News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Oknum TNI Terlibat Kasus Pembunuhan Kacab Bank Masih Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka, Sidang Bakal Digelar Terbuka

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkap fakta terbaru soal dua oknum TNI yang terlibat dalam kasus penculikan sekaligus pembunuhan kacab bank.
Sabtu, 20 September 2025 - 12:02 WIB
Konferensi pers kasus penculikan-pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Selasa (16/9/2025)
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkap fakta terbaru soal dua oknum TNI yang terlibat dalam kasus penculikan sekaligus penculikan dan pembunuhan kepala cabang (Kacab) bank.

Yudha menuturkan bahwa keduanya masih dalam tahap pemeriksaan sebagai tersangka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini dinyatakan dirinya saat hadir di TNI Fair dalam rangka HUT ke-80 TNI tahun 2025 di Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (20/9/2025).

“Saat ini tahapannya masih proses pemeriksaan dua orang yang sudah disampaikan dan danpomdam jaya itu sebagai tersangka,” kata Yudha.

tvonenews

“Saat ini kondisinya dua orang itu pada posisi diperiksa sebagai tersangka,” sambungnya.

Yudha menyebutkan bahwa setelah pemeriksaan akan dilakukan tahapan pelimpahan dari polisi militer kepada auditor.

“Nah, nanti tahapannya lagi auditor punya waktu dua minggu untuk membuat asesmen atas berkas itu. Apabila ada yang kurang sempurnakan dikembalikan lagi. Kalau sudah lengkap auditor melimpahkan kepada pengadilan militer,” sebut Yudha.

Yudha menegaskan nantinya sidang terhadap kedua oknum akan dilaksanakan secara terbuka.

“Dan pengadilan dilaksanakan secara terbuka. Jadi sekarang tahapannya masih proses pemeriksaan sebagai tersangka. Untuk melengkapi berkas sebelum dilimpahkan ke auditor,” tegas Yudha.

Untuk diketahui, Danpomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus menjelaskan peran dua oknum TNI yang terlibat dalam penculikan sekaligus pembunuhan kacab bank. 

Dua oknum TNI yang terlibat dalam kasus ini, yakni Sersan Kepala (Serka) N dan Kopral Dua (Kopda) F.

Ia menjelaskan mulanya Serka N didatangi oleh salah satu tersangka kasus ini, yaitu JP. 

Oknum TNI itu diminta menjemput seseorang untuk dihadapkan ke bosnya, yaitu tersangka lain berinisial DH.

"Selanjutnya Serka N menelpon kepada Kopda F oknum AD untuk meminta Kopda F membantu melaksanakan kegiatan penjemputan terhadap seseorang yang diminta DH tadi," kata Donny, dalam konferensi pers, Selasa (16/9/2025).

Setelah itu, JP, Serka N dan Kopda F bertemu di sebuah kafe untuk menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukannya sekaligus imbalannya.

Pada 19 Agustus 2025, Serka N kemudian bertanya apakah Kopda F bersedia melakukan pekerjaan itu. Ia pun menyanggupinya dan meminta uang operasional.

"Pada hari Rabu 20 Agustus, Serka N bertemu dengan JP di salah satu bank swasta Jakarta Timur. Saat itu saudara JP menyerahkan sejumlah uang tunai sebanyak Rp95 juta," katanya lagi.

Aksi penculikan pun dimulai dengan mengikuti korban. Pada siang hari, JP mengabarkan kepada Kopda F bahwa korban sedang berada di wilayah Pasar Rebo.

Kopda F kemudian menggunakan mobil lain bersama timnya berjumlah empat orang untuk mengejar korban ke pusat perbelanjaan yang dimaksud.

Kendaraan tersebut kemudian diparkirkan ke kendaraan korban. Pada pukul 16.30 WIB, salah satu pelaku penculikan memanggil korban dan memasukkan ke dalam mobil tersebut.

Selama di dalam mobil, korban kemudian melakukan pemberontakan. Serka N juga sempat menahan dada korban agar tidak memberontak.

Tim penculik ini menunggu arahan dari JP terkait pihak lain yang akan menjemput korban. Namun, tim penjemput itu tidak kunjung hadir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akhirnya korban yang terus memberontak dan dipukuli sudah dalam kondisi lemas. 

"Namun, karena tim tidak datang dan korban terus melakukan perlawanan dan diduga juga dalam kondisi yang lemas," katanya. (ars/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Selengkapnya

Viral