Survei CISDI dan KPAI: Siswa Terpaksa Makan MBG Basi karena Rasa Syukur dan Tak Ingin Mubazir
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI) membeberkan banyak anak-anak di sekolah terpaksa menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena terpaksa.
Hal itu disampaikan oleh Analis Kebijakan Senior CISDI, Muhammad Iqbal Hafizon, dalam rapat audiensi di Komisi IX DPR RI bersama Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).
Iqbal menuturkan temuan itu didapatkan setelah CISDI bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei online selama 11 Juli sampai 1 Agustus 2025. Survei dilakukan kepada 1.624 responden dari 12 provinsi.
Dari survei itu, 11 responden atau anak-anak penerima MBG mengaku tetap menyantap MBG walaupun makanan itu basi atau rusak.
Mereka, kata Iqbal, terpaksa melakukan itu karena tidak ingin mubazir dan merasa bersyukur menerima makanan gratis dari pemerintah.
“Ketika masuk ke pertanyaan terbuka lagi, 11 responden memberikan testimoni bahwa meskipun mereka menerima makanan basi ataupun busuk dan rusak, mereka tetap mengonsumsi MBG karena bersyukur dan tidak ingin mubazir,” kata Iqbal saat rapat di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
Namun, ada juga anak-anak yang memilih tidak menghabiskan MBG karena kondisi makanan sudah basi atau berbau. Total ada 572 siswa atau sekitar 35,2 persen dari 1.624 responden.
“Di form pertanyaan selanjutnya kita tanyakan secara spesifik dengan pertanyaan tertutup. Seberapa banyak responden yang megalami menerima makanan basi dan rusak? Itu ada di 583 (anak),” pungkas Iqbal. (saa/raa)
Load more