News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Penyebab Utama KPK Setop Penyelidikan Terkait Lahan RS Sumber Waras

Baru-baru ini KPK menghentikan penyelidikan terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat. Sontak, hal ini jadi sorotan publik
Senin, 27 Oktober 2025 - 16:52 WIB
Ilustrasi gedung KPK.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini KPK menghentikan penyelidikan terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat. Sontak, hal ini menyedot perhatian publik dan komentar warganet.

KPK jelasin, penyelidikan disetop karena tidak ditemukan unsur melawan hukum dalam pembelian lahan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penyelidikan perkara tersebut sudah dihentikan karena tidak ditemukan unsur perbuatan melawan hukumnya," jelas juru bicara KPK, Budi Prasetyo, ketika dihubungi, Senin (27/10/2025).

Budi mengatakan proses pengadaan lahan itu dinilai telah sesuai dengan aturan. Menurutnya, status lahan itu sudah jelas.

"Proses pengadaan juga sudah dilakukan sesuai prosedur dan legal formilnya," bebernya. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini lahan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat tak lagi bermasalah secara hukum, karena proses hukumnya di KPK telah dihentikan. KPK membenarkan penyelidikan perkara pembelian lahan tersebut telah dihentikan.

"Benar, penyelidikan perkara tersebut sudah dihentikan karena tidak ditemukan unsur perbuatan melawan hukumnya," kata Budi.

Penyelidikan pembelian lahan RS Sumber Waras ini bermula pada pertengahan 2015 ketika Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK menyerahkan Laporan Keuangan Pemprov DKI tahun 2014. BPK menemukan pelanggaran dalam pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras karena dianggap tidak melalui proses yang memadai.

Pemprov DKI kemudian diminta membatalkan transaksi pembelian lahan seluas 36.410 meter persegi itu dengan Yayasan Kesehatan Sumber Waras. BPK melakukan dua kali pemeriksaan untuk pembelian lahan RS Sumber Waras, yakni pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014 dan pemeriksaan investigatif terkait dengan pengadaan tanah Rumah Sakit Sumber Waras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 6 Agustus 2015, BPK menerima permintaan dari KPK untuk menggelar pemeriksaan investigatif pengadaan lahan RS Sumber Waras. Selama empat bulan lamanya BPK menginvestigasi kasus tersebut dan hasilnya diserahkan ke KPK pada 7 Desember 2015. Hasilnya, sama dengan dua audit sebelumnya: BPK kembali menemukan adanya penyimpangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

BPK setidaknya menemukan enam penyimpangan dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Bahkan penyimpangan sudah terjadi dari tingkat perencanaan, penganggaran, pembentukan tim pengadaan pembelian lahan, pembentukan harga, transaksi, dan penyerahan hasil. (aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadiri Sidang Kasus Chromebook, Nadiem Terlihat Gunakan Alat Infus

Hadiri Sidang Kasus Chromebook, Nadiem Terlihat Gunakan Alat Infus

Mendikbudristek periode 2019-2024 Nadiem Anwar Makarim kembali menjalani sidang terkait dugaan korupsi Chromebook, Senin (4/5/2026). Ia terpantau gunakan infus.
Alasan Hakim Tolak Tuntutan NAC Breda Walau Buktikan Dean James Tidak Sah Bela Go Ahead Eagles

Alasan Hakim Tolak Tuntutan NAC Breda Walau Buktikan Dean James Tidak Sah Bela Go Ahead Eagles

NAC Breda tetap dinyatakan kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles dan permintaan untuk pertandingan ulang atau menang WO ditolak oleh Pengadilan Utrecht. Dengan putusan ini, NAC Breda pun dinyatakan kalah dari KNVB. 
Respons Menohok KDM soal Sidang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Dedi Mulyadi: Hakim Harus Bisa Membuktikan!

Respons Menohok KDM soal Sidang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Dedi Mulyadi: Hakim Harus Bisa Membuktikan!

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM melontarkan respons menohok terkait kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu. Seperti diketahui, terdakwa
Prajurit TNI-AL Meningal di KRI Tidak Wajar, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Prajurit TNI-AL Meningal di KRI Tidak Wajar, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Ayah korban menemukan sejumlah luka lebam dan ceceran darah di area selangkangan. Dia juga membantah pernyataan oknum prajurit pendamping yang menyebut luka lebam tersebut adalah tanda lahir. 
Tito Karnavian Ingatkan 3 Rambu Kunci untuk Perpukadesi, Jangan Masuk Politik Praktis!

Tito Karnavian Ingatkan 3 Rambu Kunci untuk Perpukadesi, Jangan Masuk Politik Praktis!

Mendagri Tito juga mengingatkan agar Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah itu tidak mengintervensi kewenangan pemerintah yang sedang berjalan, baik di pusat maupun daerah.
Cak Imin Kumpulkan Menteri di M Bloc Space, Dorong KUR dan Ekonomi Kreatif Jadi Motor Lapangan Kerja

Cak Imin Kumpulkan Menteri di M Bloc Space, Dorong KUR dan Ekonomi Kreatif Jadi Motor Lapangan Kerja

Cak Imin rapat di M Bloc Space bahas KUR dan ekonomi kreatif. Pemerintah targetkan 10 juta penduduk mudah berusaha dan dapat kerja.

Trending

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

Baru-baru ini kang Dedi Mulyadi atau KDM membantu seorang pedagang yang tokonya dibakar di momen Hari Buruh lalu pada 1 Mei, tidak diduga bantuannya
Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Chris Kim, agen pemain voli Korea Selatan menjelaskan progres transfer Megawati Hangestri yang sebelumnya santer dikabarkan lagi merapat ke Hyundai Hillstate.
STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap penyesalan terbesarnya selama menangani skuad Garuda, dengan laga kontroversial melawan Bahrain.
Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Tengah heboh kabar Dokter Richard Lee di media sosial. Jika sertifikat mualafnya dicabut, begini respon pihaknya langsung
Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Ketimbang menunggu diaspora Belanda yang mulai ragu dinaturalisasi karena isu Passportgate, Timnas Indonesia bisa alihkan fokus terhadap eks Brasil U-20 ini.
Selengkapnya

Viral