News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenag dan UIII Gelar Konferensi Internasional AICIS+ 2025, Kumpulkan Ilmuwan Dunia untuk Bedah Ekoteknologi hingga AI

AICIS+ 2025 yang menjadi ajang konferensi akademik prestisius untuk para cendekiawan dari berbagai belahan dunia akan digelar Kemenag RI di UII, 29-30 Oktober 2025.
Selasa, 28 Oktober 2025 - 17:10 WIB
Konferensi pers Kemenag dan UIII menjelang Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Agama (Kemenag RI) kembali menggelar Annual International Conference on Islam, Science, and Society atau AICIS+ 2025.

AICIS sendiri merupakan ajang ilmiah internasional yang kini memasuki edisi ke-24. Tahun ini, konferensi akan diadakan di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, pada 29-31 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AICIS+ merupakan ruang pertemuan akademik prestisius yang mempertemukan para cendekiawan dari berbagai belahan dunia untuk membahas isu-isu keislaman dan kemanusiaan dari perspektif multidisiplin.

Mengusung tema “Islam, Ecotheology, and Technological Transformation: Multidisciplinary Innovations for an Equitable and Sustainable Future,” AICIS+ 2025 menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan wacana Islam yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tahun ini, konferensi tersebut tidak hanya menjadi ajang bertukar gagasan, tetapi juga pembuktian atas reputasi akademik Indonesia di mata dunia.

Sebanyak 230 makalah terpilih dari 31 negara akan dipresentasikan, menandai peningkatan signifikan dalam minat dan partisipasi global terhadap forum ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menegaskan bahwa penyelenggaraan AICIS+ 2025 merupakan yang paling selektif sepanjang sejarah konferensi.

“Tahun ini, panitia menerima lebih dari 2.400 abstrak dari 31 negara, namun yang diterima hanya 230 abstrak. Hal ini menunjukkan bahwa minat untuk mengikuti AICIS semakin besar sekaligus semakin kompetitif,” ujar Amien dalam konferensi pers di Kampus UIII, Senin (27/10/2025).

"Ini merupakan capaian luar biasa. Keberagaman partisipan dan makalah dari berbagai negara memperlihatkan reputasi dan daya tarik AICIS yang semakin kuat," tambahnya.

Amien menjelaskan bahwa AICIS+ tahun ini juga menghadirkan terobosan baru berupa *Riset Expo*, yang menampilkan hasil penelitian unggulan mulai dari siswa madrasah hingga perguruan tinggi. Beberapa karya bahkan dinilai sudah layak diterbitkan di jurnal bereputasi internasional.

"Nanti pada saat expo, teman-teman bisa melihat berbagai hasil riset anak-anak madrasah, seperti penelitian tentang cara menjadi ibu yang tetap slim, atau minuman herbal yang membuat bapak-bapak tetap awet muda meski sudah berumur lima puluhan. Semua itu merupakan produk orisinal hasil riset anak-anak madrasah yang selama ini belum pernah diekspos," jelas Amien.

"Ini penting karena ternyata hampir di semua jenjang madrasah unggulan kita telah banyak karya riset menarik. Para siswa madrasah tersebut telah menghasilkan riset yang empirik dan bahkan sudah siap dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus," lanjutnya.

Menurut Amien, penyelenggaraan AICIS+ menjadi langkah strategis Kementerian Agama dalam memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu berbasis nilai-nilai Islam.

"Program ini diselenggarakan untuk mendukung program Bapak Presiden, khususnya pembangunan SDM unggul. Kementerian Agama, di tengah persaingan global yang semakin ketat, juga berkomitmen untuk berkontribusi mencetak SDM unggul bagi bangsa," tutup Amien.

Sementara itu, Rektor UIII, Jamhari, menyebut AICIS+ 2025 sebagai forum kolaboratif bagi para ilmuwan lintas negara dan lintas keyakinan. "Dalam AICIS 2025 ini, pembicaranya tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga dari berbagai agama dan latar belakang lain. Peserta dan pembicara datang dari empat benua," ungkapnya.

