada yang tahu," tandas Rani. (rpi/dpi)
Load more