Lebih dari 3,5 Juta Orang Singgah di Masjid Ramah Pemudik 2026, Didominasi oleh Pemotor
- Dok. Kemenag
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan sebanyak 3.592.348 pemudik memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik (MRP) selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M.
Program ini dijalankan di 6.859 masjid yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan beroperasi sejak H-9 hingga H+7 Lebaran.
Angka tersebut belum mencakup pemudik yang memanfaatkan fasilitas serupa di vihara, gereja, serta rumah ibadah agama lain yang juga berpartisipasi memberikan layanan selama libur Lebaran.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat program ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, tercatat 1.617.641 pemudik singgah di 8.710 masjid yang disiapkan dalam program tersebut.
“Tahun ini jumlah pemudik yang memanfaatkan Masjid Ramah Pemudik mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).
Ia menilai lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis rumah ibadah.
Menurutnya, fungsi masjid kini berkembang, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang layanan publik yang terbuka bagi semua kalangan.
Abu Rokhmad menambahkan, lokasi masjid yang berada di jalur strategis seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera turut menunjang kenyamanan pemudik. Akses yang mudah menjadikan masjid sebagai tempat singgah yang praktis dan aman.
“Masjid memiliki fasilitas dasar yang dibutuhkan pemudik, seperti tempat ibadah, air bersih, dan ruang istirahat. Ketika dikelola dengan baik, masjid bisa menjadi oase di tengah perjalanan panjang,” jelasnya.
Ia menegaskan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari prioritas Kementerian Agama dalam memberdayakan fungsi rumah ibadah agar lebih berdampak bagi masyarakat.
Keberhasilan program ini, lanjutnya, tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengurus masjid, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga relawan dan masyarakat sekitar.
“Layanan ini berjalan karena gotong royong. Banyak pihak yang terlibat untuk memastikan pemudik mendapatkan pelayanan terbaik selama perjalanan,” kata Abu.
Selain menyediakan tempat ibadah, banyak masjid juga melengkapi layanan dengan fasilitas tambahan seperti ruang istirahat, air minum, pengisian daya gawai, hingga layanan kesehatan sederhana.
Load more