"Ini menjadi kesempatan bagi ilmuwan Indonesia untuk menyampaikan pandangan dan temuan ilmiahnya agar dikenal di dunia internasional. Selain itu, AICIS juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang plural, beragam, dan menjunjung tinggi toleransi," sebutnya.

Adapun sejumlah subtema yang diangkat dalam AICIS+ tahun ini meliputi:

1. Science and Technological Transformation
2. Ecotheology and Environmental Sustainability
3. Islamic Law, Social Equality, and Eco-Feminism
4. Sustainable Economic System and Social Welfare
5. Decolonizing Islamic Studies
6. Peace Building and Humanitarian Crisis
7. Public Health in Muslim Societies

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jamhari menjelaskan, ragam subtema tersebut mencerminkan luasnya perspektif yang dihadirkan AICIS+, yang tidak hanya fokus pada studi Islam semata, tetapi juga pada keterkaitannya dengan isu sosial, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan.

Ia juga menambahkan bahwa AICIS menjadi wadah penting dalam menunjukkan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. “Saat ini sudah ada 40 Universitas Islam Negeri di seluruh Indonesia dengan program studi yang tidak hanya Islamic Studies, tetapi juga bidang sains dan teknologi, dan jumlahnya masih akan terus bertambah. Ini menunjukkan transformasi besar dalam pendidikan Islam nasional,” katanya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sidang Tahunan MPR RI dan DPR-DPD RI Digelar Lusa, Tamsil: Jadi Episentrum Pemikiran Kebangsaan

Sidang Tahunan MPR RI dan DPR-DPD RI Digelar Lusa, Tamsil: Jadi Episentrum Pemikiran Kebangsaan

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI akan digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026 mendatang.
Kronologi Prajurit dan Mahasiswa Tabrak Polisi hingga Tewas di Bandung, TNI Minta Maaf

Kronologi Prajurit dan Mahasiswa Tabrak Polisi hingga Tewas di Bandung, TNI Minta Maaf

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan duka cita kepada keluarga Aiptu Asep dan keluarga besar Polri.
Media Vietnam Beri Sindiran Menohok kepada John Herdman usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026: Shin Tae-yong Lebih Baik

Media Vietnam Beri Sindiran Menohok kepada John Herdman usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026: Shin Tae-yong Lebih Baik

Performa John Herdman di Piala AFF 2026 dinilai negatif oleh media Vietnam, yang menyebutnya masih jauh lebih buruk ketimbang mantan pelatih Timnas Indonesia lainnya, termasuk Shin Tae-yong.
Polisi Libatkan Ahli Labfor hingga Toksikologi dalam Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Pastikan Hasil Pemeriksaan Miliki Dasar Ilmiah Kuat

Polisi Libatkan Ahli Labfor hingga Toksikologi dalam Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Pastikan Hasil Pemeriksaan Miliki Dasar Ilmiah Kuat

Polda Metro Jaya melibatkan sejumlah ahli dalam proses ekshumasi terhadap jasad Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
Makam Sutrimo Pria Diduga Karumga Febrie Adriansyah Dibongkar, Polisi Cek DNA hingga Toksikologi

Makam Sutrimo Pria Diduga Karumga Febrie Adriansyah Dibongkar, Polisi Cek DNA hingga Toksikologi

Ekshumasi makan Sutrimo yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu tak hanya sebatas mengangkat jenazah. Tim forensik mengambil sejumlah sampel dari tubuh Sutrimo dan lingkungan makam untuk dianalisis di laboratorium.
Optimis PNBP Sektor Minerba dan Migas Lampaui Target, Bahlil: Pasti Akan Lebih!

Optimis PNBP Sektor Minerba dan Migas Lampaui Target, Bahlil: Pasti Akan Lebih!

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjamin bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) serta minyak dan gas (migas), akan melebihi target yang telah ditentukan.

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.
Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Menilik profil singkat Bilal Hasan, petarung MMA Indonesia yang baru saja meraih kontrak UFC usai tampil gemilang di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 pada Rabu (12/8/2026) pagi WIB.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Selengkapnya

Viral