News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hasto Sebut Megawati Sudah Berulang Kali Ingatkan Jokowi soal Whoosh, Pengamat: Pahlawan Kesiangan!

Pengamat soroti PDIP yang tiba-tiba aktif mengomentari proyek kereta cepat Whoosh bikinan pemerintahan Jokowi. Belakangan, kereta cepat itu menarik perhatian...
Selasa, 4 November 2025 - 19:10 WIB
Kereta cepat Whoosh
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, yang menyebut Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sudah berulang kali mengingatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait proyek kereta cepat Whoosh, menuai tanggapan.

Pengamat politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menilai manuver Hasto dan PDI Perjuangan muncul terlalu terlambat dan justru terkesan politis di tengah ramainya perbincangan soal utang proyek kereta cepat tersebut termasuk di dalamnya dugaan korupsi Whoosh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kenapa Hasto Kristiyanto baru mengungkap sekarang terkait dengan persoalan kereta cepat Whoosh? Hasto dan PDI Perjuangan sepertinya ingin ikut menunggangi persoalan kereta cepat yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik,” ujar Fernando Emas, Senin (4/11/2025).

Ia pun menyindir langkah Hasto yang tiba-tiba mengomentari proyek tersebut.

“Seharusnya Hasto jangan muncul mengomentari terkait dengan proyek kereta cepat Whoosh seperti ‘pahlawan kesiangan’. PDI Perjuangan tidak akan mendapatkan manfaat karena ikut ‘nimbrung’ membicarakan kereta cepat Whoosh,” tegas Fernando Emas.

Fernando menegaskan, Presiden RI, Prabowo Subianto telah mengambil sikap yang tepat dengan meminta agar persoalan utang proyek Whoosh tidak dijadikan bahan politik.

“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan agar persoalan utang kereta cepat Whoosh tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan atau dipolitisasi. Prabowo juga menyampaikan komitmen pemerintahannya akan menyelesaikan persoalan utang kereta cepat Whoosh,” tegasnya.

Menurut Fernando, tanggung jawab pemerintah saat ini adalah melanjutkan pembayaran utang proyek tersebut, sebagaimana komitmen Prabowo-Gibran untuk meneruskan pemerintahan Jokowi.

“Memang seharusnya pemerintahan Prabowo Subianto bertanggungjawab untuk melanjutkan pembayaran hutang kereta cepat Whoosh. Apalagi pada masa-masa Pilpres 2024 dan awal pemerintahannya Prabowo selalu mengatakan bahwa ia dan Gibran akan melanjutkan pemerintahan Joko Widodo,” kata Fernando.

Meski begitu, ia menekankan agar penegak hukum mengusut jika memang ditemukan adanya penyimpangan.

“Kalau memang ada penyimpangan terkait dengan proyek kereta cepat tersebut, lembaga penegak hukum harus mengusut sampai tuntas dan diproses berdasarkan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Fernando juga menyoroti pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilai memicu polemik.

“Sebaiknya Prabowo Subianto memanggil dan menegur Purbaya Yudhi Sadewa yang memulai serta membuat pembayaran utang kereta cepat Whoosh menjadi polemik dan dipolitisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fernando menyinggung peran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dikenal dekat dengan PDIP.

“Bukankah menteri perhubungan pada saat pembangunan kereta cepat Whoosh adalah Budi Karya Sumadi yang memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan?” katanya. (rpi/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Selengkapnya

Viral