News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gempa Banyuwangi M 5,7 Bikin Panik Warga Denpasar, Gedung Berguncang hingga Karyawan Berhamburan

Gempa M 5,7 mengguncang Banyuwangi dan terasa hingga Denpasar. Warga panik berhamburan keluar gedung, BMKG sebut tidak berpotensi tsunami.
Jumat, 26 September 2025 - 11:44 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Situbondo mengecek puing bangunan rumah rusak karena guncangan gempa bumi magnitudo 5,7 di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (25/9).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (25/9/2025) sore pukul 17.04 WITA. Getaran tidak hanya dirasakan di Banyuwangi, tetapi juga menjalar hingga ke Denpasar, Bali, dan sejumlah daerah sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada pada koordinat 7,82 Lintang Selatan (LS) dan 114,47 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 12 kilometer. Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan cukup kuat untuk membuat warga panik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga Panik di Gedung Perkantoran Denpasar

Di Denpasar, gempa terasa jelas, terutama bagi warga yang berada di lantai atas gedung perkantoran. Sejumlah karyawan di kawasan Renon bahkan sempat berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

“Rasanya bangunan seperti bergeser,” kata seorang karyawan yang merasakan getaran di lantai tiga kantornya.

Selain berlari keluar gedung, banyak pekerja juga terlihat menelepon keluarga untuk memastikan kondisi rumah masing-masing. Suasana panik sempat berlangsung beberapa menit sebelum akhirnya warga kembali beraktivitas, meski masih dengan rasa waswas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan adanya kerusakan serius maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Skala Magnitudo dan Potensi Dampak

Menurut BMKG, gempa dengan kekuatan M 5,7 termasuk kategori sedang. Gempa pada skala ini umumnya dapat menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan, meski dampaknya sangat bergantung pada struktur konstruksi dan kedekatan lokasi dengan pusat gempa.

Sebagai perbandingan, berikut kategori skala magnitudo gempa bumi dan potensi dampaknya:

  • M 2,5 atau kurang → tidak terasa, hanya terekam seismograf

  • M 2,5 – 5,4 → sering dirasakan, kerusakan kecil

  • M 5,5 – 6,0 → berpotensi kerusakan ringan

  • M 6,1 – 6,9 → berpotensi menimbulkan kerusakan besar di daerah padat

  • M 7,0 – 7,9 → tergolong gempa besar, dapat menyebabkan kerusakan serius

  • M 8,0 ke atas → gempa hebat, berpotensi menghancurkan wilayah di dekat pusat gempa

Dengan kekuatan M 5,7, gempa Banyuwangi kali ini berpotensi menimbulkan kerusakan ringan. Namun karena pusat gempa berada di kedalaman dangkal, getarannya terasa cukup kuat hingga menjangkau wilayah Bali.

Imbauan BMKG dan Langkah Antisipasi

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kendati demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Pastikan informasi hanya diperoleh dari kanal resmi BMKG,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan Bali juga langsung melakukan koordinasi pasca-gempa. Hingga kini, tim masih memantau situasi untuk memastikan keamanan masyarakat serta menyiapkan langkah tanggap darurat jika terjadi gempa lanjutan.

BMKG mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan gempa untuk selalu mempersiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat seperti air minum, makanan instan, obat-obatan, hingga senter. Selain itu, warga juga diminta mengenali jalur evakuasi di sekitar rumah dan tempat kerja.

Catatan Sejarah Gempa di Jawa Timur dan Bali

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyuwangi dan Bali termasuk wilayah rawan gempa karena berada di jalur subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Dalam sejarahnya, kawasan ini pernah mengalami beberapa kali gempa signifikan, meski tidak semua menimbulkan kerusakan parah.

Dengan adanya gempa kali ini, masyarakat kembali diingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Pemerintah daerah bersama aparat terkait diharapkan memperkuat edukasi mitigasi bencana agar kepanikan warga dapat ditekan dan keselamatan tetap terjaga. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral