Kementras akan Ambil Tindakan Soal Permasalahan Lahan Transmigrasi di Dua Wilayah Papua
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyoroti soal masih adanya permasalahan lahan di kawasan transmigrasi wilayah Jayapura dan Keerom, Provinsi Papua.
Informasi mengenai hal tersebut didapatkan Iftitah setelah menggelar diskusi bersama dengan Tim Ekpedisi Patriot (TEP) di Jayapura pada Senin (22/9) kemarin.
"Dua persoalan utama adalah terkait dengan masalah lahan, kemudian yang kedua dengan infrastruktur," katanya, Selasa (23/9).
Iftitah meminta agar TEP yang tergabung dari beberapa mahasiswa dari Perguruan Tinggi ini terus memberikan laporan kepada pemerintah pusat untuk segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Ditambah saat ini Kementerian Transmigrasi terus melakukan upaya penyelesaian lahan Transmigrasi yang merupakan arahan langsung dari Presiden.
"Dari Kementerian Transmigrasi betul-betul sungguh-sungguh terkait dengan persoalan lahan ini, karena ini menjadi program unggulan pertama kami, Trans Tuntas menyelesaikan lahan tersebut secara baik dan benar," jelas dia.
Ia juga menegaskan dengan program Trans Tuntas itu diharapkan tidak ada lagi permasalahan terkait dengan lahan transmigrasi selama dipimpin oleh Presiden Prabowo.
"Kami pastikan nanti tidak ada lagi persoalan lahan transmigrasi. Karena kami ingin itu status clean and clear langsung dengan sertifikatnya," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Transmigrasi mengklaim telah menyelesaikan persoalan terhadap 6.000 bidang lahan transmigrasi sejak awal tahun 2025.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara saat meninjau lahan yang akan dijadikan kampus sekaligus mess di kawasan transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan, Minggu (21/9).
"Tahun ini dari target 13.000 bidang yang kami selesaikan, sudah lebih dari 6.000 bidang yang kami selesaikan," ungkapnya.
Iftitah mengatakan, bahwa sejauh ini pula pihaknya telah melakukan serah terima sertifikat terhadap 2.000 lahan lainnya.
"Ada 2.000 bidang lainnya yang serah terima sertifikat," katanya.
Oleh karena itu, Iftitah mengaku optimis hingga akhir 2025 mendatang, Kementerian Transmigrasi akan terus mencari solusi untuk mengatasi persoalan mengenai lahan transmigrasi.
"Nanti pelan-pelan kita akan bisa lakukan solusi yang terbaik," ujarnya. (aha/dpi)
Â
Load more