News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pimpasa Imigrasi Soetta Ngopi Bareng Warga Kelurahan Cengkareng Timur, Edukasi Pencegahan TPPO hingga PMI Non-Prosedural

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta melalui Bidang Intelijen dan Penindakan menyelenggarakan kegiatan edukasi warga bertajuk Ngopi Pimpasa bersama warga
Kamis, 25 September 2025 - 17:08 WIB
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta edukasi pencegahan TPPO dan PMI non prosedural
Sumber :
  • Istimewa

Tangerang, tvOnenews.com - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta melalui Bidang Intelijen dan Penindakan menyelenggarakan kegiatan edukasi warga bertajuk Ngopi Pimpasa (Ngopi Pintar Bersama Petugas Imigrasi Pembina Desa) bersama warga RW 17 dan RW 19 Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Kegiatan Ngopi Pimpasa ini dilaksanakan berturut-turut pada Senin dan Selasa, 22-23 September 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Inteldakim turut dihadiri oleh Tim Intelijen Kanwil Ditjenim Daerah Khusus Jakarta, Ketua RW, para Ketua RT, pengelola Rusunami City Park dan Rusun Cinta Kasih Tzu Chi serta warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpasa Imigrasi Soetta menekankan pentingnya edukasi mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non-Prosedural.

Melalui forum dialog santai, masyarakat diajak untuk memahami bahaya perekrutan ilegal tenaga kerja ke luar negeri serta risiko yang dapat menjerat warga apabila tidak melalui jalur resmi.

Imigrasi juga mengimbau warga agar aktif melapor apabila menemukan indikasi praktik perdagangan orang di lingkungannya.

Kehadiran Pimpasa Imigrasi soetta disambut hangat oleh pengurus lingkungan maupun warga yang juga siap memberikan dukungan dan akses untuk petugas Pimpasa dalam melaksanakan kegiatan seperti pemeriksaan maupun pengawasan Keimigrasian di lingkungan Rusunami City Park dan Rusun Cinta Kasih Tzu Chi.

Selain membahas isu TPPO dan PMI Non-Prosedural, warga turut menyampaikan informasi terkait keberadaan orang asing di kawasan permukiman mereka.

Beberapa masalah yang diangkat antara lain kesulitan pengurus lingkungan dalam memperoleh data WNA dari pengelola hunian, ketidaksesuaian alamat domisili dengan yang tercantum pada dokumen izin tinggal (ITAS), serta perilaku orang asing yang dianggap mengganggu ketertiban.

Menanggapi hal tersebut, pihak Imigrasi memberikan penjelasan mengenai tata cara penyampaian laporan kepada Imigrasi apabila ditemukan dugaan pelanggaran orang asing.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menegaskan bahwa kehadiran Pimpasa merupakan wujud nyata peran Imigrasi di tengah masyarakat.

“Pimpasa hadir untuk mendampingi warga, memberikan pemahaman tentang bahaya perdagangan orang dan pekerja migran non-prosedural, sekaligus memastikan pengawasan orang asing berjalan efektif melalui komunikasi dua arah dengan masyarakat,” ujarnya.

Imigrasi menekankan bahwa laporan masyarakat merupakan informasi awal yang sangat berharga.

Warga dapat menyampaikan informasi terkait dugaan TPPO, PMI Non Prosedural maupun pelanggaran Keimigrasian oleh orang asing dengan disertai bukti awal yang dimiliki, selanjutnya akan diverifikasi oleh Pimpasa.

Untuk memperkuat sinergi, peran Pimpasa akan terus dioptimalkan di setiap kelurahan, sehingga koordinasi dengan masyarakat dapat berjalan selaras dengan tugas di bidang Keimigrasian.

Melalui kegiatan Ngopi Pimpasa, Imigrasi Soetta meneguhkan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari ancaman TPPO dan PMI Non-Prosedural, sekaligus menjaga ketertiban lingkungan dari potensi pelanggaran hukum oleh orang asing.

Hal ini sejalan dengan prinsip selective policy, di mana pemberian izin tinggal bagi orang asing dilakukan secara ketat dan selektif demi kepentingan nasional, keamanan, serta perlindungan masyarakat. (*)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Selengkapnya

Viral