GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Penganiayaan Santri di Malang Resmi P21, Pengasuh Pondok Jadi Tersangka dan Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus penganiayaan santri di Malang resmi lengkap atau P21. Polres Malang melimpahkan tersangka pengasuh pondok pesantren ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.
Jumat, 24 Oktober 2025 - 10:56 WIB
Ilustrasi penganiayaan.
Sumber :
  • Antara

Malang, tvOnenews.com – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri anak-anak di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Malang akhirnya mencapai babak baru. Kepolisian Resor (Polres) Malang menyatakan bahwa berkas perkara kasus tersebut telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak kejaksaan.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Aiptu Erlehana, mengatakan bahwa pelaku penganiayaan merupakan salah satu pengasuh pondok pesantren tempat korban menimba ilmu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berkas perkaranya sudah P21, tersangka ini merupakan pengasuh,” ujar Aiptu Erlehana di Malang, Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, Polres Malang telah melimpahkan tersangka berinisial AB beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang untuk proses hukum lebih lanjut.

“Untuk tersangkanya juga sudah kami limpahkan ke kejaksaan,” tambahnya.

Dugaan Kekerasan Terjadi pada Juli 2025

Menurut Erlehana, kasus dugaan penganiayaan itu terjadi pada Juli 2025. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui memukul korban menggunakan rotan hingga menyebabkan lecet di bagian kedua betis santri tersebut.

Berdasarkan pengakuan tersangka AB, aksi itu dilakukan karena korban kedapatan keluar dari lingkungan pondok tanpa izin. Selain itu, korban disebut beberapa kali melakukan pelanggaran terhadap peraturan pondok.

“Menurut tersangka, tindakan itu dianggap sanksi sesuai aturan di pondok. Rotan yang digunakan juga sudah kami amankan sebagai barang bukti,” jelas Erlehana.

Korban Sudah Mendapat Pendampingan

Polres Malang memastikan bahwa korban telah mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah, termasuk Dinas Sosial serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang.

“Saat ini korban sudah dikembalikan kepada orang tuanya,” kata Erlehana.

Kasus Dapat Perhatian dari Kementerian PPPA

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus penganiayaan terhadap santri ini juga mendapat perhatian serius dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Pihak kementerian telah berkoordinasi dengan UPTD PPA Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten Malang untuk memastikan proses pendampingan korban berjalan sesuai ketentuan.

KemenPPPA juga mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum yang berhasil mengumpulkan alat bukti kuat sehingga pelaku dapat ditetapkan sebagai tersangka dan kini resmi masuk tahap pelimpahan ke kejaksaan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Resmi Bekerja Sama, Pelatih Hillstate Sudah Hafal Makanan Korea Kesukaan Megawati Hangestri

Belum Resmi Bekerja Sama, Pelatih Hillstate Sudah Hafal Makanan Korea Kesukaan Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung, pelatih Hyundai Hillstate diam-diam sudah mencari tahu apa makanan khas Korea Selatan yang disukai oleh calon pemainnya Megawati Hangestri.
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Berhadiah Ratusan Juta Rupiah: Lombakan Kebersihan antar-UPTD Dinas PU, yang Terburuk Diumumkan secara Terbuka

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Berhadiah Ratusan Juta Rupiah: Lombakan Kebersihan antar-UPTD Dinas PU, yang Terburuk Diumumkan secara Terbuka

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah. Tak tanggung-tanggung, hadiahnya mencapai ratusan juta rupiah. 
PPIH Minta Jamaah Haji Indonesia Tak Paksakan Diri ke Masjidil Haram saat Waktu-Waktu Padat

PPIH Minta Jamaah Haji Indonesia Tak Paksakan Diri ke Masjidil Haram saat Waktu-Waktu Padat

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan imbauan serius bagi jamaah calon haji Indonesia untuk menjaga stamina menjelang puncak ibadah haji. 
Siswi SMA Asal Tangerang Selatan Diterima di Tujuh Universitas Dunia

Siswi SMA Asal Tangerang Selatan Diterima di Tujuh Universitas Dunia

Siswi lulusan SMA Bina Nusantara (Binus) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kalya, berhasil diterima di tujuh perguruan tinggi terkemuka dunia pada seleksi masuk tahun ajaran 2026/2027.
Kirab Budaya Cirebon Menghubungkan Sejarah dan Masa Depan

Kirab Budaya Cirebon Menghubungkan Sejarah dan Masa Depan

Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napak Tilas Pajajaran yang digelar di Kota Cirebon disebut menjadi upaya menghubungkan sejarah masa lalu dengan pembangunan masa depan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
Jamaah Calon Haji Diimbau Untuk Jaga Kesehatan

Jamaah Calon Haji Diimbau Untuk Jaga Kesehatan

Para jamaah calon haji asal Karawang, Diimbau untuk tetap menjaga kesehatan selama dalam perjalanan haji tahun ini, khususnya ketika di tanah suci agar bisa mengikuti seluruh rangkaian ritual haji dengan optimal.

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Selengkapnya

Viral